Berburu Embun Upas di Dieng, Suhu 3 Derajat dan Rumput Mulai Membeku

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Berburu Embun Upas di Dieng, Suhu 3 Derajat dan Rumput Mulai Membeku
Berburu Embun Upas di Dieng, Suhu 3 Derajat dan Rumput Mulai Membeku

DIENG — Perburuan embun upas atau embun es kembali dilakukan di Dataran Tinggi Dieng. Perjalanan kali ini ditempuh dari Depok menggunakan mobil melalui tol Trans Jawa hingga keluar di Kandeman, kemudian dilanjutkan menuju Kerakalan dan Dieng.

Perjalanan dimulai pagi hari. Jalur tol dipilih untuk memangkas waktu perjalanan. Dari Depok menuju kawasan Dieng, perjalanan memakan waktu sekitar delapan jam. Sebagai perbandingan, perjalanan menggunakan sepeda motor disebut membutuhkan waktu sekitar 12 jam.

Saat berada di wilayah Pemalang, kondisi jalan tol cukup sepi. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan pengisian daya kendaraan sebelum keluar tol. Baterai kendaraan yang sempat berada di kisaran 20 persen berhasil diisi dengan daya sekitar 85 kW.

Setelah melewati kawasan Bawang, pemandangan pegunungan mulai terlihat. Kendaraan kemudian menuju tanjakan Kerakalan. Sejumlah titik jalan masih ditemukan dalam kondisi rusak sehingga perjalanan harus dilakukan dengan hati-hati.

Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi

Setelah melewati beberapa tanjakan dan belokan, perjalanan akhirnya tiba di kawasan Dieng dengan ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut.

Sesampainya di Dieng, perjalanan dilanjutkan menuju Kirana Villa. Penginapan tersebut dipilih sebagai tempat bermalam dengan harga kamar sekitar Rp800 ribu. Kamar yang ditempati memiliki dua tempat tidur dan kamar mandi.

Salah satu daya tarik penginapan adalah pemandangan langsung menuju Gunung Sindoro. Namun, ketika tiba, puncak gunung masih tertutup awan.

Udara dingin langsung terasa di kawasan Dieng. Pada siang hari, suhu tercatat sekitar 9 derajat Celsius. Menjelang malam, suhu kembali turun hingga sekitar 4 derajat Celsius.

Kondisi langit yang semakin cerah membuat harapan munculnya embun upas keesokan pagi semakin besar. Gunung Sindoro mulai terlihat dan bintang-bintang juga tampak karena awan sudah menghilang.

Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan

Pada sekitar pukul 05.00, suhu pagi tercatat 3 derajat Celsius. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Candi Arjuna dan lapangan Dieng Culture Festival untuk melihat langsung kemungkinan munculnya embun es.

Setibanya di lokasi, embun es memang terlihat di sejumlah bagian rerumputan. Jumlahnya tidak terlalu banyak karena suhu tidak sampai mencapai titik minus. Meski demikian, kristal-kristal es masih dapat ditemukan di area lapangan.

Kondisi tersebut tetap membuat suasana pagi terasa sangat dingin. Bahkan, napas terlihat mengeluarkan uap ketika berada di lokasi.

Selain melihat embun upas, perjalanan pagi itu juga dimanfaatkan untuk menikmati pemandangan kawasan candi. Candi Arjuna terlihat dari area lapangan, sementara Candi Setiyaki berada tidak jauh dari lokasi.

Rumput di sekitar Candi Setiyaki juga masih menyimpan sisa-sisa embun es. Dari kawasan tersebut, Gunung Sindoro terlihat meski sebagian masih tertutup kondisi sekitar.

Suasana di kawasan Dieng semakin ramai karena wisatawan mulai berdatangan. Sejumlah pedagang juga sudah beraktivitas, termasuk penjual bubur kacang hijau dan kopi yang menawarkan minuman hangat di tengah udara dingin.

Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II

Perburuan embun upas kali ini memang tidak menemukan kondisi ekstrem dengan suhu minus. Namun, embun es tetap muncul di beberapa titik meski suhu tercatat mentok sekitar 3 derajat Celsius.

Perjalanan tersebut menunjukkan suasana pagi di Dieng saat udara sangat dingin, langit cerah, serta kawasan Candi Arjuna dan Candi Setiyaki menjadi latar pengalaman berburu embun upas.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
embun upmas embun es Candi Arjuna dieng gunung sindoro