DURENAN, Radar Trenggalek – Angin sepoi-sepoi yang berembus di Puncak Bukit Tunggangan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, kini tak lagi sekadar membawa kesegaran. Tebing terjal yang dahulu sunyi itu telah bersolek menjadi destinasi favorit baru para pencinta petualangan.
Memadukan keindahan alam yang memukau dan tantangan pemacu adrenalin, Bukit Tunggangan resmi menjelma sebagai wahana wisata pendakian sekaligus arena olahraga paralayang yang memikat.
Bagi para pencinta petualang, jalur pendakian menuju puncak menyuguhkan tantangan yang memanjakan mata. Sepanjang perjalanan, deretan pepohonan hijau yang rindang dan udara pedesaan yang asri menjadi teman setia.
Sesampainya di puncak, kelelahan seolah terbayar tuntas. Dari ketinggian, hamparan pemandangan hijau kawasan Trenggalek membentang luas, menghadirkan sudut pandang panoramik yang luar biasa.
Baca Juga: Wisata Jawa Timur: 15 Destinasi Paling Favorit yang Wajib Dikunjungi, Nomor 7 dan 11 Bikin Takjub
Namun, daya tarik utama Bukit Tunggangan tak berhenti di situ. Angin termal yang stabil di area puncak menjadikannya lokasi yang sangat ideal untuk olahraga ekstrem paralayang.
Ketika parasut mulai mengembang dan kaki melayang meninggalkan bumi, sensasi bebas bagaikan burung terbang melintasi lembah langsung terasa. Pemandangan hamparan sawah yang membiru dari kejauhan menambah keindahan momen saat mengudara.
Kepala Desa Kendalrejo, Bero menegaskan, potensi besar Bukit Tunggangan ini terus dioptimalkan demi mendongkrak perekonomian lokal dan mengenalkan potensi desanya ke tingkat yang lebih luas.
"Kami melihat Bukit Tunggangan ini punya daya pikat yang luar biasa. Tidak hanya cocok untuk pendaki lokal yang ingin menikmati sunrise atau sunset, tetapi juga sangat potensial untuk dijadikan spot resmi olahraga paralayang," ujar Kades Kendalrejo, Bero.
Baca Juga: Wisata Dieng 2 Hari: Itinerary Lengkap Jelajahi Negeri di Atas Awan, Dijamin Liburan Makin Maksimal
Bero menambahkan, pihak pemerintah desa kini tengah gencar melakukan berbagai pembenahan. Mulai dari perbaikan akses jalan menuju titik kumpul, penyediaan sarana keselamatan bagi pendaki, hingga penataan area pendaratan (landing zone) untuk para atlet maupun wisatawan yang mencoba penerbangan tandem paralayang.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas paralayang dan dinas terkait, agar standar keamanannya terpenuhi. Harapan kami, keberadaan wahana ini bisa memutar roda perekonomian warga Desa Kendalrejo, baik melalui UMKM, pengelolaan parkir, hingga jasa pemandu," lanjut Bero optimistis.
Kini, Bukit Tunggangan tak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi lambang kebangkitan wisata berbasis alam di Kecamatan Durenan. Baik bagi pendaki pencari ketenangan atau pemberani pencari sensasi melayang di udara, Bukit Tunggangan siap menyambut dengan sejuta pesonanya.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK