TRENGGALEK NJENGGELEK - Kuliner Malioboro Jogja kembali menjadi sorotan setelah pengalaman wisata kuliner pasangan turis asal Korea ini viral di media sosial. Dalam perjalanan mereka dari Wonosobo menuju Yogyakarta, berbagai cerita menarik hingga rekomendasi makanan legendaris di kawasan Malioboro sukses mencuri perhatian.
Perjalanan dimulai dengan pengalaman unik saat mereka mengandalkan aplikasi navigasi menuju Jogja. Sempat tersasar ke gang sempit karena mengikuti rute yang kurang tepat, mereka akhirnya mengganti aplikasi dan menemukan jalur yang lebih nyaman. Setelah perjalanan sekitar dua jam lebih, pasangan ini akhirnya tiba di kawasan Malioboro yang terkenal sebagai pusat wisata dan kuliner.
Sesampainya di Jogja, mereka memilih menginap di hotel sekitar Malioboro. Menurut mereka, hotel tersebut menawarkan harga yang cukup terjangkau dengan fasilitas luas dan nyaman, menjadikannya salah satu pilihan terbaik dibanding hotel lain yang pernah mereka coba di kawasan tersebut.
Kuliner Pagi: Soto Ayam Kampung Jadi Favorit
Petualangan kuliner Malioboro Jogja dimulai sejak pagi hari. Mereka mengunjungi salah satu warung makan yang ramai pengunjung. Menu andalan di tempat tersebut adalah soto ayam kampung yang disajikan dengan kuah khas Jogja yang cenderung manis.
Selain soto, mereka juga mencoba berbagai lauk seperti tempe bacem, tahu, dan perkedel. Harga makanan yang relatif terjangkau menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka mengaku terkejut dengan cita rasa soto yang berbeda dari ekspektasi, namun tetap lezat dan ringan disantap sebagai menu sarapan.
Tak hanya itu, minuman tradisional dengan warna unik juga menarik perhatian mereka. Meski awalnya mengira minuman tersebut manis seperti dessert, ternyata rasanya lebih ringan dan menyegarkan.
Kopi dan Roti Legendaris Malioboro
Setelah sarapan, perjalanan kuliner Malioboro Jogja berlanjut ke sebuah kafe legendaris yang telah berdiri sejak lama. Kafe ini dikenal dengan menu kopi rempah yang unik serta aneka roti klasik.
Salah satu menu yang mereka coba adalah kopi susu rempah dan banana bread. Roti tersebut memiliki tekstur lembut dengan cita rasa kayu manis yang khas. Mereka menyebut rasa roti ini “legendaris” karena berbeda dari roti modern yang cenderung terlalu manis.
Kafe tersebut juga memiliki sejarah panjang sejak tahun 1935, menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana klasik Jogja. Kombinasi kopi dan roti di tempat ini dinilai sangat cocok untuk bersantai di tengah ramainya Malioboro.
Bistik dan Yamin Jadi Bintang Utama
Puncak pengalaman kuliner Malioboro Jogja mereka terjadi saat mengunjungi restoran legendaris yang ramai pengunjung. Di tempat ini, menu bistik menjadi rekomendasi utama.
Bistik disajikan dengan potongan daging, sayuran, dan saus khas yang kaya rasa. Mereka bahkan mencoba versi “double” dengan porsi daging lebih banyak. Hasilnya, menu ini langsung menjadi favorit karena cita rasanya yang unik dan belum pernah mereka temui sebelumnya.
Selain bistik, mie yamin juga menjadi kejutan. Mereka mencoba varian manis pedas yang ternyata sangat cocok di lidah. Tekstur mie yang kenyal dengan bumbu khas membuat menu ini layak direkomendasikan.
Tak ketinggalan, es teler dengan topping buah segar dan durian melengkapi santapan mereka. Minuman ini dinilai sangat menyegarkan, terutama dengan kombinasi buah nangka, nanas, dan jelly.
Malioboro, Surga Kuliner yang Tak Pernah Sepi
Pengalaman pasangan turis ini menegaskan bahwa kuliner Malioboro Jogja memang tak pernah kehilangan pesonanya. Dari makanan tradisional hingga kafe legendaris, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang unik.
Ramainya pengunjung di setiap tempat makan juga menjadi bukti bahwa kawasan ini tetap menjadi destinasi utama wisata kuliner di Yogyakarta. Bahkan, banyak menu yang direkomendasikan warga lokal terbukti memiliki cita rasa autentik dan layak dicoba.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja, Malioboro bukan hanya tempat belanja, tetapi juga surga kuliner yang menyimpan banyak cerita dan kelezatan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella