Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wisata Dieng Bersama Keluarga, Jelajah Candi Arjuna hingga Batu Ratapan Angin yang Sarat Cerita

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:35 WIB

Wisata Dieng bersama keluarga, jelajah Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna hingga Batu Ratapan Angin yang penuh sejarah. Pinterest
Wisata Dieng bersama keluarga, jelajah Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna hingga Batu Ratapan Angin yang penuh sejarah. Pinterest

JAKARTA – Wisata Dieng bukan sekadar perjalanan menikmati alam pegunungan. Dataran tinggi di Jawa Tengah ini menyimpan jejak sejarah, nilai religi, hingga kisah legenda yang membuat setiap sudutnya terasa hidup. Pengalaman itu tergambar dalam catatan perjalanan keluarga yang menjelajahi sejumlah destinasi unggulan wisata Dieng, mulai dari kompleks candi hingga panorama telaga dari ketinggian.

Dieng Plateau kerap disebut sebagai negeri di atas awan. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, kawasan wisata Dieng menawarkan udara sejuk, lanskap vulkanik aktif, serta warisan budaya dari masa Mataram Kuno. Tak heran jika kawasan ini selalu menjadi magnet wisatawan, baik pasangan muda maupun keluarga.

Pada hari kedua perjalanan, keluarga wisatawan kembali mendatangi salah satu ikon utama wisata Dieng, yakni Candi Arjuna. Kawasan ini mulai dibuka pagi hari dengan harga tiket Rp20 ribu per orang yang sudah terintegrasi dengan kunjungan ke kawah di sekitarnya.

Candi Arjuna, Jejak Sejarah di Negeri Para Dewa

Kompleks Candi Arjuna dikenal sebagai kawasan candi Hindu terluas di Dieng, dengan area mencapai sekitar satu hektare. Sebelum memasuki area candi, pengunjung diwajibkan mengenakan kain batik yang diikat di pinggang sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan tempat ibadah umat Hindu tersebut.

Menurut catatan sejarah, Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks ini pertama kali ditemukan pada abad ke-18 dan sempat terendam air selama puluhan tahun sebelum dilakukan pemugaran. Selain Candi Arjuna sebagai bangunan utama, kawasan ini juga memiliki Candi Srikandi, Puntadewa, Semar, dan Bima.

Pada musim kemarau, kawasan wisata Dieng kerap dihiasi embun upas atau embun es. Fenomena alam ini muncul saat suhu turun mendekati nol derajat Celsius, menciptakan kristal es tipis di rerumputan sekitar candi.

Menyaksikan Kawah Aktif di Kawah Sikidang

Dari Candi Arjuna, perjalanan dilanjutkan menuju Kawah Sikidang yang hanya berjarak sekitar enam menit. Kawah ini menjadi salah satu objek unggulan wisata Dieng karena letaknya mudah dijangkau dan berada di area tanah datar.

Kawah Sikidang dikenal dengan fenomena kawah berpindah, di mana semburan lumpur panas dan gas belerang bisa muncul di titik yang berbeda. Aroma belerang cukup menyengat, sehingga pengunjung disarankan mengenakan masker dan tidak berlama-lama berada di area kawah demi keamanan.

Berburu Panorama dari Batu Ratapan Angin

Destinasi berikutnya adalah Batu Ratapan Angin, sebuah gardu pandang yang menawarkan panorama Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian. Meski harus menaiki banyak anak tangga, rasa lelah terbayar lunas oleh pemandangan dua telaga yang kontras.

Telaga Warna dikenal karena airnya dapat berubah warna akibat kandungan sulfur, sementara Telaga Pengilon memiliki air jernih seperti cermin. Di balik keindahannya, Batu Ratapan Angin juga menyimpan legenda tentang kisah cinta terlarang yang dipercaya masyarakat setempat.

Telaga Warna dan Surga Kuliner Dieng

Perjalanan wisata Dieng dilanjutkan ke Telaga Warna. Saat musim kemarau, permukaan air telaga terlihat lebih surut, namun tetap memancarkan pesona eksotis. Di sekitar kawasan ini, wisatawan bisa menikmati jajanan UMKM dan bersantai di jalur pejalan kaki yang rindang.

Tak lengkap rasanya ke Dieng tanpa mencicipi kuliner khas seperti mi ongklok, tempe kemul, serta membeli oleh-oleh manisan carica dan teh Tambi. Kuliner ini menjadi bagian penting dari pengalaman wisata keluarga di Dieng.

Penutup Perjalanan di Batu Angkruk

Sebagai penutup, keluarga wisatawan mengunjungi Batu Angkruk, destinasi populer untuk menikmati senja. Meski tak menunggu matahari terbenam, suasana santai dengan minuman hangat dan spot foto instagramable menjadi penutup manis perjalanan wisata Dieng yang penuh kesan.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#telaga warna #candi arjuno Dieng #Wisata Dieng