Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Alun-Alun Pacitan Ramai Jelang Malam, Kuliner Susu Jahe dan Jadah Bakar Jadi Buruan Warga

Divka Vance Yandriana • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:40 WIB
Alun-Alun Pacitan ramai jelang malam, kuliner susu jahe dan jadah bakar jadi favorit warga dan wisatawan
Alun-Alun Pacitan ramai jelang malam, kuliner susu jahe dan jadah bakar jadi favorit warga dan wisatawan

PACITANAlun-Alun Pacitan kembali menjadi magnet warga menjelang malam hari. Suasana sore hingga usai magrib tampak hidup dengan aktivitas masyarakat yang datang untuk bersantai, beribadah, hingga berburu kuliner khas kaki lima.

Perjalanan menuju Alun-Alun Pacitan dari arah Kecamatan Arjosari menyuguhkan pemandangan pedesaan yang asri. Hamparan persawahan hijau dan langit senja kekuningan menjadi latar perjalanan yang menenangkan. Akses jalan menuju pusat kota juga relatif mulus, meski di beberapa titik masih ditemukan lubang yang perlu diwaspadai pengendara.

Memasuki wilayah kota, arus lalu lintas terpantau lancar. Di sejumlah persimpangan, pengendara diimbau tetap mematuhi rambu dan lampu lalu lintas demi keselamatan bersama. Kota Pacitan sendiri dikenal sebagai daerah dengan banyak destinasi wisata, mulai dari pantai hingga gua, sehingga pusat kotanya kerap menjadi titik kumpul wisatawan.

Baca Juga: Panduan Wisata Hanoi 5 Hari 4 Malam Cuma Rp5 Jutaan, Ini Rincian Biaya, Tempat Hits, dan Kuliner Murahnya

Singgah di Masjid Agung Pacitan

Sebelum menikmati suasana alun-alun, banyak warga memilih menunaikan ibadah di Masjid Agung Pacitan yang lokasinya tidak jauh dari pusat keramaian. Area parkir masjid terbilang luas dan mampu menampung banyak kendaraan, terutama saat waktu salat magrib tiba.

Keberadaan masjid di dekat alun-alun menjadi nilai tambah tersendiri. Pengunjung dapat beribadah dengan nyaman sebelum melanjutkan aktivitas bersantai atau kuliner malam.

Usai salat, keramaian di sekitar alun-alun mulai terlihat. Lampu-lampu taman menyala, pedagang kaki lima menyiapkan dagangan, dan warga mulai berdatangan bersama keluarga maupun teman.

Baca Juga: Warung The Palem Malang, Kuliner Masakan Rumahan Rasa Jawa dengan Konsep Makan Sekaligus Berenang

Surga Kuliner Kaki Lima

Malam hari di Alun-Alun Pacitan identik dengan deretan penjual makanan dan minuman. Dari ujung ke ujung kawasan, pengunjung bisa menemukan aneka jajanan seperti susu jahe hangat, jadah bakar, sate, tahu bakar, hingga es jeruk segar.

Susu jahe menjadi salah satu minuman favorit, terutama untuk menghangatkan tubuh di udara malam yang sejuk. Sementara jadah bakar dengan olesan bumbu manis gurih dan tambahan sate menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Dengan belasan ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati kombinasi susu jahe dan jadah bakar. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai, terutama pada akhir pekan atau malam Minggu.

Selain kuliner, area alun-alun juga ramah anak. Di sisi tertentu, tersedia wahana permainan sederhana yang bisa dinikmati anak-anak. Orang tua pun dapat bersantai sambil mengawasi buah hati mereka bermain.

Baca Juga: Kuliner hingga Adrenalin di Bandung: Sate Jando Gedung Sate, Rafting Pangalengan, dan Nasi Pedas Mertua Jadi Favorit Wisatawan

Ikon Kota dan Akses Strategis

Tak jauh dari alun-alun, terdapat ikon kota yang cukup dikenal masyarakat, yakni Tugu Penceng. Lokasi ini kerap menjadi penanda bahwa pengunjung telah memasuki pusat Kota Pacitan.

Secara geografis, Pacitan berada di kawasan selatan Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Kota ini juga dikenal dengan julukan “Kota 1001 Gua” karena banyaknya destinasi wisata gua yang tersebar di berbagai kecamatan.

Akses menuju pusat kota dari arah Ponorogo maupun wilayah Arjosari cukup mudah dijangkau. Jalur utama sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan nyaman.

Alternatif Wisata Malam yang Murah Meriah

Bagi warga lokal, Alun-Alun Pacitan menjadi pilihan rekreasi murah meriah. Tanpa tiket masuk, masyarakat sudah bisa menikmati suasana kota, mencicipi kuliner, hingga berkumpul bersama keluarga.

Keramaian biasanya memuncak saat malam Minggu dan momen libur panjang. Namun pada hari biasa, suasana cenderung lebih santai dan tidak terlalu padat.

Keberadaan pedagang kaki lima juga menjadi penggerak ekonomi mikro di pusat kota. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap malam memberi peluang penghasilan bagi warga sekitar.

Dengan kombinasi suasana religius, kuliner beragam, serta ruang terbuka untuk bersantai, Alun-Alun Pacitan tetap menjadi jantung aktivitas masyarakat di malam hari. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan, mampir ke alun-alun saat senja hingga malam bisa menjadi pengalaman sederhana namun berkesan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#wisata kuliner #Alun Alun Pacitan #kuliner