TRENGGALEK- Wisata kuliner Bandung selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta. Di balik udara dingin dan kabut tipis yang turun perlahan, Kota Kembang menawarkan perpaduan rasa, suasana, dan cerita yang tak pernah usang. Dari destinasi hiburan futuristik hingga jajanan legendaris di sudut jalan, wisata kuliner Bandung terus berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.
Perjalanan wisata kuliner Bandung kali ini dimulai dari sebuah destinasi baru yang tengah ramai dibicarakan, yakni Skyworld Project Bandung. Berlokasi di Sky Level 23 Paskal Shopping Center, kawasan Pasir Kaliki, tempat ini bukan sekadar wahana hiburan. Skyworld Project mengusung konsep project experience yang memadukan hiburan, edukasi, dan seni lokal dalam balutan desain futuristik.
Beberapa wahana yang tersedia antara lain Flying Fox, Slide, Zeppelin Flyground, hingga zona Old Station yang sarat nuansa imajinatif. Kehadiran Skyworld Project menjadi alternatif baru bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi modern dari wisata Bandung, sebelum melanjutkan petualangan rasa di berbagai titik kuliner.
Bubur di Bawah Pohon, Sensasi Pagi yang Berbeda
Wisata kuliner Bandung tak lengkap tanpa mencicipi kuliner pagi hari. Salah satu yang menarik perhatian adalah Bubur DPR, yang dikenal sebagai bubur di bawah pohon rindang. Sesuai namanya, area makan berada di bawah pepohonan besar, menciptakan suasana sejuk yang khas Bandung.
Menu andalannya adalah bubur kanton bergaya Chinese, berbeda dari bubur ayam Bandung pada umumnya. Pilihan topping-nya pun beragam, mulai dari ayam, udang, saikoro beef, hingga ons egg. Lauk pendamping seperti sate kulit ayam, ceker, dan dimsum membuat pengalaman sarapan terasa lebih lengkap.
Roti Mochi hingga Matcha Jepang
Destinasi berikutnya adalah Rochi di kawasan Jalan Riau. Produk unggulannya berupa roti mochi, perpaduan roti lembut dengan tekstur mochi yang kenyal. Varian milk bread dan matcha bread menjadi favorit, dengan isian cokelat Belgia yang tebal dan cita rasa manis berpadu pahit yang seimbang.
Bagi pencinta matcha, wisata kuliner Bandung juga menghadirkan Kusuma Matcha di Bandung Wetan. Tempat ini terinspirasi dari budaya Jepang dan menyajikan berbagai kreasi matcha, mulai dari matcha latte, hojicha latte, hingga dessert seperti tiramisu matcha. Bubuk matcha yang digunakan didatangkan langsung dari Jepang dengan beberapa grade, menghadirkan rasa umami yang digemari lidah lokal.
Menyusuri Ikon Legendaris Jalan Braga
Perjalanan berlanjut ke Jalan Braga, ikon wisata Bandung yang tak lekang oleh waktu. Sejak era kolonial Belanda, kawasan ini dikenal sebagai pusat gaya hidup elite dengan bangunan art deco yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Di sepanjang jalan ini, wisatawan bisa menemukan beragam tempat kuliner, termasuk Braga Permai yang telah berdiri sejak 1923. Jalan Braga bukan sekadar ruang kuliner, tetapi juga potongan sejarah yang hidup, tempat rasa, kenangan, dan estetika bertemu.
Kafe Estetik hingga Jajanan Malam
Masih di kawasan Braga, hadir Lebraga yang memadukan konsep heritage dan modern. Sentuhan kayu hangat, cahaya lembut, serta desain artistik membuat tempat ini nyaman untuk bersantai. Menu yang ditawarkan beragam, dari comfort food Nusantara hingga western, dengan kopi dan dessert sebagai primadona.
Wisata kuliner Bandung kemudian berlanjut ke kawasan Lengkong Kecil, surga jajanan yang tak pernah sepi dari sore hingga malam. Di sini, pelancong bisa mencicipi berbagai street food, termasuk bacang jando dengan harga terjangkau dan bola ubi yang menjadi camilan favorit.
Menutup perjalanan, kawasan Pascal kembali menjadi tujuan dengan kehadiran Yamcha Restaurant yang mengusung nuansa oriental ala Hong Kong. Menu dim sum, mantau goreng dengan susu kental manis, hingga hidangan utama yang disajikan fresh menjadikan tempat ini favorit untuk nongkrong santai.
Wisata kuliner Bandung pada akhirnya bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman. Dari kabut pagi hingga gemerlap malam, setiap sudut kota menawarkan cerita yang membuat siapa pun ingin kembali.
Editor : Izahra Nurrafidah