BULELENG - Pulau Dewata seolah tidak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pelancong dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Bagi Anda yang mencari alternatif wisata selain pantai, Bali bagian utara dan tengah menyimpan rahasia kecantikan yang luar biasa. Destinasi Hidden Gem Bali kini menjadi incaran bagi mereka yang merindukan ketenangan dan pengalaman eksplorasi alam yang otentik, jauh dari hiruk-pikuk pusat keramaian.
Salah satu permata tersembunyi yang wajib dikunjungi adalah Air Terjun Wana Ayu. Terletak di Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, air terjun ini menawarkan panorama alami yang masih sangat asri. Untuk mencapai titik lokasi, pengunjung harus menyiapkan fisik guna menuruni deretan anak tangga di tengah vegetasi hutan tropis yang rimbun dan pohon-pohon yang menjulang tinggi.
Keunikan Hidden Gem Bali yang satu ini terletak pada sumber airnya yang berasal langsung dari mata air perbukitan di sekitar Buleleng. Dengan ketinggian sekitar 30 meter, Air Terjun Wana Ayu memiliki kolam alami di bawahnya dengan kedalaman setinggi pinggang orang dewasa. Suasananya yang tenang dan suara alam yang dominan menjadikan tempat ini lokasi ideal untuk healing atau sekadar berendam menikmati kesegaran air pegunungan.
Baca Juga: 10 HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Redmi Note 15 5G hingga Realme 13 5G Jadi Buruan Anak Muda
Eksplorasi Keindahan Air Terjun Wana Ayu
Meskipun fasilitas di sekitar Air Terjun Wana Ayu masih tergolong minim karena lokasinya yang tersembunyi, hal inilah yang menjadi daya tarik utamanya. Pengunjung bisa melakukan tracking ringan sembari menikmati fotografi pemandangan dengan latar belakang hutan yang hijau. Biaya masuk yang terjangkau menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain dari keindahan alam Buleleng.
Setelah menikmati dinginnya air terjun di utara, perjalanan berlanjut menuju kawasan Ubud, tepatnya di Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Di sini terdapat sebuah situs suci yang dikenal dengan nama Pura Gunung Kawi Sebatu. Berbeda dengan situs purbakala lainnya, tempat ini merupakan Holy Spring Temple atau pura air yang telah eksis sejak abad ke-11 hingga ke-15 Masehi.
Ritual Melukat dan Ketenangan di Pura Gunung Kawi Sebatu
Pura Gunung Kawi Sebatu didedikasikan kepada Dewa Wisnu sebagai penjaga alam dan air. Begitu memasuki area pura, pengunjung akan disambut oleh kolam-kolam suci yang jernih dan penuh dengan ikan mas serta ikan koi. Dengan biaya tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk wisatawan lokal dewasa, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas pinjaman sarung untuk menjaga kesopanan selama berada di dalam kawasan suci.
Pura ini dibangun dengan konsep Tri Mandala yang membagi area menjadi tiga zona: Nista Mandala (bagian luar dengan kolam ikan), Madya Mandala (bagian tengah dengan balai paviliun), dan Utama Mandala (area paling sakral). Salah satu daya tarik utama bagi wisatawan adalah kesempatan untuk melakukan ritual melukat atau mandi suci. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri secara spiritual dari energi negatif.
Antrean pengunjung yang ingin melukat biasanya terlihat tertib, di mana mereka cukup memberikan donasi seikhlasnya untuk mendapatkan sarung khusus, canang, dan dupa. Suasana pura yang hijau, damai, dan jauh dari kebisingan kota sangat cocok bagi siapa saja yang ingin melakukan refleksi diri atau meditasi. Selain itu, arsitektur Meru dan bangunan suci lainnya di dalam pura memberikan latar belakang yang sangat estetis untuk diabadikan dalam foto.
Tips Berkunjung ke Destinasi Suci Bali
Bagi Anda yang tertarik mengunjungi Hidden Gem Bali di kawasan Gianyar ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, selalu gunakan pakaian yang sopan sesuai aturan pura. Kedua, hormati umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah dan hindari masuk ke area yang dikhususkan untuk ritual tanpa izin.
Secara keseluruhan, perjalanan dari Buleleng hingga Gianyar memberikan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari petualangan alam di air terjun hingga kedamaian spiritual di pura air. Bali tetap menjadi destinasi yang memberikan kejutan di setiap sudutnya bagi mereka yang mau mengeksplorasi lebih dalam.
Editor : Vicky Permana Saputra