MAGELANG – Nepal Van Java di Dusun Butuh, Magelang, menjadi salah satu destinasi yang menawarkan suasana perkampungan di kawasan pegunungan dengan udara dingin dan panorama Gunung Sumbing. Berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu desa tertinggi di Kabupaten Magelang.
Perjalanan menuju Nepal Van Java dimulai dari Desa Kewadungan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Dari kawasan tersebut, perjalanan dilanjutkan melalui jalur alternatif menuju Magelang dengan melewati sejumlah wilayah pedesaan.
Jalur tersebut menawarkan suasana berbeda dibandingkan jalan utama. Perjalanan melewati jalan yang teduh dengan pepohonan, persawahan, perkebunan, serta lahan pertanian warga. Beberapa kawasan yang dilewati juga berada di daerah dengan ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut.
Memasuki wilayah Kabupaten Magelang, perjalanan berlanjut menuju Kecamatan Windusari hingga kawasan Sutopati. Dari titik tersebut, Nepal Van Java masih berjarak beberapa kilometer. Sepanjang perjalanan, suasana pegunungan semakin terasa dengan udara yang lebih dingin dan jalan yang terus menanjak.
Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi
Nepal Van Java sendiri berada di Dusun Butuh. Kawasan ini memiliki karakter permukiman yang padat dengan rumah-rumah warga yang berdiri di lereng pegunungan. Dari sejumlah titik, pengunjung dapat melihat hamparan perkampungan dan lahan pertanian yang berada di lereng.
Untuk mencapai kawasan permukiman, pengunjung harus melalui jalur dengan tanjakan dan turunan yang cukup terjal. Kendaraan wisatawan yang tidak menginap dapat diparkir di area bawah dan perjalanan menuju permukiman dilanjutkan menggunakan ojek.
Sementara itu, wisatawan yang menginap memiliki ketentuan berbeda. Pengunjung yang membawa kendaraan dan menginap dapat membawa sepeda motor hingga ke area penginapan. Dalam perjalanan tersebut, pengunjung juga melewati loket dengan tarif masuk yang disebut sebesar Rp10.000 per orang.
Salah satu pilihan tempat menginap yang disebut dalam perjalanan tersebut adalah Homestay Bu Anik. Lokasinya berada tidak jauh dari masjid dan memiliki teras serta halaman yang memungkinkan wisatawan menikmati suasana sekitar.
Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan
Tarif menginap di Homestay Bu Anik dalam perjalanan tersebut disebut sekitar Rp150.000. Pengunjung juga mendapatkan minuman dan makanan ringan. Homestay ini menjadi pilihan karena lokasinya yang berada di kawasan permukiman Dusun Butuh dan memiliki ruang terbuka untuk menikmati pemandangan.
Selain menikmati suasana desa, wisatawan dapat melihat aktivitas warga yang tetap menjalankan kegiatan pertanian di kawasan lereng. Pada pagi hari, warga terlihat berangkat menuju ladang. Kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Nepal Van Java.
Ketika malam tiba, suhu di kawasan tersebut disebut mencapai sekitar 15 derajat Celsius. Pada pagi hari, suhu berada di kisaran 18 derajat Celsius dengan udara yang terasa dingin karena angin pegunungan.
Salah satu daya tarik lain kawasan ini adalah panorama Gunung Sumbing. Ketika cuaca cerah, Gunung Sumbing terlihat jelas dari sejumlah titik di sekitar Dusun Butuh. Sebaliknya, saat kabut turun, pemandangan gunung dan perkampungan dapat tertutup.
Selain Nepal Van Java, kawasan sekitar juga memiliki sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi. Salah satunya adalah Top View Sukoyoso yang menjadi titik untuk melihat panorama Nepal Van Java dari ketinggian. Dari lokasi tersebut, Gunung Sumbing juga terlihat lebih jelas ketika cuaca sedang cerah.
Baca Juga: Pemkab Trenggalek Dukung Indonesia Swasembada Bawang Putih Punya Lahan Potensial, Kurangi Ketergantu
Di sekitar kawasan Nepal Van Java juga terdapat jalur pendakian Gunung Sumbing melalui Butuh. Dusun Butuh sendiri merupakan nama asli kawasan yang kemudian populer dengan sebutan Nepal Van Java.
Dengan karakter perkampungan lereng gunung, udara dingin, aktivitas pertanian, serta panorama Gunung Sumbing, Nepal Van Java menjadi kawasan yang menawarkan pengalaman wisata berbeda. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat merasakan langsung suasana kehidupan masyarakat di dataran tinggi Magelang.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir