TULUNGAGUNG - Operasi pencarian korban hilang di Pantai Sine Tulungagung akhirnya membuahkan hasil. Jenazah korban atas nama Muhammad Ataya Ul (20) ditemukan di sisi karang setelah sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan perairan selatan tersebut.
Penemuan jenazah Muhammad Ataya di Pantai Sine Tulungagung bermula dari laporan personel potensi SAR yang melihat adanya tubuh tergeletak di area karang. Informasi tersebut langsung diteruskan ke tim SAR gabungan yang sejak awal melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Begitu menerima laporan, tim SAR segera mengirimkan personel untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pantai Sine Tulungagung.
Evakuasi dari Sisi Karang
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat posisi jenazah berada di sisi karang. Ombak di kawasan pesisir selatan Tulungagung dikenal cukup kuat dan berbahaya, sehingga tim harus berhati-hati dalam melakukan pengangkatan.
Dengan koordinasi yang matang, petugas SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban tanpa kendala berarti. Setelah berhasil diangkat dari lokasi, jenazah langsung dibawa menuju rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung guna menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan medis sesuai prosedur.
Baca Juga: Tengah Malam, Dapur Rumah Terbakar Kerugian Capai Rp 50 Juta
Pencarian Dilakukan Intensif
Sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal dengan membagi tugas ke beberapa sektor. Dua Search and Rescue Unit (SRU) air diterjunkan dalam operasi tersebut.
SRU pertama melakukan penyisiran di permukaan perairan sekitar lokasi kejadian. Tim menggunakan perahu untuk memantau area laut yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
Sementara itu, SRU kedua melakukan pencarian bawah air dengan metode penyelaman di sekitar lokasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan korban tidak berada di dasar perairan atau tersangkut di antara karang.
Di saat bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan sejumlah personel untuk menyisir dan melakukan pengamatan visual di sepanjang garis pantai. Fokus utama penyisiran darat berada di kawasan pesisir Pantai Sine, yang dikenal memiliki kontur karang tajam serta ombak besar.
Koordinasi Tim SAR Gabungan
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, relawan potensi SAR, hingga aparat setempat. Koordinasi dilakukan secara terpadu guna mempercepat proses pencarian.
Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat. Penemuan korban di sisi karang menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian tersebut.
Petugas memastikan seluruh prosedur evakuasi dilakukan sesuai standar keselamatan. Selain mempertimbangkan kondisi medan, tim juga mengantisipasi potensi gelombang tinggi yang bisa membahayakan proses pengangkatan jenazah.
Imbauan Keselamatan
Kawasan Pantai Sine memang dikenal memiliki ombak besar khas Samudra Hindia. Pengunjung diimbau untuk selalu waspada, tidak berenang terlalu jauh, serta mematuhi rambu dan arahan petugas pantai.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir selatan. Selain faktor ombak, arus balik atau rip current kerap menjadi ancaman yang tidak terlihat.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Pihak keluarga telah menerima informasi terkait penemuan tersebut dan proses selanjutnya dilakukan di rumah sakit.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sementara itu, tim SAR gabungan memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai prosedur hingga tahap akhir evakuasi.
Editor : Divka Vance Yandriana