PACITAN – Proyek strategis nasional Jalur Lintas Selatan (JLS) terus membuktikan daya tariknya sebagai urat nadi baru di pesisir selatan Jawa. Salah satu rute yang menawarkan paket lengkap antara kemegahan industri dan keasrian alam adalah jalur lintas selatan Pacitan-Trenggalek. Membentang dari Kecamatan Sudimoro di Pacitan hingga Kecamatan Panggul di Trenggalek, jalur ini menyuguhkan sensasi berkendara yang kontras namun memikat.
Perjalanan menyusuri jalur lintas selatan Pacitan-Trenggalek dimulai dari kawasan PLTU Sudimoro. Landmark ikonik ini bukan sekadar bangunan megah di pinggir laut, melainkan salah satu penyuplai listrik terbesar untuk wilayah Jawa dan Bali dengan kapasitas mencapai 600 MW lebih. Beroperasi sejak 2011, cerobong asapnya yang menjulang tinggi menjadi penanda dimulainya petualangan melintasi zona pegunungan seribu yang eksotis.
Bagi para pengendara, melintasi jalur lintas selatan Pacitan-Trenggalek berarti siap berhadapan dengan kontur jalan yang menantang. Berbeda dengan jalur Pantura yang datar dan panas, JLS di wilayah ini didominasi oleh perbukitan kapur atau kars. Jalanan yang berkelok tajam, tanjakan curam, serta turunan panjang menuntut fokus ekstra, namun semua itu terbayar lunas dengan udara segar dan pemandangan hijau yang masih sangat asri.
Keajaiban Geopark Dunia dan Kota 1001 Goa
Memasuki wilayah selatan Pacitan, pengendara akan diingatkan mengapa daerah ini dijuluki Kota 1001 Goa. Tanah yang dipijak merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark Gunung Sewu. Di sepanjang jalan, tebing-tebing kapur purba yang terbentuk jutaan tahun lalu tampak gagah berdiri. Sesekali, di balik tikungan tajam, hamparan Samudra Hindia muncul dengan birunya yang memukau, memberikan kejutan visual bagi siapa pun yang melintas.
Selain bentang alamnya, daya tarik utama rute ini adalah deretan pantai tersembunyi yang belum banyak terjamah wisatawan. Mulai dari Pantai Nampu, Pantai Kasap Kecil, hingga Pantai Indaki. Karakteristik pantainya sangat khas: pasir putih bersih, ombak besar yang menderu, dan dikelilingi tebing karang yang curam. Lokasi-lokasi ini menjadi surga bagi para pecinta eksplorasi yang mendambakan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Memasuki Panggul: Gerbang Ekonomi Trenggalek Selatan
Setelah melewati rimbunnya hutan jati dan mahoni yang sunyi, perjalanan akan mencapai puncaknya di Kecamatan Panggul, Trenggalek. Begitu melewati gapura perbatasan, suasana berubah menjadi lebih teduh dengan vegetasi yang semakin lebat. Panggul sendiri dikenal sebagai pusat ekonomi di wilayah selatan Trenggalek, dengan pasar tradisional yang besar dan pelabuhan nelayan yang telah aktif sejak ratusan tahun lalu.
Sejarah mencatat bahwa Panggul, yang namanya berasal dari kata pangglengan (daerah tinggi), merupakan jalur perdagangan penting di era kerajaan. Kini, dengan adanya JLS yang semakin mulus, akses menuju destinasi seperti Pantai Konang dan hutan mangrove Pantai Cengkrong menjadi jauh lebih mudah. Infrastruktur yang membaik dalam 10 tahun terakhir ini terbukti tidak hanya memutar roda wisata, tapi juga mempercepat mobilitas hasil bumi masyarakat lokal.
Meskipun akses jalan sudah aspal mulus, pengendara tetap diimbau waspada terhadap titik-titik jalan yang bergelombang akibat beban kendaraan berat. Kondisi kendaraan harus dipastikan prima sebelum mencoba menaklukkan tikungan-tikungan tajam di rute ini. Menjelajahi JLS Pacitan-Trenggalek adalah sebuah perjalanan emosional yang menghubungkan kita kembali dengan alam, sejarah, dan keramahan masyarakat pesisir yang bersahaja.
Editor : Natasha Eka Safrina