Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Umrah di Bulan Ramadan Tanpa Desak-desakan, Ini Jam Paling Tepat Tawaf dan Sai di Masjidil Haram

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:36 WIB

Umrah di bulan Ramadan rawan macet dan padat. Simak jam terbaik tawaf dan sai agar ibadah lebih nyaman dan tidak berdesakan.
Umrah di bulan Ramadan rawan macet dan padat. Simak jam terbaik tawaf dan sai agar ibadah lebih nyaman dan tidak berdesakan.

JAKARTAUmrah di bulan Ramadan selalu menjadi impian banyak umat Muslim. Selain karena keutamaan pahala yang besar, suasana ibadah di Tanah Suci pada bulan penuh berkah ini menghadirkan nuansa spiritual yang berbeda. Namun, tingginya jumlah jemaah membuat pelaksanaan umrah di bulan Ramadan kerap diwarnai kemacetan parah, baik di jalan menuju miqat maupun di area tawaf dan sai.

Pengalaman ini dibagikan langsung oleh seorang jemaah yang nekat melaksanakan umrah pada waktu sahur di Kota Makkah. Ia menyoroti pentingnya mengetahui jam-jam terbaik agar umrah di bulan Ramadan bisa dilakukan dengan aman, lancar, dan tanpa berdesak-desakan. Menurutnya, salah memilih waktu bisa membuat jemaah terjebak macet hingga berjam-jam dan menguras energi saat berpuasa.

Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa kemacetan di Makkah pada Ramadan bisa sangat ekstrem. Jika berangkat pada waktu yang tidak tepat, perjalanan dari hotel menuju tempat miqat saja bisa memakan waktu hingga satu jam lebih. Padahal, dalam kondisi normal dan waktu yang pas, jarak tersebut bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit.

Baca Juga: Umrah di Bulan Ramadan Penuh Keutamaan, Ini Tips Jitu Agar Ibadah Tetap Maksimal Meski Puasa

Miqat di Tan’im dan Tips Transportasi Hemat

Salah satu lokasi miqat yang sering digunakan jemaah adalah Masjid Siti Aisyah Tan’im. Masjid ini menjadi tempat miqat terdekat bagi jemaah yang berada di Makkah. Dalam kondisi lalu lintas lancar, perjalanan menuju Tan’im tergolong sangat singkat. Namun saat macet, waktu tempuh bisa membengkak hingga dua jam, bahkan lebih.

Jemaah tersebut juga membagikan tips transportasi hemat bagi yang ingin umrah mandiri tanpa jadwal travel. Bus Haramain menjadi pilihan ekonomis karena tarifnya hanya sekitar 4 riyal sekali jalan. Bandingkan dengan taksi yang bisa mencapai 100 riyal pulang-pergi hanya untuk perjalanan singkat ke Tan’im. Dengan memilih bus, jemaah bisa lebih menghemat biaya sekaligus menghindari stres akibat kemacetan.

Pagi Hari, Waktu Emas Umrah Ramadan

Setelah kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai, ia menilai suasana pada pagi hari jauh lebih kondusif. Sekitar pukul 06.00 waktu setempat, area tawaf di Masjidil Haram masih relatif longgar. Banyak jemaah memilih beristirahat setelah sahur, sehingga kepadatan tidak setinggi malam hari.

Baca Juga: Bukit Jadih Bangkalan Madura Kini Sepi dan Menghitam ? Ini Kondisi Terbaru Gua Putih, Tiket Masuk hingga Akses Jalannya

Pada kondisi ini, tawaf bisa diselesaikan sekitar 30 menit. Bandingkan dengan waktu padat pada malam hari, di mana satu putaran tawaf bisa terasa sangat lambat hingga total waktu ibadah mencapai satu jam atau lebih. Situasi serupa juga terjadi di area sai antara Safa dan Marwah, yang meski tetap ramai, masih cukup nyaman untuk dilalui.

Jam Paling Ideal Umrah di Bulan Ramadan

Berdasarkan pengalamannya, ada tiga rentang waktu yang sangat direkomendasikan untuk melaksanakan umrah agar lebih nyaman. Pertama, pukul 03.00 dini hari hingga menjelang Subuh. Pada jam ini, perjalanan relatif lancar dan area tawaf tidak terlalu padat.

Kedua, pagi hari dari sekitar pukul 06.00 hingga 11.00. Meski matahari mulai naik, kepadatan jemaah masih terkendali karena banyak yang beristirahat setelah sahur. Ketiga, waktu selisih Zuhur hingga sekitar pukul 15.00. Pada jam ini, cuaca panas dan kondisi puasa membuat jumlah jemaah berkurang, sehingga area tawaf dan sai terasa lebih lengang.

Sebaliknya, waktu yang paling dihindari adalah setelah Magrib hingga sekitar pukul 03.00 dini hari. Pada rentang ini, Masjidil Haram dipadati jemaah yang ingin beribadah malam, sehingga tawaf dan sai menjadi sangat padat dan rawan emosi akibat desakan.

Baca Juga: Weton Pon Selalu Diuji Sejak Lahir? Primbon Jawa Ungkap Fase Berat hingga Lonjakan Rezeki Besar

Kunci Nyaman Berumrah Saat Ramadan

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa umrah di bulan Ramadan bukan hanya soal niat dan kesiapan spiritual, tetapi juga strategi waktu. Dengan memilih jam yang tepat, jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan aman, tanpa harus terjebak kemacetan atau kepadatan ekstrem.

Bagi calon jemaah yang berencana umrah Ramadan, memahami pola kepadatan dan manajemen waktu ini sangat penting agar ibadah tetap optimal meski di tengah lautan manusia.

Editor : Natasha Eka Safrina
#ibadah umrah #Umrah di Bulan Ramadhan #umrah