TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Pantai Ngobaran Jogja menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin menarik perhatian wisatawan berkat keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain. Berada di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul, pantai ini menawarkan perpaduan panorama laut, tebing karang, sejarah, hingga nuansa budaya Hindu yang kental.
Keunikan Pantai Ngobaran Jogja membuat banyak wisatawan menjadikannya sebagai destinasi alternatif selain pantai-pantai populer di Yogyakarta. Tidak hanya menyuguhkan pemandangan Samudra Hindia, kawasan ini juga memiliki pura yang masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda saat berlibur di Yogyakarta, Pantai Ngobaran Jogja bisa menjadi pilihan menarik karena menawarkan pengalaman wisata alam sekaligus wisata budaya dalam satu lokasi.
Punya Pura Bernuansa Bali di Tepi Pantai
Pantai Ngobaran berlokasi di Jalan Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sesampainya di area parkir, pengunjung akan menemukan deretan kios yang menjual makanan, minuman, hingga penyewaan pakaian adat Bali. Kehadiran penyewaan busana tersebut bukan tanpa alasan karena pantai ini dikenal memiliki kompleks pura yang menjadi ikon utamanya.
Salah satu bangunan yang paling terkenal adalah Pura Segara Wukir. Pura tersebut masih digunakan sebagai tempat ibadah pada waktu-waktu tertentu, namun wisatawan juga diperbolehkan mengunjunginya untuk menikmati arsitektur maupun berfoto selama tetap menjaga etika dan menghormati area suci.
Baca Juga: SiLPA Tinggi Capai Rp 82 Miliar DPRD Akan Dalami Program Tak Terserap
Panorama Tebing Karang yang Eksotis
Untuk mencapai bibir pantai, pengunjung harus menuruni jalur berupa anak tangga yang dibangun di tebing karang. Meski cukup terjal, akses menuju pantai sudah dilengkapi pijakan sehingga relatif aman dilalui.
Pantai Ngobaran memiliki hamparan pasir putih yang tidak terlalu luas. Warna pasir yang cerah berpadu kontras dengan tebing-tebing karang berwarna gelap di sekelilingnya sehingga menciptakan panorama yang sangat menarik untuk diabadikan.
Selain itu, deburan ombak Samudra Hindia yang menghantam batu karang menghadirkan suasana khas pantai selatan yang memikat perhatian para wisatawan.
Banyak Spot Foto Bernilai Budaya
Selain pura utama, kawasan Pantai Ngobaran juga memiliki sejumlah tempat peribadatan lain yang dihiasi berbagai patung dewa-dewi serta tokoh pewayangan.
Di sepanjang jalur menuju gerbang, wisatawan akan disambut patung Sang Hyang Antaboga dan Dewi Supreti yang menjadi daya tarik tersendiri. Area di dalam kompleks juga cukup luas sehingga banyak dimanfaatkan sebagai lokasi fotografi maupun swafoto dengan latar arsitektur bernuansa Bali.
Perpaduan bangunan religius, pemandangan laut lepas, serta tebing karang menjadikan hampir setiap sudut kawasan ini terlihat estetik.
Baca Juga: Penjualan Seragam Mulai Menggeliat
Menyimpan Sejarah dan Legenda Majapahit
Tidak hanya menawarkan panorama alam, Pantai Ngobaran juga dikenal memiliki nilai sejarah dan legenda yang masih dipercaya masyarakat setempat.
Konon, lokasi ini berkaitan dengan kisah pelarian Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V, yang diyakini melakukan ritual moksa bersama istrinya di kawasan tersebut. Cerita inilah yang semakin memperkuat daya tarik budaya sekaligus nilai historis Pantai Ngobaran.
Fasilitas Lengkap dan Tiket Terjangkau
Pantai Ngobaran telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, musala, rumah makan, hingga kios-kios yang melayani kebutuhan wisatawan.
Objek wisata ini dibuka selama 24 jam sehingga pengunjung dapat datang kapan saja. Namun, waktu terbaik untuk menikmati keindahan pantai adalah pagi atau menjelang matahari terbenam agar terhindar dari teriknya sinar matahari sekaligus memperoleh panorama terbaik.
Harga tiket masuk Pantai Ngobaran juga relatif terjangkau sehingga menjadi pilihan wisata hemat bagi keluarga maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan nuansa budaya yang berbeda dari destinasi lain di Yogyakarta.
Editor : Fadhilah Salsa Bella