TRENGGALEK – Kunjungan ke kawasan wisata viral di Dieng 2026 selalu menjanjikan surga visual yang tiada habisnya bagi para pelancong. Berada di dataran tinggi pegunungan Jawa Tengah, eksplorasi hari kedua di kawasan ini menghadirkan perpaduan sempurna antara telaga vulkanik yang menenangkan, keindahan jalur alam bebas ala pegunungan Eropa, hingga keajaiban air terjun tersembunyi di atas awan.
Destinasi ikonik yang menjadi pembuka eksplorasi wisata viral di Dieng 2026 adalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Terletak pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menawarkan pesona alam yang unik. Hanya dengan tiket masuk Rp 29.500 per orang, wisatawan sudah bisa menikmati lanskap dua danau berdampingan yang memiliki karakter kontras namun saling melengkapi.
Telaga Warna memikat mata berkat gradasi warna airnya yang dapat berubah dari hijau terang, kekuningan, hingga kebiruan. Perubahan warna alami ini terjadi akibat pancaran sinar matahari yang memantulkan kandungan belerang aktif di dasar danau vulkanik. Sementara itu, Telaga Pengilon menyajikan suasana yang jauh lebih tenang dengan air danau yang jernih bagaikan cermin, sempurna memantulkan deretan pepohonan dan perbukitan hijau di sekelilingnya.
Baca Juga: Wisata Viral di Dieng 2026: Sensasi Suhu Panen Es Embun Upas Hingga Naik Gondola Lereng TerjalEksplorasi Misteri Gua dan Mitos Lokal
Tidak sekadar menyuguhkan pemandangan air, kawasan Telaga Warna dan Telaga Pengilon juga menyimpan jejak sejarah serta mitos lokal yang kental. Menelusuri jalan setapak yang rindang, pengunjung dapat menemukan situs Batu Tulis serta beberapa gua alam yang disakralkan warga setempat.
Di antaranya adalah Gua Jaran yang dipercaya sebagai tempat bertapa para resi pada zaman dahulu, Gua Sumur Eyang Kumalasari yang memiliki mata air alami, hingga Gua Pengantin. Setiap sudut kawasan ini memanjakan mata sekaligus memberikan sensasi petualangan edukatif yang sarat akan kisah kebudayaan Jawa.
Menyusuri Lanskap Megah Swiss Van Java
Petualangan berlanjut menuju kawasan pegunungan yang populer dengan julukan Swiss Van Java. Jalur alternatif lewat area Tambi Wonosobo menjadi rute paling direkomendasikan bagi pengendara mobil pribadi karena medannya yang lebih bersahabat dibandingkan tanjakan ekstrem SiKarim.
Di sepanjang rute ini, wisatawan disuguhi bentangan hamparan kebun teh, pemandangan lembah hijau bertingkat, serta kabut tipis yang turun perlahan. Bebas dari biaya tiket masuk, Swiss Van Java menjadi spot favorit pengguna jalan untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar pegunungan, dan berswafoto dengan latar pemandangan ala pedesaan di benua Eropa.
Pesona Magical Curug SiKarim di Ketinggian
Sebagai penutup perjalanan yang spektakuler, wisatawan dapat menantang adrenalin menuju Curug SiKarim. Berada di ketinggian 1.800 mdpl di sekitar kawasan Desa Sembungan, air terjun ini menyuguhkan panorama alami yang benar-benar memukau.
Dengan biaya tiket masuk yang sangat terjangkau sebesar Rp 15.000 per orang, pengunjung dapat menyaksikan derasnya aliran air yang terhempas melintasi tebing batu raksasa di tengah belantara hutan alami. Kehadiran kabut tebal yang menyelimuti area air terjun justru memberikan nuansa mistis dan romantis. Dinginnya percikan air di Curug SiKarim menjadi penutup sempurna sebelum meluncur menuju kawasan penginapan di sekitar Telaga Menjer.
Baca Juga: Wisata Viral di Dieng 2026: Rekomendasi 7 Destinasi Tersembunyi dan Rekreasi Air Hangat
Sumber : youtube