JAKARTA - Wisata Dieng masih dipadati pengunjung meski masa libur Lebaran mulai berakhir. Suasana sejuk khas dataran tinggi dengan suhu mencapai 7 derajat Celsius tetap menjadi daya tarik utama wisatawan untuk datang ke kawasan Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Selain panorama pegunungan yang indah, Wisata Dieng juga menawarkan pengalaman menikmati udara pagi yang segar, hamparan ladang pertanian, hingga wisata sejarah di Kompleks Candi Arjuna. Tidak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat musim kemarau yang identik dengan fenomena embun upas.
Fenomena embun upas atau embun es memang menjadi salah satu magnet wisata paling populer di Dieng. Banyak wisatawan sengaja datang pada bulan Juni hingga Agustus untuk menyaksikan rumput dan tanaman yang membeku akibat suhu ekstrem dingin di pagi hari.
Suasana pagi di Dieng Kulon tampak cerah dengan latar Gunung Prau dan Gunung Sindoro yang terlihat jelas dari sejumlah titik wisata. Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Bukit Skoter.
Baca Juga: Tol Kayangan Dieng, Jalan Setapak 3 Meter dengan Panorama Negeri di Atas Awan
Bukit Skoter Jadi Spot Favorit Camping dan Sunrise
Bukit Skoter kini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati panorama alam Dieng dari ketinggian. Lokasinya menawarkan pemandangan pegunungan, area camping, hingga panorama garis pantai utara Jawa yang terlihat dari kejauhan saat cuaca cerah.
Area parkir menuju Bukit Skoter dipenuhi kendaraan wisatawan dari berbagai daerah. Banyak pengunjung memilih berkemah untuk menikmati suasana malam dan sunrise khas Dieng.
Di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah kafe dan tempat nongkrong dengan konsep outdoor yang langsung menghadap pegunungan. Salah satunya adalah The Hilltop Cafe yang menjadi tempat favorit wisatawan menikmati kopi sambil melihat panorama alam.
Baca Juga: Wisata Alam Dieng Wonosobo: Mahaskai Batu Angkruk, Kawas Kidang, Candi Arjuna & Telaga Menjer
Harga tiket masuk Bukit Skoter tergolong terjangkau. Wisatawan hanya perlu membayar sekitar Rp10 ribu per orang, sedangkan tarif parkir motor Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu.
Menurut petugas setempat, jumlah pengunjung saat puncak libur Lebaran sempat membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Meski kini mulai berkurang, suasana wisata masih terlihat cukup ramai.
Kompleks Candi Arjuna Tetap Jadi Ikon Wisata Dieng
Setelah menikmati Bukit Skoter, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Candi Arjuna yang berada tidak jauh dari kawasan wisata utama Dieng.
Kompleks candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini tetap menjadi ikon Wisata Dieng yang paling banyak dikunjungi. Jalur pedestrian yang estetik dengan deretan pohon cemara membuat suasana di kawasan candi terasa semakin nyaman.
Pada pagi hari, wisatawan tampak memadati area candi untuk berfoto dan menikmati udara segar khas pegunungan. Di sisi lain, beberapa bangunan seperti Candi Semar masih menjalani proses pemugaran untuk menjaga kelestarian situs sejarah tersebut.
Keindahan Candi Arjuna semakin terasa saat matahari pagi mulai muncul dan menyinari area candi. Banyak wisatawan memanfaatkan momen itu untuk berburu foto dengan latar bangunan candi kuno dan pegunungan Dieng.
Ladang Kentang dan Aktivitas Petani Jadi Daya Tarik
Tidak hanya wisata alam dan sejarah, kehidupan masyarakat Dieng juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Di sekitar kawasan Candi Arjuna terdapat hamparan ladang kentang dan kubis yang menjadi sumber penghasilan utama warga setempat.
Wisatawan bisa melihat langsung aktivitas petani yang mulai bekerja sejak pagi hari. Beberapa warga tampak menyiapkan ramuan pupuk dan pestisida untuk tanaman kentang serta kubis yang tumbuh subur di dataran tinggi Dieng.
Pemandangan ladang pertanian dengan latar pegunungan hijau membuat suasana pagi di Dieng terasa sangat asri dan menenangkan. Aktivitas warga yang sederhana justru menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan perkotaan.
Embun Upas Diprediksi Muncul Lebih Lama
Masyarakat Dieng memperkirakan fenomena embun upas tahun ini akan berlangsung lebih lama karena musim kemarau diprediksi lebih panjang. Fenomena tersebut biasanya mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus.
Embun upas sendiri merupakan lapisan es tipis yang muncul di rumput dan tanaman akibat suhu dingin ekstrem pada malam hingga pagi hari. Meski berdampak pada pertanian warga, fenomena ini justru menjadi daya tarik wisata yang sangat dicari wisatawan.
Dengan keindahan alam, udara dingin, serta suasana khas pegunungan, Wisata Dieng tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah yang selalu menarik dikunjungi sepanjang tahun.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari