TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Pendakian Gunung Sindoro melalui jalur Kledung kembali menjadi sorotan para pendaki. Bukan karena jalur menuju puncaknya yang ekstrem, melainkan pengalaman unik yang menyebut proses turun gunung justru terasa lebih sulit dibanding saat mendaki. Pengalaman tersebut dibagikan dalam sebuah vlog perjalanan yang memperlihatkan kondisi jalur, fasilitas, hingga panorama di gunung setinggi 3.153 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Dalam perjalanan Pendakian Gunung Sindoro, rombongan memulai petualangan dari Basecamp Kledung di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Karena bertepatan dengan libur panjang, kawasan pendakian dipadati wisatawan sehingga registrasi baru dibuka pukul 09.00 WIB setelah menunggu arus pendaki yang turun dari atas gunung.
Pendakian Gunung Sindoro diawali menggunakan ojek menuju Pos 1,5. Dari titik tersebut, perjalanan kaki dimulai pada ketinggian sekitar 1.838 mdpl menuju Sunrise Camp sebelum melanjutkan summit attack ke puncak. Meski jalurnya terus menanjak, pendaki menilai trek Sindoro masih lebih bersahabat dibanding sejumlah gunung lain dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl.
Jalur Kledung Didominasi Tanah dan Bebatuan
Perjalanan menuju Pos 2 ditempuh sekitar 45 menit dengan medan berupa tanah dan kerikil. Selanjutnya jalur menuju Pos 3 menjadi lebih menantang karena elevasinya meningkat hampir dua kali lipat dibanding etape sebelumnya.
Vegetasi di jalur Kledung juga cukup terbuka sehingga pendaki dapat menikmati panorama pegunungan sepanjang perjalanan. Trek didominasi batu-batu besar yang membuat penggunaan trekking pole terasa sangat membantu untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Memasuki Pos 3, suasana semakin ramai. Banyak pendaki mendirikan tenda di sekitar area tersebut, bahkan tersedia warung sederhana yang menjadi tempat favorit beristirahat sambil menikmati makanan hangat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sunrise Camp Dipenuhi Pendaki Saat Long Weekend
Rombongan memilih bermalam di Sunrise Camp yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari Pos 3. Namun perjalanan singkat itu harus ditempuh lebih lama akibat antrean pendaki yang naik maupun turun.
Kondisi Sunrise Camp pada pertengahan September 2024 dipenuhi tenda karena bertepatan dengan libur panjang. Meski ramai, suasana tetap nyaman dengan panorama Gunung Sumbing yang tampak jelas ketika kabut mulai menghilang.
Menjelang malam, para pendaki memanfaatkan waktu untuk memasak bekal sebelum beristirahat. Cuaca yang cerah menjadi keuntungan tersendiri karena memberikan harapan besar menikmati matahari terbit dari puncak keesokan harinya.
Summit Attack Berlangsung Tiga Jam Lebih
Pendakian menuju puncak dimulai sekitar pukul 03.30 WIB. Jalur summit didominasi bebatuan besar dan kerikil kecil yang cukup menguras tenaga. Arus pendaki yang sangat padat membuat perjalanan harus dilakukan secara perlahan.
Semakin mendekati puncak, vegetasi mulai menghilang dan berganti hamparan batu vulkanik. Aroma belerang juga mulai tercium sebagai penanda kawasan kawah sudah semakin dekat.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam 16 menit, rombongan akhirnya tiba di Puncak Sindoro yang berada di ketinggian 3.153 mdpl. Cuaca cerah memungkinkan pendaki menikmati panorama Gunung Sumbing, Merbabu, hingga Merapi dari atas puncak.
Selain Puncak Tarub atau Latar Ombo yang menjadi tujuan utama, kawasan Gunung Sindoro juga memiliki Puncak Doro Arum yang dapat dicapai dengan tambahan waktu sekitar 20 menit pulang pergi.
Turun Gunung Justru Menjadi Tantangan Terbesar
Usai menikmati panorama puncak, perjalanan turun justru menjadi bagian paling menguras tenaga. Jalur berbatu dengan kombinasi batu besar dan kerikil kecil membuat langkah kaki sulit stabil sehingga risiko tergelincir lebih tinggi.
Pendaki bahkan mengaku beberapa kali terjatuh karena batu-batu kecil mudah bergeser saat diinjak. Kondisi tersebut berbeda dengan jalur gunung lain yang memiliki karakter medan lebih konsisten sehingga lebih mudah diprediksi.
Meski demikian, kesulitan tersebut hanya dirasakan hingga Pos 3. Setelah memasuki jalur bawah, trek menjadi lebih landai dan menyerupai jalur pendakian gunung pada umumnya.
Secara keseluruhan, perjalanan naik dan turun Gunung Sindoro melalui jalur Kledung memiliki jarak sekitar 11,5 kilometer dengan total elevasi mencapai 1.332 meter. Meski menawarkan tantangan tersendiri, panorama sepanjang perjalanan, sunrise dari puncak, serta pemandangan Gunung Sumbing menjadi alasan mengapa Gunung Sindoro tetap menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Jawa Tengah.
Baca Juga: Pendakian Gunung Rinjani Makin Ketat, Sistem Zero Waste hingga Jalur Torean Berkabut Jadi Sorotan
Editor : Fadhilah Salsa Bella