Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Eksotisnya Goa Tabuhan Pacitan, Gua Unik yang Bisa Menghasilkan Nada, Dekat dari Wisata Favorit Goa Gong

Novica Satya Nadianti • Senin, 16 Februari 2026 | 17:30 WIB

 

Goa Tabuhan Pacitan menawarkan stalaktit bernada unik, wisata sejarah, dan petualangan gua eksotis dekat Goa Gong.
Goa Tabuhan Pacitan menawarkan stalaktit bernada unik, wisata sejarah, dan petualangan gua eksotis dekat Goa Gong.

JAKARTA – Wisata alam di Pacitan kembali menawarkan destinasi menarik selain Goa Gong, yakni Goa Tabuhan. Destinasi wisata Goa Tabuhan Pacitan dikenal memiliki keunikan karena stalaktit di dalam gua mampu menghasilkan bunyi menyerupai nada musik saat dipukul. Keunikan tersebut menjadikan Goa Tabuhan sebagai salah satu tujuan wisata favorit wisatawan yang berkunjung ke Pacitan.

Goa Tabuhan Pacitan berlokasi sekitar 9 kilometer dari Goa Gong dan dapat ditempuh sekitar 18 menit menggunakan kendaraan. Wisata Goa Tabuhan berada di Desa Wareng, Kecamatan Punung, dan menjadi pilihan wisata alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan gua sekaligus mempelajari sejarahnya.

Destinasi wisata Goa Tabuhan Pacitan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk wisata ini tergolong terjangkau, yakni Rp10.000 per orang, sementara tarif parkir mobil sekitar Rp5.000. Area parkir memang tidak terlalu luas, namun lokasinya cukup dekat dengan loket tiket sehingga memudahkan pengunjung.

Keunikan Stalaktit Menghasilkan Nada Musik

Salah satu daya tarik utama Goa Tabuhan Pacitan adalah formasi stalaktit yang mampu mengeluarkan bunyi nada berbeda ketika dipukul. Fenomena ini menjadi ciri khas yang membedakan Goa Tabuhan dari gua lainnya di Pacitan.

Stalaktit di mulut gua memiliki bentuk unik dan tersusun alami selama ratusan tahun. Pengunjung bahkan diperbolehkan mendengar bunyi stalaktit dengan bantuan juru kunci yang memahami teknik memukul batu secara tepat. Namun, wisatawan tetap dilarang memegang atau merusak batuan tersebut demi menjaga kelestarian alam.

Selain nilai keunikan alam, jalur eksplorasi Goa Tabuhan juga sudah dilengkapi dengan jalan semen sehingga relatif mudah dilalui pengunjung. Meski begitu, wisatawan tetap diminta berhati-hati karena beberapa bagian lantai cukup licin akibat tetesan air dari stalaktit.

Memiliki Nilai Sejarah dan Legenda

Goa Tabuhan tidak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang menarik. Gua ini ditemukan oleh Kyai Santiko pada tahun 1852, saat kondisinya masih tertutup semak belukar.

Menurut cerita masyarakat setempat, salah satu ruangan di dalam Goa Tabuhan dipercaya pernah menjadi tempat pertapaan Sentot Alibasyah Prawirodirjo, panglima perang dari Pangeran Diponegoro. Ruangan tersebut memiliki jalur masuk yang lebih sempit dan lembap dibandingkan bagian utama gua.

Untuk menuju lokasi pertapaan tersebut, pengunjung harus sedikit membungkuk saat melewati celah batuan. Area tersebut juga dikenal dengan sebutan gua pertapaan yang menambah nilai historis Goa Tabuhan Pacitan.

Struktur Gua Terbagi Dua Ruangan

Goa Tabuhan memiliki dua ruangan utama dengan karakteristik berbeda. Ruangan pertama merupakan area yang lebih luas dan menjadi lokasi utama stalaktit yang dapat menghasilkan nada musik. Area ini menjadi pusat aktivitas wisatawan karena lebih aman dan mudah diakses.

Sementara itu, ruangan kedua memiliki jalur yang lebih sempit dengan kondisi udara lebih lembap. Untuk memasuki ruangan ini, pengunjung harus menuruni jalur sekitar 40 meter ke dalam gua. Meski tidak seluas ruangan pertama, area ini tetap menyuguhkan panorama alam yang eksotis.

Di beberapa titik dalam gua, terdapat tetesan air jernih yang bisa digunakan pengunjung untuk mencuci tangan atau kaki. Air tersebut berasal dari proses alami tetesan batuan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Wisata Edukasi Alam dan Sejarah

Selain keindahan alam, Goa Tabuhan juga menjadi destinasi wisata edukatif. Di area pintu masuk tersedia papan informasi yang menjelaskan tentang sejarah gua, ilmu speleologi, serta arkeologi yang berkaitan dengan kawasan tersebut.

Pengelola wisata juga rutin mengadakan kegiatan unik berupa pertunjukan musik tradisional menggunakan stalaktit sebagai alat musik alami. Aktivitas tersebut biasanya digelar dalam waktu tertentu dan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Setelah menyusuri bagian dalam gua, pengunjung dapat menikmati area luar yang menyediakan spot foto, termasuk ayunan yang berada di sekitar pintu keluar gua. Spot tersebut sering dimanfaatkan wisatawan untuk mengabadikan momen liburan.

Dengan kombinasi keindahan alam, nilai sejarah, serta fenomena stalaktit bernada, Goa Tabuhan Pacitan menjadi destinasi wisata yang cocok bagi pecinta alam dan sejarah. Lokasinya yang tidak jauh dari Goa Gong membuat wisatawan dapat mengunjungi dua destinasi sekaligus dalam satu perjalanan.

Editor : Novica Satya Nadianti
#goa gong pacitan #Wisata alam Pacitan Jawa Timur #wisata goa pacitan #Goa Tabuhan Pacitan #stalaktit bernada