RADAR TRENGGALEK - Wisata kuliner Magetan kembali mencuri perhatian. Kabupaten yang dikenal sebagai kota kaki Gunung Lawu ini ternyata tak hanya menyuguhkan panorama alam, tetapi juga deretan makanan khas yang menggoda selera.
Dari pasar tradisional hingga sentra ayam panggang legendaris, wisata kuliner Magetan menawarkan pengalaman rasa yang sulit dilupakan.
Dalam penelusuran terbaru, wisata kuliner Magetan menghadirkan sajian khas mulai dari pecel dengan bumbu kacang autentik, ayam kampung panggang dengan cita rasa khas, hingga jenang lembut yang hanya buka beberapa jam saja.
Ragam kuliner ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang singgah ke Magetan.
Tak heran jika wisata kuliner Magetan kini semakin ramai diburu, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Berikut beberapa kuliner khas yang wajib dicoba saat berkunjung ke Magetan.
Pecel Pasar dan Tempe Daun, Cita Rasa Tradisional yang Autentik
Perjalanan kuliner bisa dimulai dari pasar tradisional Magetan. Di sini, pengunjung dapat menikmati nasi pecel dengan siraman sambal kacang khas Jawa yang gurih dan sedikit manis.
Berbeda dengan versi kota besar, bumbu kacang di Magetan disebut lebih murni tanpa campuran oncom.
Tak hanya pecel, ada pula tempe yang dibungkus daun dan difermentasi secara tradisional.
Proses pembungkusannya masih menggunakan daun alami seperti daun garut dan daun kunir. Hasilnya, aroma tempe lebih harum dengan rasa yang khas.
Selain itu, tersedia pula pelas kacang merah dan botok yang disajikan bersama kelapa parut.
Makanan-makanan ini menjadi bukti kuatnya tradisi kuliner lokal yang tetap terjaga hingga kini.
Sentra Ayam Panggang Gandu, Legendaris Sejak Dulu
Salah satu ikon wisata kuliner Magetan adalah sentra Ayam Panggang Gandu. Satu kampung di kawasan ini hampir seluruhnya menjual ayam panggang dengan resep turun-temurun.
Keistimewaan ayam panggang Gandu terletak pada teknik memasaknya. Ayam kampung dipanggang di atas kuali yang diletakkan di atas tungku, sehingga daging tidak langsung terkena bara api. Teknik ini menghasilkan tekstur yang empuk dengan aroma asap yang khas.
Tersedia dua varian bumbu, yakni bumbu rujak dan bumbu bawang. Keduanya memiliki karakter rasa berbeda.
Bumbu rujak cenderung manis-pedas dengan sentuhan rempah, sedangkan bumbu bawang lebih gurih dan kuat.
Dalam kondisi normal, satu warung bisa menghabiskan 300 hingga 400 ekor ayam kampung per hari.
Saat Lebaran atau libur panjang, jumlahnya bisa melonjak hingga 600 ekor lebih. Tak sedikit pembeli yang rela antre untuk membawa pulang sebagai oleh-oleh khas Magetan.
Warung “Eropa” dan Udang Kali yang Menggoda
Selain ayam panggang, ada pula warung makan unik yang dikenal dengan sebutan “Warung Eropa”.
Meski namanya terdengar kebarat-baratan, menu yang disajikan tetap khas Nusantara.
Salah satu menu andalannya adalah udang kali goreng dengan taburan bawang putih dan sambal tempong berbasis tomat serta terasi.
Udang sungai ini digoreng hingga renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Rasanya gurih dengan sentuhan pedas yang pas.
Tak ketinggalan, ada pula ikan wader dan uceng goreng yang menjadi favorit pecinta lauk tradisional. Minuman seperti es teh dengan perasan jeruk nipis segar melengkapi santapan.
Jenang Cepoko, Manisnya Bikin Ketagihan
Jika ingin yang manis, wisatawan wajib mencoba Jenang Cepoko. Kuliner ini disebut sebagai salah satu jenang terenak di Magetan.
Teksturnya sangat lembut, bahkan disebut lebih halus dari bubur sumsum. Rasa manisnya pas dan tidak berlebihan.
Uniknya, jenang ini hanya dijual dalam waktu terbatas setiap hari, sehingga pembeli harus datang lebih awal agar tidak kehabisan.
Jenang Cepoko kerap menjadi buah tangan favorit wisatawan setelah puas berkeliling kota.
Jalan Sawo, Surga Oleh-Oleh Kulit Asli
Tak lengkap rasanya membahas wisata kuliner Magetan tanpa menyinggung oleh-oleh khasnya. Di Jalan Sawo, pengunjung bisa menemukan sentra kerajinan kulit asli Magetan.
Berbagai produk seperti sepatu, sandal, tas, dompet, jaket, hingga ikat pinggang tersedia dengan harga bervariasi. Produk berbahan kulit sapi dan domba ini dikenal awet dan berkualitas.
Keberadaan sentra kerajinan kulit ini memperkuat posisi Magetan sebagai destinasi lengkap wisata alam, kuliner, hingga belanja oleh-oleh.
Dengan ragam pilihan tersebut, wisata kuliner Magetan layak menjadi agenda wajib saat berkunjung ke kota kaki Gunung Lawu.
Cita rasa autentik, harga terjangkau, dan suasana lokal yang kental menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan