Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Misteri Gua Ngerong Tuban, Tiket Rp7.000 Bisa Lihat Ribuan Kelelawar dan Ikan Jumbo Penuh Mitos!

Axsha Zazhika • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:00 WIB
Misteri Gua Ngerong Tuban, Tiket Rp7.000 Bisa Lihat Ribuan Kelelawar dan Ikan Jumbo Penuh Mitos!
Misteri Gua Ngerong Tuban, Tiket Rp7.000 Bisa Lihat Ribuan Kelelawar dan Ikan Jumbo Penuh Mitos!

TRENGGALEK NJENGGELEK - Gua Ngerong Tuban menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan keunikan sekaligus cerita legenda. Dengan harga tiket masuk hanya Rp7.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak usia SD ke bawah, Gua Ngerong Tuban menawarkan pengalaman melihat ribuan kelelawar serta ikan-ikan jumbo yang hidup di sungai dalam kawasan gua.

Berlokasi di Jalan Raya Rengel Nomor 155, Dusun Purboyo, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Gua Ngerong Tuban buka setiap hari mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB. Area parkir motor berada tepat di samping loket masuk, dengan tarif sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000.

Meski tidak terlalu luas dan jalurnya cenderung satu arah, Gua Ngerong Tuban tetap menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam rindang serta wisata edukasi bersama keluarga.

Baca Juga: Pantai Pelang Trenggalek Viral karena Air Terjun Dekat Pantai, Hutan Pinus dan Spot Sunset Bikin Takjub

Asal Usul Nama dan Legenda Raden Arya

Nama Gua Ngerong konon berasal dari bahasa Jawa, yakni kata “rong” yang berarti lubang menjorok ke dalam. Sesuai namanya, gua ini memang memiliki lubang besar yang memanjang ke dalam tebing.

Di balik keindahan alamnya, tersimpan legenda tentang Raden Arya, pemimpin Kerajaan Gumenggeng. Dikisahkan, saat kerajaan dilanda kekeringan hebat, Raden Arya melakukan pertapaan di lokasi ini untuk memohon petunjuk. Dari tempat pertapaan itulah kemudian muncul sumber mata air yang kini menjadi aliran sungai di kawasan Gua Ngerong.

Cerita tersebut terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar dan menjadi bagian dari daya tarik wisata Gua Ngerong Tuban.

Baca Juga: Wisata Alam Beli Kuwaru Trenggalek Mulai Dilirik, View Puncak Bukit dan Hutan Pinusnya Bikin Betah!

Ribuan Kelelawar di Mulut Gua

Memasuki area gua, pengunjung akan langsung disambut pemandangan ribuan kelelawar yang menggantung di langit-langit mulut gua. Warna hitam pekat yang menempel di dinding batu merupakan koloni kelelawar yang jumlahnya sangat banyak.

Aroma khas kotoran kelelawar cukup menyengat, terutama saat musim hujan ketika sinar matahari tidak maksimal membantu mengurai bau. Pengunjung disarankan membawa masker demi kenyamanan selama berada di sekitar mulut gua.

Meski begitu, pemandangan ini justru menjadi daya tarik utama. Banyak wisatawan penasaran ingin melihat langsung habitat alami kelelawar dalam jumlah besar.

Baca Juga: Pemuda Kelutan Peduli Regenerasi Atlet Catur Trenggalek, Gelar Turnamen Fokus Usia Muda dan Apresiasi Talenta Lokal

Ikan Jumbo dan Mitos yang Melekat

Selain kelelawar, Gua Ngerong Tuban juga terkenal dengan ikan-ikan berukuran besar yang hidup di sungai dalam kawasan wisata. Beberapa jenis ikan yang terlihat antara lain lele, bader, gurame, hingga ikan mas. Ukurannya bisa mencapai 50 hingga 70 sentimeter, bahkan ada yang mendekati satu meter.

Pengunjung dapat membeli pakan ikan untuk menarik mereka ke permukaan. Aktivitas memberi makan ikan menjadi pengalaman seru, terutama bagi anak-anak.

Namun, ada mitos yang berkembang di masyarakat. Konon, ikan-ikan di Gua Ngerong tidak boleh ditangkap atau dibawa pulang. Siapa pun yang melanggar dipercaya akan mendapat petaka. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, cerita ini diyakini menjadi cara masyarakat menjaga kelestarian ekosistem di kawasan gua.

Baca Juga: Wisata Banyuwangi Makin Mendunia, dari Blue Fire Kawah Ijen hingga Pantai Plengkung yang Jadi Rebutan Peselancar Dunia

Waktu Terbaik Berkunjung

Kondisi air sungai sangat dipengaruhi musim. Saat musim hujan, air cenderung keruh sehingga ikan kurang terlihat jelas. Sebaliknya, pada musim kemarau, air lebih jernih dan banyak wisatawan datang untuk berenang atau sekadar bermain air.

Kawasan wisata ini juga cukup rindang karena dikelilingi pohon-pohon besar, termasuk beringin tua yang sudah ada sejak zaman kolonial. Tersedia pula pendopo untuk bersantai, warung makan, serta musala yang lokasinya agak jauh dari mulut gua agar tetap bersih dan nyaman untuk beribadah.

Menariknya, sungai di area Gua Ngerong masih dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Hal ini menunjukkan bahwa sumber air di kawasan ini tetap berfungsi bagi masyarakat.

Selain wisata alam, Gua Ngerong Tuban juga memiliki agenda budaya. Pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa, biasanya digelar acara tirakatan akbar yang dimeriahkan pagelaran wayang kulit.

Dengan kombinasi wisata alam, legenda, mitos, serta harga tiket terjangkau, Gua Ngerong Tuban layak masuk daftar destinasi wisata di Jawa Timur. Tempat ini bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga cerita yang membuatnya semakin menarik untuk dijelajahi.

Editor : Axsha Zazhika
#kelelawar di gua #wisata tuban #ikan jumbo #legenda Raden Arya #Gua Ngerong Tuban