TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Air Terjun Grobogan Sewu Trenggalek yang berada di kawasan Pantai Pelang, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tetap menawarkan panorama alam yang memikat meski memasuki musim kemarau. Debit air memang berkurang drastis, namun suasana sejuk, rindangnya pepohonan, serta semburat pelangi yang muncul dari percikan air masih menjadi daya tarik utama kawasan wisata ini.
Kondisi tersebut terlihat dalam kunjungan yang dilakukan pada 16 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Meski aliran air tidak sederas saat musim hujan, air tetap mengalir di atas bebatuan besar menuju kawasan Pantai Pelang.
Lokasi air terjun berada sekitar 300 meter dari Pantai Pelang. Air yang mengalir dari Grobogan Sewu langsung bermuara ke kawasan pantai sehingga kedua destinasi ini menjadi satu kesatuan kawasan wisata alam di wilayah selatan Trenggalek.
Perjalanan Menuju Kawasan Wisata
Perjalanan menuju Air Terjun Grobogan Sewu dimulai dari kawasan perbatasan Jalan Raya Ngrayun-Ponorogo menuju Kecamatan Panggul. Rute tersebut melewati sejumlah desa seperti Tangkil, Sawahan, Barang, Kertosono hingga pusat Kecamatan Panggul.
Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi panorama sawah terasering, perbukitan hijau, serta jalan berkelok dengan beberapa tikungan tajam. Kondisi jalan yang menurun membuat pengendara diimbau menggunakan gigi rendah serta memastikan rem kendaraan berfungsi dengan baik.
Setibanya di pusat Kecamatan Panggul, perjalanan berlanjut menuju Jalan Raya Panggul-Pacitan hingga memasuki kawasan wisata Pantai Pelang.
Sebelum tiba di lokasi air terjun, pengunjung juga melewati berbagai fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, hotel, hingga kawasan yang dikenal masyarakat setempat sebagai Little Jogja karena memiliki tugu yang menyerupai ikon Kota Yogyakarta.
Jalur Menuju Air Terjun
Sesampainya di kawasan Pantai Pelang, kendaraan roda empat diarahkan parkir di area utama pantai. Sementara itu, menuju Air Terjun Grobogan Sewu pengunjung dapat berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor melewati sebuah jembatan kecil.
Di sepanjang jalur menuju air terjun tersedia sejumlah gazebo untuk tempat beristirahat, area camping ground, warung makan, tempat bilas, hingga petunjuk arah menuju Pantai Kili-Kili yang juga menjadi lokasi penangkaran penyu.
Petugas di lokasi menjelaskan bahwa pengunjung yang menggunakan sepeda motor masih dapat melanjutkan perjalanan hingga mendekati jembatan kuning yang menjadi akses menuju air terjun.
Debit Air Berkurang Saat Musim Kemarau
Memasuki area air terjun, perubahan debit air langsung terlihat. Aliran air tidak lagi deras seperti saat musim penghujan.
Meski demikian, suasana di sekitar lokasi tetap terasa teduh karena dikelilingi pepohonan besar serta tebing batu alami. Percikan air yang terkena sinar matahari bahkan beberapa kali memunculkan warna pelangi di sekitar air terjun.
Selain panorama tersebut, pengunjung juga masih dapat melihat aliran sungai yang mengarah ke Pantai Pelang, bebatuan besar dengan bentuk unik, kupu-kupu, serta beberapa burung yang melintas di kawasan tersebut.
Dalam penjelasan selama kunjungan disebutkan bahwa keindahan Grobogan Sewu tidak hanya berasal dari derasnya air, tetapi juga dari karakter bebatuan yang keras dan lanskap alam yang tetap menarik meski musim kemarau berlangsung.
Bebatuan Licin Jadi Perhatian Pengunjung
Meski debit air berkurang, pengunjung tetap diminta berhati-hati ketika berada di sekitar air terjun. Bebatuan yang terus dialiri air dipenuhi lumut sehingga menjadi sangat licin.
Di lokasi telah dipasang papan peringatan agar wisatawan berhati-hati saat melintasi jalur bebatuan.
Pengunjung yang ingin mendekati air terjun disarankan berjalan perlahan karena beberapa bagian batu memiliki permukaan yang licin. Bahkan terdapat bagian yang harus dilewati dengan langkah lebih hati-hati agar tidak terpeleset.
Di sekitar aliran air juga terdapat kolam kecil alami yang terbentuk dari kontur batu. Airnya terlihat jernih dan mengalir terus menuju bagian bawah sebelum akhirnya bermuara ke kawasan pantai.
Panorama Alam Tetap Menjadi Daya Tarik
Selain air terjun, kawasan ini menawarkan pemandangan alam yang masih asri. Bukit hijau, deretan pohon kelapa, akar pohon yang menjuntai di tebing, hingga formasi batu yang menyerupai lorong atau mulut goa menjadi bagian dari panorama yang dapat dinikmati pengunjung.
Di beberapa titik juga terlihat tebing batu dengan celah menyerupai goa alami. Sementara di sela-sela batu tumbuh pepohonan kecil yang tetap mampu berkembang di permukaan batu keras.
Hembusan angin yang membawa cipratan air membuat udara di sekitar air terjun terasa sejuk meski matahari bersinar cukup terik.
Kondisi tersebut menjadikan Air Terjun Grobogan Sewu tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus menunggu musim hujan.
Keberadaan fasilitas pendukung seperti area parkir luas, gazebo, tempat ibadah, warung, camping ground, hingga akses menuju Pantai Pelang dan Pantai Kili-Kili juga melengkapi pengalaman berwisata di kawasan selatan Kabupaten Trenggalek.
Meski debit air mengalami penurunan akibat musim kemarau, aliran air yang masih terus mengalir, panorama perbukitan, serta suasana alam yang teduh membuat Air Terjun Grobogan Sewu tetap menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Titik Lyasih