TRENGGALEK NJENGGELEK - Hotel Amanjiwo Borobudur kembali menjadi sorotan setelah seorang konten kreator membagikan pengalamannya mengunjungi hotel mewah tersebut.
Dengan tarif yang bisa mencapai puluhan juta rupiah per malam, Hotel Amanjiwo Borobudur dikenal sebagai salah satu resort paling eksklusif di Indonesia.
Dalam video yang beredar, Lidia, seorang travel vlogger, mengaku penasaran dengan Hotel Amanjiwo Borobudur yang disebut-sebut memiliki harga fantastis, mulai dari kisaran USD yang jika dirupiahkan bisa mencapai sekitar Rp23 juta per malam, tergantung tipe kamar dan kurs dolar.
Dari luar saja, kemegahan Hotel Amanjiwo Borobudur sudah terasa. Arsitekturnya megah, menyerupai kerajaan dengan sentuhan budaya Jawa yang kental.
Tak heran jika banyak wisatawan menyebutnya sebagai resort mewah dengan konsep budaya dan alam yang berpadu sempurna.
Arsitektur Megah Bernuansa Kerajaan Jawa
Hotel Amanjiwo Borobudur berada di kawasan Magelang, tak jauh dari Candi Borobudur.
Lokasinya yang strategis membuat tamu bisa menikmati panorama alam sekaligus kemegahan situs warisan dunia tersebut.
Dari tampilan eksterior, bangunan hotel ini didominasi batu alam dengan desain simetris dan kubah khas yang terinspirasi dari arsitektur Borobudur.
Nuansa kejawaannya semakin terasa karena sebagian besar staf mengenakan busana tradisional Jawa, menciptakan pengalaman autentik bagi para tamu.
Meski tarif menginapnya tergolong mahal, Lidia memilih datang hanya untuk makan di restoran hotel.
Ia mengaku ingin merasakan atmosfer mewah Amanjiwo tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk bermalam.
Untuk bisa menikmati suasana dan fasilitas restoran, minimal pengeluaran disebut sekitar Rp650 ribu.
Restoran dengan View Alam yang Memukau
Restoran Hotel Amanjiwo Borobudur menawarkan pemandangan alam yang memanjakan mata.
Hamparan hijau perbukitan dan lanskap pedesaan terlihat jelas dari area makan. Konsep terbuka membuat pengunjung benar-benar merasa menyatu dengan alam.
Menu yang dipesan Lidia adalah steak dengan sentuhan saus mangga. Sambil menunggu makanan datang, ia memanfaatkan waktu untuk menikmati suasana serta mengabadikan momen.
Banyak pengunjung memanfaatkan area restoran untuk sekadar bersantai atau menikmati sunset.
Kamar Deluxe yang Luas Tanpa TV
Rasa penasaran membawa Lidia untuk melihat langsung kamar tipe deluxe. Ia menyebut kamar tersebut sebagai tipe “kecil”, meski ukurannya sudah sangat luas layaknya villa pribadi.
Interior kamar didominasi warna natural dengan pencahayaan lembut. Dari dalam kamar, tamu bisa langsung menikmati pemandangan alam yang asri.
Kamar mandi dilengkapi bathtub dan shower terpisah, serta perlengkapan mandi premium. Bahkan, tersedia lilin aromaterapi dan telepon di area toilet.
Menariknya, Hotel Amanjiwo Borobudur tidak menyediakan televisi di kamar secara default.
Konsep ini sengaja dihadirkan agar tamu benar-benar fokus pada ketenangan dan suasana alam.
Jika ingin televisi, tamu disebut harus menyewa dengan biaya tambahan sekitar USD 200.
Konsep ini mempertegas positioning Amanjiwo sebagai resort healing dan honeymoon.
Banyak wisatawan mancanegara memilih menginap di sini untuk merasakan ketenangan khas pedesaan Jawa yang dipadukan dengan layanan kelas dunia.
Pelayanan Kelas Dunia
Selain fasilitas fisik, pelayanan menjadi nilai unggulan Hotel Amanjiwo Borobudur. Lidia mengaku terkesan dengan keramahan staf yang bersedia menunjukkan kamar meski dirinya tidak menginap.
Pelayanan personal, suasana privat, serta eksklusivitas menjadi daya tarik utama resort ini.
Tidak sedikit tamu asing yang memanfaatkan waktu untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan menikmati aktivitas lokal.
Bagi yang ingin merasakan sensasi menginap di hotel mahal sekelas Amanjiwo, pengalaman ini memang membutuhkan persiapan finansial yang matang.
Namun, sekadar menikmati makan siang atau makan malam di restorannya pun sudah cukup memberi gambaran kemewahan dan ketenangan yang ditawarkan.
Dengan kombinasi arsitektur megah, pemandangan alam, layanan premium, serta kedekatannya dengan Candi Borobudur, tak heran jika Hotel Amanjiwo Borobudur menjadi destinasi impian banyak orang.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan