TRENGGALEK NJENGGELEK - Wisata Purwakarta kini semakin dilirik sebagai destinasi liburan singkat yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari alam yang menenangkan hingga kuliner legendaris yang menggoda. Kota yang dikenal sederhana ini justru menyimpan pesona yang sulit dilupakan.
Perjalanan wisata Purwakarta biasanya dimulai dari kota terdekat seperti Bandung. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, perjalanan menuju Purwakarta terasa nyaman dan menyenangkan. Sepanjang perjalanan, suasana kota perlahan berganti menjadi pemandangan alam yang hijau dan menenangkan.
Salah satu daya tarik utama wisata Purwakarta adalah kuliner khasnya. Tak lengkap rasanya berkunjung tanpa mencicipi sate maranggi yang legendaris. Nama Sate Maranggi Haji Yeti sudah sangat populer dan menjadi tujuan wajib bagi wisatawan. Berdiri sejak awal 1990-an, tempat makan ini konsisten menjaga cita rasa khas yang membuatnya tetap eksis hingga sekarang.
Sate Maranggi Legendaris yang Menggoda
Sate Maranggi Haji Yeti dikenal dengan bumbu khas yang meresap hingga ke dalam daging. Pilihan menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari sate sapi, ayam, hingga kambing. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati nasi tutug oncom yang menjadi pelengkap sempurna.
Harga makanan di sini tergolong ramah di kantong. Nasi tutug oncom dibanderol sekitar Rp20.000, sementara menu lain seperti sop atau iga berada di kisaran Rp40.000. Cita rasa yang kuat dengan sentuhan pedas dan gurih menjadi daya tarik utama kuliner ini.
Ngopi Santai di Hutan Jati
Setelah menikmati kuliner khas, wisata Purwakarta berlanjut ke suasana yang lebih tenang. Hutan Jati Cafe Angelato menjadi tempat yang cocok untuk bersantai sejenak. Dikelilingi pepohonan jati yang tinggi, suasana di tempat ini terasa sejuk dan damai.
Menu andalan di kafe ini adalah kopi dengan konsep unik, di mana es batu dipisahkan sehingga tidak mengurangi rasa kopi. Cocok bagi pecinta kopi manis yang ingin menikmati suasana alam yang menenangkan.
Parang Gombong, Surga Alam yang Menenangkan
Destinasi wisata Purwakarta berikutnya adalah Parang Gombong. Lokasi ini berjarak sekitar satu jam dari pusat kota dan menawarkan pemandangan alam yang memukau. Hamparan rumput hijau, perbukitan, serta Waduk Jatiluhur menjadi panorama utama di kawasan ini.
Tiket masuk ke Parang Gombong cukup terjangkau, yakni Rp10.000 per orang dan Rp5.000 untuk kendaraan roda dua. Bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia area camping dengan biaya sekitar Rp25.000.
Di tempat ini, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berfoto, naik perahu, hingga sekadar menikmati suasana sore yang tenang. Meski akses jalan di beberapa titik masih perlu perbaikan, keindahan alamnya tetap menjadi daya tarik utama.
Air Mancur Sri Baduga, Ikon Purwakarta
Wisata Purwakarta juga identik dengan Air Mancur Sri Baduga, yang dikenal sebagai salah satu air mancur terbesar di Asia Tenggara. Dibangun sejak 2013 dan diresmikan pada 2017, tempat ini menjadi ikon wisata modern di Purwakarta.
Namun, pertunjukan air mancur tidak selalu berlangsung setiap hari. Umumnya hanya digelar pada malam tertentu seperti akhir pekan atau momen spesial. Meski demikian, kawasan di sekitarnya tetap menarik untuk dikunjungi.
Pasar Sasagaran yang Viral
Hari berikutnya, perjalanan wisata Purwakarta berlanjut ke Pasar Sasagaran yang tengah viral. Pasar ini menawarkan suasana tradisional yang kental, lengkap dengan jajanan khas Sunda.
Pengunjung bisa menemukan berbagai makanan seperti kue tradisional, gorengan, hingga minuman segar. Berlokasi di tengah area persawahan dan pepohonan jati, pasar ini memberikan pengalaman unik seolah kembali ke masa lalu.
Pasar Sasagaran buka setiap akhir pekan dan menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari saat suasana masih segar dan belum terlalu ramai.
Destinasi Singkat dengan Kenangan Panjang
Dalam waktu dua hari satu malam, wisata Purwakarta mampu menghadirkan pengalaman lengkap. Mulai dari kuliner legendaris, kafe bernuansa alam, hingga wisata alam yang menenangkan.
Kota ini membuktikan bahwa destinasi tidak harus megah untuk meninggalkan kesan mendalam. Dengan kehangatan warganya dan keindahan alamnya, Purwakarta layak masuk daftar tujuan liburan berikutnya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella