TRENGGALEK NJENGGELEK– Desa unik di puncak gunung Gresik menjadi sorotan setelah keindahan Bukit Surowiti viral di media sosial. Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan ini menawarkan pengalaman wisata berbeda dengan pemandangan alam yang memukau sekaligus kehidupan masyarakat di atas bukit.
Keunikan desa di puncak gunung Gresik ini terletak pada keberadaan Desa Surowiti yang berdiri tepat di atas bukit. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalur menanjak dan berkelok seperti ular, yang menjadi tantangan tersendiri sekaligus daya tarik bagi wisatawan.
Tak hanya panorama, suasana pedesaan yang masih asri membuat Bukit Surowiti menjadi destinasi favorit bagi pencari ketenangan. Aktivitas warga yang tetap berjalan normal di ketinggian ini menambah pengalaman unik bagi para pengunjung.
Akses Menantang dengan Jalur Ekstrem
Perjalanan menuju puncak Bukit Surowiti bukanlah hal mudah. Jalur yang curam dan berkelok menuntut kehati-hatian, terutama bagi pengendara motor. Bahkan, mobil tidak bisa mencapai area puncak karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak.
Sebagai alternatif, pengunjung biasanya menggunakan jasa ojek lokal. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 tergantung titik tujuan. Meski menantang, perjalanan ini terbayar lunas dengan pemandangan indah dari atas bukit.
Setibanya di puncak, hamparan panorama alam langsung terlihat jelas. Dari ketinggian, pengunjung bisa menikmati lanskap luas wilayah Gresik yang tampak dari kejauhan.
Kehidupan Warga di Atas Puncak
Menariknya, Desa Surowiti bukan sekadar destinasi wisata, melainkan kawasan hunian aktif. Rumah-rumah warga berdiri kokoh di atas bukit dengan kondisi yang tergolong layak dan bahkan cukup besar.
Aktivitas masyarakat pun berjalan seperti biasa. Anak-anak bermain, warga bercengkerama, hingga kegiatan sehari-hari seperti memasak dan berkebun tetap berlangsung di tengah medan yang menantang.
Meski berada di puncak, fasilitas seperti sinyal telekomunikasi sudah tersedia. Hal ini membuat desa tetap terhubung dengan dunia luar, sekaligus memudahkan wisatawan untuk berbagi pengalaman di media sosial.
Nuansa Religi dan Jejak Sejarah
Bukit Surowiti juga dikenal memiliki nilai religi yang kuat. Di kawasan ini terdapat jalan bernama Jalan Sunan Kalijaga yang menguatkan nuansa spiritual di lingkungan desa.
Bahkan, masyarakat setempat meyakini adanya keterkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Songo yang sangat dihormati dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa.
Tak jauh dari permukiman, terdapat area pemakaman dengan ciri khas nisan yang ditutup kain mori, menambah kesan tradisional dan sakral di kawasan tersebut.
Spot Favorit Menikmati Panorama
Puncak Bukit Surowiti menjadi spot utama bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam. Meski area puncaknya tidak terlalu luas, tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang ingin bersantai atau sekadar berfoto.
Dari atas, terlihat jelas perkampungan di bawah serta bentang alam yang luas. Suasana sore hari menjadi waktu favorit karena menghadirkan pemandangan matahari yang mulai terbenam.
Selain itu, terdapat tulisan ikonik “I Love You Surowiti” yang menjadi spot foto favorit wisatawan.
Tips Berkunjung ke Bukit Surowiti
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua atau memanfaatkan jasa ojek. Pastikan kondisi fisik prima karena jalur cukup menguras tenaga.
Selain itu, perhatikan waktu kunjungan. Meski tidak ada portal ketat, loket wisata biasanya memiliki jam operasional tertentu. Datang di sore hari juga memberikan pengalaman terbaik untuk menikmati panorama.
Dengan segala keunikan yang dimiliki, desa di puncak gunung Gresik ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Kombinasi antara keindahan alam, kehidupan warga, dan nuansa religi menjadikan Bukit Surowiti sebagai permata tersembunyi di Jawa Timur.
Editor : Fadhilah Salsa Bella