TRENGGALEK– Konsep liburan Bandung 2 hari 1 malam kembali menjadi pilihan favorit wisatawan awal 2025. Kota Kembang menawarkan kombinasi lengkap: akses mudah dengan kereta, kuliner legendaris, penginapan estetik, hingga spot nongkrong unik yang menenangkan. Itulah gambaran perjalanan singkat namun padat yang dibagikan travel vlogger Junior Paramita dalam liburan singkatnya ke Bandung.
Perjalanan liburan Bandung 2 hari 1 malam ini dimulai dari Stasiun Gambir dengan memanfaatkan sistem face recognition, sehingga penumpang tak perlu lagi mencetak tiket. Kereta Papandayan dipilih sebagai moda transportasi menuju Bandung, menawarkan perjalanan pagi yang praktis dan nyaman bagi pelancong dari Jakarta.
Setibanya di Stasiun Bandung, agenda pertama langsung diisi dengan wisata kuliner. Target awal adalah cuanki legendaris dekat stasiun, namun karena belum buka, perjalanan kuliner dialihkan ke tempat yang tak kalah ikonik.
Kuliner Legendaris hingga Jajanan Kaki Lima
Warung Nasi Ibu Imas menjadi pilihan sarapan. Tempat makan legendaris ini dikenal dengan sambalnya yang khas dan lauk sederhana namun menggugah selera. Menariknya, pagi itu suasana warung terbilang lengang—kondisi yang jarang ditemui. Menu nasi telur, ayam bakar, jukut, dan sambal menjadi pengganjal perut ideal sebelum menjelajah kota.
Usai makan berat, perjalanan dilanjutkan dengan mencicipi cireng isi ayam di sekitar lokasi. Harga yang terjangkau dan porsi besar menjadi bukti bahwa liburan Bandung 2 hari 1 malam tetap bisa hemat tanpa mengorbankan pengalaman kuliner.
Eksplor Braga dan Tempat Nongkrong Kekinian
Kawasan Jalan Braga masih menjadi magnet utama wisatawan. Di kawasan ini, traveler menemukan hidden gem yang tersembunyi di balik kafe, meski beberapa lokasi belum buka karena masih pagi. Sambil menunggu, aktivitas ringan seperti foto box Snapline menjadi alternatif hiburan singkat.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Kopi Cantel Braga, tempat nongkrong yang mulai populer sejak 2024. Area luas dengan pilihan indoor dan outdoor menjadikannya tempat ideal untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda kuliner berikutnya.
Makan Prasmanan Sunda dan Penginapan Estetik
Siang hari diisi dengan makan di Dumuk Bareto, restoran bernuansa pedesaan Sunda. Konsep prasmanan memungkinkan pengunjung memilih aneka lauk khas Sunda, dari gorengan hingga sambal beragam. Suasana sejuk dan ornamen tradisional membuat tempat ini cocok untuk wisata keluarga.
Untuk penginapan, pilihan jatuh pada apartemen bertema unik di kawasan pusat kota. Konsep kamar yang berbeda menjadi daya tarik tersendiri, apalagi lokasinya strategis dan dekat dengan Braga. Malam hari dihabiskan dengan membeli oleh-oleh dan menikmati suasana kota yang ramai karena akhir pekan.
Wisata Tenang di Kineruku
Hari kedua liburan Bandung 2 hari 1 malam diisi dengan pengalaman yang lebih tenang. Salah satu destinasi yang disambangi adalah Kineruku, ruang baca sekaligus kafe yang terkenal akan suasananya yang hening dan asri. Pengunjung diwajibkan menitipkan barang, menciptakan pengalaman membaca dan bersantai tanpa distraksi.
Selain membaca buku, pengunjung juga bisa menikmati menu sederhana seperti nasi goreng teri dan camilan ringan. Nuansa alam, suara burung, serta desain rumah yang homey menjadikan Kineruku sebagai hidden gem favorit bagi pencari ketenangan.
Penutup dengan Kuliner Ikonik Bandung
Sebelum kembali ke Jakarta, agenda wajib yang akhirnya terwujud adalah mencicipi cuanki di dekat Stasiun Bandung. Dengan harga mulai belasan ribu rupiah, semangkuk cuanki lengkap dengan bakso dan kuah gurih menjadi penutup sempurna perjalanan singkat ini.
Perjalanan pulang kembali menggunakan kereta malam, memanfaatkan fasilitas ruang tunggu stasiun yang nyaman dan penuh colokan. Dalam waktu sekitar 36 jam, Bandung kembali membuktikan diri sebagai destinasi ideal untuk liburan singkat, padat, dan berkesan.
Editor : Izahra Nurrafidah