RADAR TRENGGALEK – Pesona Dusun Belombang di lereng Gunung Lawu kian mencuri perhatian publik.
Kawasan yang berada di wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar ini menampilkan potret desa pegunungan yang subur, bersih, dan tertata rapi, dengan hamparan lahan sayuran yang mengelilingi rumah-rumah warga.
Dusun Belombang dikenal sebagai salah satu perkampungan di lereng Gunung Lawu yang memiliki lanskap alami menawan.
Sejak matahari terbit, panorama perbukitan, udara sejuk, serta aktivitas warga di ladang menjadi pemandangan khas yang memanjakan mata. Kondisi inilah yang membuat Dusun Belombang semakin diperbincangkan sebagai kampung dengan karakter pertanian pegunungan yang kuat.
Pesona Dusun Belombang tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada keteraturan lingkungan.
Hampir seluruh jalan di kampung ini sudah beraspal, meski lebarnya relatif sempit. Namun, kebersihan dan kerapian menjadi ciri utama. Tidak ditemukan jalan rusak atau tumpukan sampah, menandakan tingginya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.
Kampung Sayur di Lereng Gunung Lawu
Sebagian besar warga Dusun Belombang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Lahan-lahan di sekitar rumah ditanami berbagai jenis sayuran dengan sistem tumpang sari.
Dalam satu petak lahan, bisa ditemukan brokoli, wortel, buncis, cabai, sawi, bawang merah, hingga kol.
Kondisi tanah yang subur serta iklim pegunungan yang sejuk membuat hasil panen terlihat segar dan berkualitas. Brokoli dan wortel menjadi komoditas yang cukup menonjol, karena banyak ditemui warga yang tengah memanen dua jenis sayuran tersebut secara bersamaan.
Model pertanian seperti ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi bentuk kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Warga menanam berbagai jenis tanaman agar risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Rumah di Tengah Hamparan Ladang
Keunikan lain Dusun Belombang adalah posisi sejumlah rumah yang berada tepat di tengah-tengah lahan sayuran.
Kanan, kiri, depan, dan belakang rumah, seluruhnya adalah kebun. Dari halaman rumah, warga bisa langsung memantau tanaman sekaligus menikmati pemandangan Gunung Lawu yang menjulang.
Beberapa rumah bahkan berada di titik tertinggi kampung, sehingga memiliki sudut pandang langsung ke lereng Gunung Lawu. Kondisi ini memberikan kesan bahwa kampung tersebut menyatu sepenuhnya dengan alam.
Salah satu warga setempat, Pak Suparno, menuturkan bahwa keseharian masyarakat di Dusun Belombang dihabiskan di ladang sejak pagi hari.
Aktivitas bertani dimulai saat matahari terbit, memanfaatkan udara segar yang masih bebas polusi.
Lingkungan Bersih dan Tertata
Dusun Belombang sering mendapat pujian karena kebersihan lingkungannya. Gang-gang kecil tampak bersih, halaman rumah tertata, dan tidak ada sampah berserakan.
Kebiasaan gotong royong masih kuat dijalankan, terutama dalam menjaga fasilitas umum dan jalan kampung.
Selain itu, kampung ini juga dikenal aman dan nyaman. Warga saling mengenal satu sama lain, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang kental.
Pendatang yang berkunjung umumnya disambut ramah oleh masyarakat setempat.
Potensi Wisata Alam Pedesaan
Keindahan alam, udara sejuk, serta aktivitas pertanian yang masih tradisional menjadikan Dusun Belombang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam pedesaan.
Banyak pengunjung datang sekadar berjalan kaki menikmati suasana kampung, berolahraga pagi, atau memotret lanskap ladang sayur dengan latar Gunung Lawu.
Di sekitar wilayah ini juga terdapat beberapa desa lain yang memiliki karakter serupa, salah satunya Desa Gondosuli.
Keberadaan desa-desa tersebut semakin memperkuat citra Tawangmangu sebagai kawasan pegunungan dengan kekayaan alam dan budaya agraris.
Memasuki 2026, Dusun Belombang dipandang sebagai contoh kampung pegunungan yang berhasil menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi, kelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.
Keasrian serta kerapian kampung ini menjadi bukti bahwa desa dapat berkembang tanpa harus kehilangan identitasnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula