TULUNGAGUNG - Proyek JLS Kalidawir tembus Trenggalek kembali jadi perbincangan. Jalur baru yang digadang-gadang mempercepat konektivitas pesisir selatan Jawa Timur itu ternyata belum bisa dilalui sepenuhnya. Temuan ini terungkap dari penelusuran langsung di ruas JLS Lot 1B kawasan Kalidawir, Tulungagung, awal Januari 2026.
Keberadaan JLS Kalidawir tembus Trenggalek memang dinantikan warga. Selain memangkas waktu tempuh, jalur ini diyakini bakal mendongkrak sektor wisata dan perekonomian kawasan selatan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum resmi dibuka untuk umum.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi fisik jalan sudah hampir rampung. Aspal terlihat mulus, marka jalan terpasang, serta sejumlah jembatan tampak baru dicat. Meski demikian, akses lurus menuju Trenggalek masih ditutup petugas karena proyek belum sepenuhnya selesai.
Kondisi Terbaru JLS Lot 1B Kalidawir
Ruas yang ditinjau berada di kawasan Kalidawir, Tulungagung, yang menjadi bagian dari Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 1B. Secara visual, infrastruktur tampak segar. Bebatuan di kanan kiri jalan masih terlihat baru dikeruk, menandakan pekerjaan konstruksi belum lama dilakukan.
Beberapa titik jembatan juga sudah berdiri kokoh. Struktur beton tampak bersih dengan cat baru. Namun, minimnya kendaraan yang melintas menunjukkan masyarakat masih ragu untuk menggunakan jalur tersebut. Diduga, karena belum ada peresmian resmi dari pemerintah.
Di salah satu titik, akses utama menuju arah Trenggalek ditutup total. Petugas proyek berjaga dan memberi isyarat agar kendaraan tidak melintas. Artinya, meski sebagian ruas bisa dilalui, jalur tersebut belum terhubung penuh.
Baca Juga: JLS Blitar–Tulungagung Macet Total di Puncak Gayasan, Hujan Deras Tak Surutkan Wisatawan Minggu Sore
Belum Diresmikan, Pengguna Jalan Masih Ragu
Belum adanya peresmian resmi membuat masyarakat bertanya-tanya. Banyak pengendara memilih memutar atau menggunakan jalur lama dibanding mengambil risiko melewati proyek yang belum sepenuhnya selesai.
Padahal, jika rampung total, jalur ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Tulungagung–Trenggalek secara signifikan. Selain itu, akses distribusi barang dan mobilitas warga pesisir selatan juga bakal lebih lancar.
Pembangunan JLS sendiri selama ini dikenal berdampak besar pada sektor pariwisata. Di beberapa titik Tulungagung, keberadaan JLS mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke pantai-pantai selatan. Namun di ruas Lot 1B ini, belum terlihat akses langsung menuju kawasan pantai.
Dampak Strategis Jika Rampung
Secara strategis, JLS merupakan proyek nasional yang menghubungkan kawasan pesisir selatan Pulau Jawa. Untuk wilayah Tulungagung dan Trenggalek, konektivitas ini sangat penting, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Jika JLS Kalidawir tembus Trenggalek resmi dibuka, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM diyakini lebih cepat. Selain itu, potensi wisata di pesisir selatan Trenggalek juga bisa terdongkrak karena akses makin mudah.
Namun hingga awal 2026, jalur tersebut belum sepenuhnya dapat digunakan. Penutupan di salah satu titik membuktikan pekerjaan konstruksi masih berlangsung.
Harapan Warga
Warga berharap proyek segera dirampungkan dan diresmikan. Apalagi infrastruktur secara umum sudah terlihat hampir selesai. Dengan dibukanya jalur ini, masyarakat tak perlu lagi memutar jauh untuk menuju Trenggalek.
Selain itu, kepastian informasi dari pemerintah daerah maupun pusat juga dinantikan. Sosialisasi resmi dinilai penting agar masyarakat tidak bingung terkait status operasional jalan.
Untuk sementara, pengendara diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas proyek. Meski terlihat mulus dan siap pakai, sebagian ruas JLS Kalidawir tembus Trenggalek masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Dengan progres yang sudah mencapai tahap akhir, publik kini tinggal menunggu waktu hingga jalur strategis ini benar-benar resmi dibuka dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat selatan Jawa Timur.
Editor : Divka Vance Yandriana