BANDUNG - Camping di Kiara Manuk Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menawarkan pengalaman menginap di tengah hamparan perkebunan teh dengan udara dingin dan pemandangan perbukitan hijau. Tempat camping ini menjadi pilihan menarik untuk liburan bersama keluarga maupun teman karena dilengkapi sejumlah fasilitas dan aktivitas luar ruang.
Kiara Manuk berada di kawasan Riung Gunung, Pulausari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Lokasinya dikelilingi perkebunan teh sehingga pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang sekaligus udara sejuk.
Dari Jakarta, perjalanan menuju Kiara Manuk disebut membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan mobil. Sementara perjalanan menggunakan sepeda motor bisa mencapai sekitar enam jam. Setelah keluar dari Tol Soreang, terdapat dua pilihan rute, yakni melalui Ciwidey atau Cimaung.
Dalam perjalanan, jalur Ciwidey yang dipilih memiliki kondisi jalan cukup baik dan dapat dilalui dua mobil. Setelah sekitar 45 menit melewati jalur tersebut, pemandangan mulai berubah menjadi hamparan perkebunan teh dan perbukitan hijau.
Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi
Kiara Manuk memiliki 32 tenda dengan konsep penataan linier mengikuti area perkebunan teh. Semakin tinggi nomor tenda, lokasinya semakin jauh dari area parkir dan pintu masuk. Dari sejumlah tenda yang tersedia, tenda nomor 12 disebut menjadi salah satu favorit karena memiliki pemandangan yang bagus.
Harga menginap di Kiara Manuk dibanderol Rp650.000 per malam untuk weekday, yakni Minggu hingga Kamis. Sementara harga pada Jumat dan Sabtu sebesar Rp750.000 per malam. Tarif tersebut sudah termasuk sarapan dengan kapasitas sekitar empat hingga lima orang.
Area parkir Kiara Manuk cukup luas dan tersedia area tambahan apabila tempat parkir utama penuh. Pengunjung juga dapat membeli makanan dan minuman di kantin dekat front office. Pesanan bahkan bisa diantarkan langsung ke tenda sehingga pengunjung tidak perlu kembali ke kantin, terutama jika mendapatkan tenda di area paling ujung.
Setiap tenda berada di atas dek yang cukup luas. Area depan dapat digunakan untuk bersantai atau barbecue dan sudah dilengkapi meja serta kursi. Tenda terbagi menjadi dua ruangan. Bagian depan dapat digunakan untuk menyimpan barang, sedangkan bagian belakang menjadi area tidur.
Fasilitas di dalam tenda antara lain matras, bantal, selimut, colokan listrik, dan lampu. Selimut serta seprai disebut dipasang setelah tamu check-in sehingga kondisinya bersih dan wangi. Bagian luar tenda juga memiliki kanopi berbahan jerami yang memberikan kesan natural sekaligus membantu meredam panas.
Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan
Salah satu daya tarik utama Kiara Manuk adalah pemandangan langsung menuju perkebunan teh dan perbukitan. Suhu pada siang hari berada di sekitar 24 derajat Celsius dan dapat turun hingga 16 derajat Celsius pada malam hari.
Untuk fasilitas umum, tersedia kamar mandi sharing yang dilengkapi shower, water heater, dan toilet. Namun, saat kunjungan berlangsung, water heater di kedua area kamar mandi disebut tidak berfungsi. Selain itu, tersedia musala, tempat wudu, dispenser untuk mengisi ulang air minum, serta area mencuci piring.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas seperti jogging mengelilingi perkebunan teh, offroad, rafting, dan ATV. Kiara Manuk juga memiliki sky bridge yang dapat digunakan pengunjung tanpa biaya tambahan karena sudah menjadi bagian dari fasilitas tempat camping.
Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II
Saat pagi, pengunjung dapat menuju sky bridge untuk menikmati panorama Pangalengan. Namun, cuaca mendung dapat membuat pemandangan sunrise tertutup awan dan kabut. Suasana pagi tetap menarik karena udara dingin dan panorama perkebunan teh yang terlihat dari ketinggian.
Dengan tarif mulai Rp650.000 per malam, fasilitas tenda, sarapan, serta panorama perkebunan teh, Kiara Manuk dapat menjadi salah satu pilihan camping untuk keluarga yang ingin menikmati suasana alam Pangalengan.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir