Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Liburan ke Goa Jatijajar Kebumen, Tiket Cuma Rp13.500 Bisa Susuri Gua 250 Meter dan Mandi di Sendang Mawar!

Axsha Zazhika • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:55 WIB
Liburan ke Goa Jatijajar Kebumen, Tiket Cuma Rp13.500 Bisa Susuri Gua 250 Meter dan Mandi di Sendang Mawar!
Liburan ke Goa Jatijajar Kebumen, Tiket Cuma Rp13.500 Bisa Susuri Gua 250 Meter dan Mandi di Sendang Mawar!

TRENGGALEK NJENGGELEK - Goa Jatijajar Kebumen menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat musim liburan. Terletak di kawasan perbukitan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Goa Jatijajar Kebumen menawarkan pengalaman menyusuri gua alami sepanjang 250 meter lengkap dengan stalaktit, sungai bawah tanah, hingga cerita legenda Raden Kamandaka.

Saat musim liburan, suasana Goa Jatijajar Kebumen terlihat cukup ramai. Area parkir mampu menampung sekitar 100 hingga 200 mobil. Untuk kendaraan roda empat, pengunjung dikenakan biaya parkir Rp5.000 di pintu masuk, kemudian ada tambahan parkir sukarela di area dalam.

Harga tiket masuk Goa Jatijajar Kebumen tergolong terjangkau. Untuk dewasa dan anak di atas usia TK dikenakan tarif Rp13.500, sedangkan anak di bawah lima tahun sekitar Rp6.500. Tiket tersebut sudah termasuk asuransi.

Fasilitas Lengkap dan Akses Mudah

Sebelum memasuki kawasan gua, pengunjung akan melewati area parkir luas yang dikelilingi pujasera, warung makan, serta pasar seni. Tersedia pula fasilitas mushola yang dapat digunakan untuk ibadah, termasuk salat Jumat.

Akses menuju mulut gua memang membutuhkan tenaga ekstra. Pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga karena posisi Goa Jatijajar berada di ketinggian sekitar 250 meter di atas permukaan laut. Jalur tangga sudah dilengkapi pegangan tangan, namun tetap disarankan berhati-hati, terutama bagi lansia dan anak-anak.

Sejarah dan Asal Usul Goa Jatijajar

Goa Jatijajar ditemukan pada tahun 1802 oleh penduduk setempat. Nama “Jatijajar” konon berasal dari keberadaan pohon jati yang berjajar di sekitar mulut gua pada masa lalu.

Gua ini kemudian diresmikan sebagai objek wisata pada era pemerintahan Jawa Tengah sekitar pertengahan abad ke-20. Di beberapa dinding gua, masih terdapat tulisan peninggalan zaman Belanda yang kini dilindungi dan tidak boleh ditambah coretan baru.

Selain sebagai wisata alam, Goa Jatijajar Kebumen juga sarat nilai budaya. Di dalamnya terdapat diorama dan patung yang menceritakan legenda Raden Kamandaka atau kisah Lutung Kasarung yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Siliwangi.

Menyusuri Lorong Gua dan Stalaktit Eksotis

Memasuki gua, pengunjung akan disambut lorong selebar 3 hingga 4 meter yang sudah dilengkapi lantai tegel serta penerangan lampu. Hal ini membuat jalur relatif aman dan nyaman dilalui.

Di langit-langit gua, stalaktit dan stalagmit terbentuk dari tetesan air selama ratusan tahun. Bentuknya unik dan menjulang, menjadi daya tarik utama wisata Goa Jatijajar Kebumen.

Beberapa titik lorong menyempit hingga sekitar satu meter, sehingga pengunjung harus menundukkan kepala dan berjalan perlahan. Kondisi tangga yang lembap akibat tetesan air juga membuat wisatawan dianjurkan memakai sepatu atau sandal gunung agar tidak licin.

Selain keindahan batu kapur alami, suasana gua juga dihuni kelelawar yang menggantung di langit-langit. Aroma khas kotoran kelelawar cukup terasa, namun masih dalam batas wajar bagi wisata gua.

Sendang Mawar dan Sendang Kantil yang Penuh Mitos

Salah satu daya tarik Goa Jatijajar Kebumen adalah keberadaan dua sumber mata air alami, yakni Sendang Mawar dan Sendang Kantil. Kedua sendang ini berada di dalam gua dan sering dikunjungi wisatawan untuk mencuci muka.

Air di Sendang Mawar tampak berwarna merah karena efek pencahayaan lampu. Banyak pengunjung tertarik mencuci muka di sini karena dipercaya memiliki mitos tertentu, meski kebenarannya kembali pada keyakinan masing-masing.

Tak jauh dari situ, terdapat Sendang Kantil yang juga menjadi lokasi favorit wisatawan untuk merasakan kesegaran air alami di dalam gua. Aktivitas ini menjadi pengalaman unik setelah lelah naik turun tangga sepanjang jalur wisata.

Rekomendasi Waktu Berkunjung

Karena cukup ramai saat musim liburan dan akhir pekan, pengunjung disarankan datang pada hari biasa agar suasana lebih tenang. Meski panjang lorong utama sekitar 250 meter, jalur naik turun tangga membuat perjalanan terasa cukup menguras tenaga.

Setelah keluar dari gua, pengunjung dapat beristirahat di area kuliner yang tersedia di sekitar lokasi. Banyak pedagang menjajakan makanan dan minuman untuk melepas lelah.

Dengan harga tiket terjangkau, fasilitas lengkap, serta perpaduan wisata alam dan legenda budaya, Goa Jatijajar Kebumen layak menjadi destinasi utama saat berkunjung ke kawasan Gombong dan Kebumen.

Editor : Axsha Zazhika
#Sendang Kantil #Sendang Mawar #Goa Jatijajar Kebumen #legenda Raden Kamandaka #Wisata Kebumen