Pendakian Gunung Kerinci Dimulai, Pendaki Kembali Usai Gagal Summit, Target Taklukkan Puncak Tertinggi Sumatera

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Pendakian Gunung Kerinci dimulai dari Kayu Aro dengan target menaklukkan puncak tertinggi Sumatera. Pendaki membawa pulang seluruh sampah plastik sesuai aturan TNKS (Pinterest).
Pendakian Gunung Kerinci dimulai dari Kayu Aro dengan target menaklukkan puncak tertinggi Sumatera. Pendaki membawa pulang seluruh sampah plastik sesuai aturan TNKS (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Pendakian Gunung Kerinci kembali menjadi sorotan setelah seorang pendaki memulai ekspedisi keduanya menuju puncak tertinggi di Pulau Sumatera. Pendakian kali ini menjadi ajang pembuktian setelah tiga tahun lalu ia gagal mencapai puncak akibat badai dan kabut tebal yang menutup jalur menuju kawah.

Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) dikenal sebagai gunung api tertinggi di Asia Tenggara sekaligus gunung tertinggi kedua di Indonesia. Dalam ekspedisi terbaru ini, rombongan berangkat menuju Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, sebelum memulai pendakian melalui jalur Kersik Tuo.

Sebelum memasuki kawasan pendakian Gunung Kerinci, rombongan terlebih dahulu menikmati kuliner khas Sumatera Barat, termasuk mencicipi nasi Padang di Kota Padang dan singgah di kawasan Solok untuk menikmati panorama Danau Ateh yang kerap dijuluki "Swiss-nya Sumatera Barat".

Baca Juga: Tabel Nogo Dino Lengkap 2026: Intip Rumus Neptu, Arah Pantangan, dan Waktu Terbaik Berangkat!

Singgah di Danau Ateh Sebelum Menuju Kayu Aro

Perjalanan menuju Kayu Aro ditempuh sekitar enam jam menggunakan kendaraan. Di tengah perjalanan, rombongan beristirahat di kawasan Danau Ateh yang berada sekitar 30 kilometer dari Kota Solok.

Danau yang berada di ketinggian sekitar 1.600 mdpl tersebut menawarkan panorama pegunungan hijau dengan udara yang sejuk. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kerinci.

Setelah beristirahat dan makan malam di perjalanan, rombongan akhirnya tiba di Kayu Aro dan menginap di rumah pemandu lokal sebelum memulai pendakian keesokan harinya.

Persiapan Pendakian dan Aturan Sampah Plastik

Sebelum memasuki jalur pendakian, seluruh logistik diperiksa secara teliti. Salah satu aturan penting di Gunung Kerinci adalah kewajiban mendata seluruh sampah plastik yang dibawa naik.

Jumlah kemasan plastik yang dicatat saat registrasi harus sama dengan jumlah sampah yang dibawa turun. Aturan tersebut diterapkan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai upaya menjaga kebersihan jalur pendakian dan mengurangi sampah yang tertinggal di gunung.

Registrasi pendaki juga dilakukan sebelum memasuki pintu rimba dengan pemeriksaan logistik serta administrasi pendakian.

Baca Juga: Kebakaran 2026 Telan Dua Korban Jiwa 38 Kasus, Mayoritas Dipicu Kelalaian

Jalur Awal Didominasi Hutan Rimba

Pendakian dimulai dari pintu rimba sekitar pukul 11.30 WIB. Jalur awal didominasi hutan tropis yang masih sangat lebat dengan akar-akar pohon yang menjadi ciri khas Gunung Kerinci.

Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 memiliki jarak yang relatif dekat. Namun setelah melewati ketiga pos tersebut, medan berubah lebih menanjak menuju Shelter 1.

Pengelola juga mengingatkan pendaki agar tidak bermalam di Pos 1 hingga Pos 3 karena kawasan tersebut merupakan jalur lintasan harimau Sumatera yang masih hidup di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pos 3 Jadi Titik Istirahat Sebelum Shelter

Sesampainya di Pos 3 Panorama, rombongan memanfaatkan waktu untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan.

Menu sederhana berupa nasi dan rendang menjadi bekal utama selama pendakian. Rendang tersebut sengaja dibawa dari rumah sebagai logistik praktis yang tahan lama selama berada di gunung.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Shelter 1 melalui jalur yang semakin terjal dengan lorong-lorong pepohonan berlumut yang menjadi ikon pendakian Gunung Kerinci.

Baca Juga: Askab Persilakan Wasit Ajukan Banding Polemik TSL Disebut Karena Miskomunikasi

Pohon Bolong dan Mitos yang Menyertainya

Salah satu titik paling terkenal dalam jalur menuju Shelter 1 adalah Pohon Bolong.

Lokasi tersebut dikenal luas karena berbagai cerita dan mitos yang berkembang di kalangan pendaki. Meski demikian, pemandu lokal mengingatkan agar pendaki tidak mudah mempercayai seluruh cerita mistis yang beredar.

Menurutnya, yang terpenting adalah tetap menjaga sopan santun, menghormati alam, serta berperilaku baik selama berada di kawasan taman nasional.

Pohon Bolong juga menjadi penanda bahwa Shelter 1 sudah sangat dekat dan hanya tersisa sekitar 10 menit perjalanan.

Shelter 1 Sambut Pendaki dengan Lautan Awan

Rombongan akhirnya tiba di Shelter 1 setelah sekitar satu setengah jam perjalanan dari Pos 3.

Setibanya di lokasi, mereka langsung mendirikan tenda sambil menikmati panorama lautan awan yang membentang di depan area perkemahan.

Malam pertama di Gunung Kerinci dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus menyiapkan tenaga menghadapi perjalanan menuju Shelter 2, Shelter 3, hingga pendakian ke puncak pada hari berikutnya.

Selain memasak menu ayam gulai hangat bersama-sama, rombongan juga berharap cuaca tetap bersahabat sehingga misi menaklukkan puncak Gunung Kerinci yang sempat gagal tiga tahun lalu akhirnya dapat terwujud

Baca Juga: Dua Petani Tewas Tertimbun Tanah Saat Gali Sumur Evakuasi Dini Hari

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Pendakian Gunung Kerinci Gunung Kerinci Kayu Aro Taman Nasional Kerinci Seblat Shelter Gunung Kerinci