Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Libur Imlek 2026, Suasana Malioboro Jogja Membludak! Alun-Alun Kidul hingga Titik 0 Km Dipadati Wisatawan

Ingge Nayla Ayu Karina • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:32 WIB
Suasana Malioboro Jogja saat libur Imlek 2026 membludak. Dari Alun-Alun Kidul hingga Titik 0 Km dipadati wisatawan.
Suasana Malioboro Jogja saat libur Imlek 2026 membludak. Dari Alun-Alun Kidul hingga Titik 0 Km dipadati wisatawan.

 

RADAR TRENGGALEK - Suasana Malioboro Jogja saat libur Imlek 2026 terpantau membludak pada Minggu malam, 15 Februari 2026.

Baca Juga: Pantai Pangi Blitar Selatan Kian Populer, Dijuluki Teluk Alami dengan Sungai Tenang dan Spot Camping Favorit

Long weekend Tahun Baru Imlek membuat kawasan pusat wisata Kota Yogyakarta ini dipadati ribuan wisatawan dari luar daerah.

 

Sejak sore hingga malam hari, suasana Malioboro Jogja terlihat ramai, mulai dari Alun-Alun Kidul hingga kawasan Titik 0 Km.

 

Pantauan di lapangan, lonjakan pengunjung sudah terasa sejak kawasan Alun-Alun Selatan atau yang akrab disebut Alkit.

 

Ruang publik yang berada di belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menjadi titik awal keramaian.

 

Wisatawan menikmati suasana malam dengan aneka kuliner kaki lima dan sepeda hias berlampu warna-warni.

 

Jalur Menuju Malioboro Mulai Padat

Dari Alkit, arus kendaraan mengalir ke Jalan Wijilan yang dikenal sebagai sentra Gudeg Wijilan sejak 1942.

 

Kawasan ini tetap menjadi favorit wisata kuliner malam.

 

Memasuki Jalan Brigjen Katamso hingga Jalan Mataram, lalu lintas terpantau ramai lancar.

 

Namun kepadatan mulai terasa ketika kendaraan mendekati Jalan Abu Bakar Ali yang menjadi salah satu akses utama menuju Malioboro.

 

Di titik ini, antrean kendaraan tampak mengular akibat tingginya volume wisatawan yang ingin masuk kawasan Malioboro.

 

Mall Malioboro dan Plaza Malioboro pun terlihat dipadati pengunjung.

 

Ornamen lampion merah menghiasi pintu masuk pusat perbelanjaan dalam rangka perayaan Imlek 2026.

 

Malioboro, Ikon Wisata Malam Jogja

Memasuki Jalan Malioboro, suasana Malioboro Jogja benar-benar menunjukkan denyut pariwisata kota ini.

 

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 900 meter tersebut dipenuhi wisatawan yang berjalan kaki menikmati suasana malam.

 

Lampion merah terpasang di sepanjang jalan, memperkuat nuansa Tahun Baru Imlek.

 

Plakat bertuliskan Jalan Malioboro menjadi spot foto paling diburu wisatawan.

 

Tak sedikit pengunjung yang rela antre demi mengabadikan momen liburan.

 

Andong wisata, kendaraan tradisional khas Yogyakarta, juga terlihat hilir mudik membawa penumpang menyusuri kawasan ikonik ini.

 

Bagian dari Sumbu Filosofi Dunia

Jalan Malioboro merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang menghubungkan Panggung Krapyak, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Tugu Pal Putih.

 

Sumbu filosofi ini telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada 19 September 2023 dengan tajuk The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks.

 

Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan posisi Malioboro sebagai pusat kebudayaan sekaligus destinasi wisata unggulan.

 

Selain wisata belanja dan kuliner, tren foto menggunakan busana adat Jawa juga semakin populer.

 

Dengan tarif berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000, wisatawan bisa berfoto mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan aksesorisnya.

 

Ketandan dan Pekan Budaya Tionghoa

Keramaian juga terasa di kawasan Ketandan yang dikenal sebagai kampung Pecinan bersejarah di pusat Kota Jogja.

 

Gapura khas Tionghoa menjadi latar favorit wisatawan.

 

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-21 dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di kawasan ini.

 

Dari Ketandan, arus wisatawan terus bergerak menuju Titik 0 Km Yogyakarta.

 

Kawasan ini menjadi pusat pertemuan empat ruas jalan utama dan dikelilingi bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar, Gedung BNI 46, Bank Indonesia, Museum Benteng Vredeburg, serta Gedung Agung.

 

Pada malam libur panjang ini, area Titik 0 Km tampak penuh oleh pengunjung yang duduk santai di area pedestrian.

 

Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan fasilitas air minum gratis di lima titik pedestrian Malioboro dengan teknologi penyaringan modern.

 

Kepadatan wisatawan saat libur panjang Imlek 2026 menunjukkan bahwa suasana Malioboro Jogja tetap menjadi magnet utama pariwisata nasional.

 

Meski beberapa hari terakhir hujan kerap mengguyur Kota Jogja pada malam hari, kondisi cuaca relatif bersahabat sehingga aktivitas wisata berjalan lancar.

Baca Juga: Pesona Goa Tetes Lumajang, Surga Tersembunyi di Lereng Semeru dengan Air Terjun Eksotis dan Tiket Super Murah

Lonjakan pengunjung diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir masa long weekend.

 

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, disarankan datang lebih awal dan memanfaatkan transportasi umum untuk menghindari kepadatan kendaraan.

 

Malioboro kembali membuktikan diri sebagai jantung pariwisata Yogyakarta yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Titik 0 Km Yogyakarta #Ketandan Malioboro #libur imlek 2026 #suasana Malioboro Jogja #Plaza Malioboro