JEMBER - Jember Fashion Carnival 2025 kembali menghidupkan denyut Kota Jember. Event tahunan berskala internasional ini tak hanya menghadirkan parade kostum spektakuler, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya, sejarah, dan kuliner khas kota tembakau tersebut.
Jember Fashion Carnival 2025 digelar selama tiga hari, 8–10 Agustus 2025, di kawasan Alun-Alun Jember. Sejak pagi, suasana sudah dipadati warga dan wisatawan. Sejumlah ruas jalan ditutup mulai pukul 09.00 WIB demi kelancaran acara. Panggung besar berdiri megah, stan kuliner berjejer, dan berbagai tema karnaval seperti Kids Carnival hingga parade utama siap memukau pengunjung.
Kemeriahan Jember Fashion Carnival 2025 menjadi magnet utama. Namun, pesona Jember sesungguhnya tak berhenti di panggung karnaval. Kota ini menyimpan kearifan lokal yang kuat, mulai dari sejarah aksara hingga tembakau kelas dunia.
Perjalanan Nyaman Menuju Kota Karnaval
Perjalanan menuju Jember ditempuh dari Yogyakarta menggunakan bus eksekutif dengan tarif Rp235 ribu, termasuk fasilitas makan malam. Rombongan tiba di Terminal Tawang Alun saat subuh dan langsung disambut suasana khas kota pesisir selatan Jawa Timur.
Kuliner pertama yang dicicipi adalah Soto Lamongan di kawasan Rambipuji. Berbeda dengan soto bening ala Yogyakarta, soto di Jember memiliki kuah santan gurih dengan koya yang terasa kuat. Menu ini menjadi pembuka sempurna sebelum menjelajahi kota.
Ikon Kota dan Semarak Alun-Alun
Alun-Alun Jember menjadi pusat aktivitas menjelang Jember Fashion Carnival 2025. Lalu lintas mulai padat, pedagang kaki lima membuka lapak, dan panitia sibuk mempersiapkan detail acara.
Tak jauh dari sana, Jembatan Semanggi tampil sebagai ikon kota. Dibangun pada 1980 dan direnovasi pada 2019, jembatan ini kini dihiasi lampu LED warna-warni yang menyala indah pada malam hari. Lokasinya menjadi penghubung menuju Kampus Tegal Boto atau Universitas Jember.
Museum Huruf, Jejak Aksara Dunia di Kota Kecil
Di balik gemerlap Jember Fashion Carnival 2025, Jember juga dikenal sebagai kota literasi. Museum Huruf yang berdiri sejak 30 Agustus 2017 menghadirkan koleksi sejarah aksara dari berbagai peradaban.
Pengunjung dapat melihat silsilah aksara, huruf hieroglif Mesir, kanji Jepang, hingga huruf paku bangsa Sumeria yang berusia lebih dari 5.000 tahun. Museum ini tak sekadar memamerkan bentuk huruf, tetapi juga menjelaskan bagaimana aksara menjadi alat pembentuk kebudayaan dan identitas suatu bangsa.
Pengelola museum menegaskan bahwa aksara memiliki kekuatan psikologis dan historis dalam membentuk peradaban. Bahkan pada 30 Agustus 2024, dideklarasikan Hari Aksara Nusantara di Jember sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya literasi.
Museum Tembakau, Cerutu Kelas Dunia dari Jember
Tak lengkap membahas Jember tanpa menyebut tembakau. Museum Tembakau menjadi saksi sejarah kejayaan komoditas ini. Dengan tiket masuk Rp10 ribu, pengunjung dapat menyelami perjalanan tembakau dari masa prasejarah hingga era industri modern.
Jember dikenal sebagai penghasil tembakau kasturi untuk pasar lokal dan Besuki Na-Oogst untuk cerutu premium yang diekspor ke Eropa dan Amerika. Proses pengeringannya pun unik, dilakukan di gudang khusus selama 21–25 hari tanpa paparan langsung sinar matahari.
Kesuburan tanah dan iklim khas dengan embun yang melimpah membuat kualitas tembakau Jember sulit ditandingi daerah lain. Tak heran, sektor ini memberi dampak ekonomi besar dan menyerap banyak tenaga kerja lokal sejak era kolonial Belanda.
Kini, riset terbaru juga mengembangkan minyak atsiri daun tembakau untuk parfum, kosmetik, hingga pestisida, memperluas diversifikasi produk.
Wisata Kuliner dan Hangatnya Wedang Cor
Menjelang siang, rawon di Depot Jawa Timur menjadi pilihan makan siang. Kuah kluwek yang pekat, gurih, serta tambahan koyor membuat cita rasanya istimewa.
Malam harinya, suasana Jember semakin hidup. Wedang Cor—minuman khas sejak 1995—menjadi buruan. Campuran tape ketan hitam, jahe, dan susu menciptakan rasa hangat yang unik. Nama “cor” diberikan pelanggan karena tampilannya menyerupai adonan campuran.
Baca Juga: 5 Villa dan Hotel Murah di Sentul Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Staycation Hemat
Perjalanan hari pertama ditutup dengan ngopi di kafe estetik yang ramai anak muda. Aroma kopi berpadu obrolan santai melengkapi pengalaman di kota ini.
Jember Fashion Carnival 2025 memang menjadi panggung utama. Namun di balik kemeriahannya, Jember menyimpan cerita budaya, sejarah, dan kekayaan alam yang layak dikenal dunia.
Editor : Dyah Wulandari