JAKARTA – Wisata Dieng masih menjadi destinasi favorit di Jawa Tengah karena menyuguhkan paket lengkap wisata alam, sejarah, dan fenomena alam unik dalam satu kawasan. Dengan tiket terjangkau, wisatawan bisa menikmati langsung ikon-ikon utama wisata Dieng, mulai dari kompleks candi Hindu hingga kawah aktif yang masih bergolak.
Pengalaman menjelajah wisata Dieng tergambar dari perjalanan seorang travel vlogger yang mengawali eksplorasi sejak pagi hari. Dari kawasan dataran tinggi Dieng, ia menyusuri satu per satu objek wisata unggulan yang lokasinya saling terhubung dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Perjalanan dimulai dari kawasan perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, tepatnya di area Tugu Dieng. Dari titik ini, wisatawan hanya perlu berjalan sekitar 50 meter untuk mencapai pintu masuk utama kompleks candi, menjadikan wisata Dieng ramah bagi semua kalangan.
Candi Arjuna, Ikon Sejarah di Wisata Dieng
Destinasi pertama adalah Candi Arjuna, salah satu situs sejarah tertua di Pulau Jawa. Kompleks candi ini berada di kawasan dataran tinggi dengan hamparan rumput luas dan udara sejuk khas pegunungan.
Candi Arjuna merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Di dalam kawasan ini terdapat beberapa bangunan candi lain seperti Candi Srikandi, Puntadewa, Semar, dan Bima. Pengunjung diwajibkan mengenakan kain batik yang disediakan pengelola sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan kesakralan situs.
Saat musim kemarau, kawasan wisata Dieng sering mengalami suhu ekstrem. Bahkan, suhu bisa turun hingga mendekati nol derajat Celsius dan memunculkan fenomena embun es atau embun upas yang membuat rumput di sekitar candi tampak memutih.
Jalan Kaki Menuju Kawah Sikidang
Usai dari Candi Arjuna, perjalanan dilanjutkan menuju Kawah Sikidang. Jarak dari kompleks candi sekitar dua kilometer dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri perkampungan warga dan deretan homestay.
Sepanjang jalur tersebut, wisatawan disuguhi pemandangan penginapan unik, glamping, hingga rumah warga yang tertata rapi. Jalur ini juga relatif nyaman karena udara Dieng yang sejuk membuat perjalanan kaki tidak terasa melelahkan.
Kawah Aktif yang Masih Bergolak
Kawah Sikidang menjadi salah satu ikon utama wisata Dieng. Kawah ini dikenal dengan aktivitas geothermal yang masih sangat aktif. Semburan uap panas, lumpur mendidih, dan aroma gas yang menyengat menjadi ciri khasnya.
Untuk mencapai kawah utama, pengunjung harus melewati jembatan kayu yang dikenal sebagai Jembatan Kahyangan. Dari sini, wisatawan seakan berjalan di atas awan karena kepulan asap kawah terlihat jelas di bawah jembatan.
Pengelola kawasan mengimbau pengunjung untuk selalu menggunakan masker, tidak merokok, serta mengikuti jalur yang telah ditentukan demi keselamatan.
Tiket Terusan, Murah dan Praktis
Menariknya, wisata Dieng menawarkan sistem tiket terusan. Dengan tarif Rp30 ribu per orang, wisatawan sudah bisa mengunjungi Candi Arjuna dan Kawah Sikidang sekaligus. Harga ini dinilai sangat terjangkau dibanding pengalaman wisata yang ditawarkan.
Pada hari biasa, kawasan wisata cenderung sepi dan nyaman untuk eksplorasi. Namun saat akhir pekan atau musim liburan, jumlah pengunjung meningkat signifikan.
Dieng, Perpaduan Alam dan Budaya
Sebagai kawasan Dataran Tinggi Dieng, Dieng tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang kuat. Inilah yang membuat Dieng selalu dirindukan wisatawan, baik untuk perjalanan singkat maupun liburan keluarga.
Dengan akses mudah, tiket murah, dan destinasi yang saling berdekatan, wisata Dieng menjadi pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus jejak peradaban kuno di Jawa Tengah.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh