Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pendakian Gunung Kawi Malang Viral, Tanjakan Istigfar Bikin Pendaki Angkat Tangan Meski Cuma 2.603 Mdpl

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Senin, 6 Juli 2026 | 17:35 WIB
Pendakian Gunung Kawi Malang viral karena Tanjakan Istigfar yang sangat curam. Simak jalur, mitos, hingga panorama indah dari puncaknya. (Youtube. com)
Pendakian Gunung Kawi Malang viral karena Tanjakan Istigfar yang sangat curam. Simak jalur, mitos, hingga panorama indah dari puncaknya. (Youtube. com)

MALANG, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Pendakian Gunung Kawi Malang kembali mencuri perhatian setelah sebuah video perjalanan menuju puncaknya viral di YouTube. Bukan hanya karena reputasinya yang lekat dengan kisah mistis dan pesugihan, tetapi juga karena jalur pendakiannya yang disebut sangat menguras tenaga, terutama di tanjakan legendaris yang dijuluki Tanjakan Istigfar.

Dalam video tersebut, rombongan pendaki mendokumentasikan pengalaman menaklukkan Gunung Kawi Malang yang memiliki ketinggian sekitar 2.603 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tidak termasuk gunung tertinggi di Jawa Timur, jalurnya disebut mampu membuat pendaki kewalahan karena didominasi tanjakan curam hampir tanpa bonus jalur datar.

Pendakian dimulai dari basecamp pada pagi hari dengan estimasi waktu sekitar enam hingga tujuh jam menuju area camp di dekat puncak. Selama perjalanan, para pendaki juga mengulas sejarah, budaya, hingga mitos yang selama ini melekat pada nama Gunung Kawi Malang.

Baca Juga: Pesona Hidden Gem Bali: Rahasia Air Terjun Wana Ayu dan Ritual Melukat Suci di Pura Gunung Kawi Sebatu yang Bikin Tenang

Gunung Kawi Dikenal Lewat Mitos dan Nilai Budaya

Selama bertahun-tahun, Gunung Kawi dikenal sebagai salah satu gunung yang memiliki citra mistis kuat di Jawa Timur. Berbagai cerita rakyat mengaitkan kawasan ini dengan ritual spiritual, ziarah, hingga praktik pesugihan yang berkembang secara turun-temurun.

Meski demikian, dalam video dijelaskan bahwa Gunung Kawi juga memiliki nilai historis dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat. Sejumlah komunitas masih melakukan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual yang dipercaya telah lama melekat di kawasan tersebut.

Gunung Kawi juga merupakan bagian dari kompleks pegunungan yang terdiri atas Gunung Butak, Gunung Kawi, dan Gunung Panderman. Dari sudut tertentu, rangkaian pegunungan itu disebut menyerupai sosok putri yang sedang tertidur sehingga dikenal pula dengan julukan Gunung Putri Tidur.

Baca Juga: Pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas Berakhir Tanpa Summit, Ini Cerita Seru Bang IQ TV di Lembah Lengkehan

Selain jalur pendakian, kawasan ini juga menawarkan wisata budaya karena pendaki melewati perkebunan kopi, hutan pinus, hingga area yang masih dijaga adat istiadatnya. Pendaki pun diimbau menghormati tradisi masyarakat selama berada di kawasan gunung.

Jalur Batu Tulis Penuh Tantangan

Rombongan memilih jalur pendakian Batu Tulis yang menjadi salah satu jalur resmi menuju puncak Gunung Kawi. Pada awal perjalanan, trek masih relatif landai melewati ladang milik warga dan kebun kopi.

Namun setelah memasuki kawasan hutan pinus, jalur mulai berubah drastis. Tanjakan panjang tanpa jeda langsung menguji fisik pendaki. Bahkan untuk mencapai Pos 1, mereka harus berjalan lebih dari tiga kilometer selama sekitar satu setengah jam.

Baca Juga: MotoGP Buat Profil Khusus Feda Ega Pratama, Remaja Gunungkidul yang Dianggap Sedang Menciptakan Sejarah Dunia Balap

Di Pos 1 tersedia sumber mata air yang biasa dimanfaatkan pendaki untuk mengisi ulang persediaan air. Setelah itu perjalanan berlanjut menuju Pos 2 yang berjarak hampir lima kilometer dari titik awal.

Area Pos 2 cukup luas dan sering dijadikan lokasi berkemah. Pendaki menyarankan agar pengunjung beristirahat di titik tersebut karena setelahnya medan berubah jauh lebih berat.

Tanjakan Istigfar Jadi Ujian Terberat

Bagian paling menantang dari pendakian dimulai setelah Pos 2. Jalur menuju Pos 3 hingga puncak hampir seluruhnya berupa tanjakan curam tanpa bonus jalur datar.

Baca Juga: Pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas Berakhir Tanpa Summit, Ini Cerita Seru Bang IQ TV di Lembah Lengkehan

Kemiringan trek bahkan membuat sejumlah titik dipasangi webbing sebagai alat bantu keselamatan. Undakan tanah yang tinggi membuat pendaki harus mengangkat lutut hingga hampir sejajar dada di setiap langkah.

Karena tingkat kesulitannya, jalur ini dikenal luas dengan sebutan Tanjakan Istigfar. Nama tersebut muncul karena banyak pendaki spontan mengucapkan istigfar saat berusaha melewati tanjakan yang sangat terjal.

Dalam video, rombongan mengaku medan Gunung Kawi jauh lebih berat dari perkiraan. Meski ketinggiannya hanya sekitar 2.603 mdpl, karakter jalurnya yang menanjak terus-menerus membuat tenaga cepat terkuras.

Baca Juga: Pantai Ngobaran Gunungkidul Makin Viral, Wisata Unik dengan Pura, Candi Kejawen, dan Musala dalam Satu Kawasan

Terbayar Panorama Puncak Gunung Kawi

Setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam 23 menit sejauh 6,75 kilometer, rombongan akhirnya tiba di area camp dekat puncak Gunung Kawi.

Seluruh rasa lelah langsung terbayar dengan panorama pegunungan yang membentang di depan mata. Dari puncak Gunung Kawi, pendaki dapat menikmati pemandangan Gunung Butak, Arjuno-Welirang hingga Gunung Semeru saat cuaca cerah.

Meski terkenal dengan cerita mistis yang berkembang di masyarakat, video tersebut menunjukkan bahwa Gunung Kawi juga menyimpan pesona alam luar biasa. Kombinasi jalur ekstrem, panorama pegunungan, serta kekayaan budaya menjadikan Gunung Kawi sebagai salah satu destinasi pendakian yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pecinta alam.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Gunung Kawi Malang #Pendakian Gunung Kawi #Tanjakan Istigfar #Jalur Batu Tulis #gunung kawi