GUNUNGKIDUL - Wajah Baru Pantai Sepanjang Gunungkidul kini tampil lebih rapi, terang, dan tertata usai melalui serangkaian proyek penataan oleh pemerintah daerah. Destinasi wisata di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul ini mengalami perubahan signifikan yang menarik perhatian ribuan wisatawan, terutama saat berburu pemandangan matahari terbenam (sunset).
Proyek pengaspalan jalan baru sepanjang 552 meter dengan lebar 5 meter di kawasan Pantai Sepanjang meraup anggaran APBD 2025 sebesar Rp 1,6 miliar. Pembangunan fasilitas fisik tersebut diselesaikan lebih cepat, disusul penataan dan relokasi pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang rampung pada 7 Januari 2026.
Penataan kawasan berfokus pada pemindahan seluruh kios pedagang yang sebelumnya memadati sisi selatan jalan menuju ke sebelah utara jalan. Skema ini membuat pandangan pengunjung ke arah laut lepas menjadi terbuka bebas tanpa terhalang lapak jualan. Pemerintah daerah juga melarang pemasangan payung di bibir pantai agar wisatawan dapat menikmati garis pantai terpanjang di Gunungkidul secara lapang. Selain itu, penggunaan tikar di pinggir pantai kini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.
Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi
Aksesibilitas pengunjung turut ditunjang dengan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) baru yang mulai beroperasi menjelang musim Ramadan. Lampu-lampu berjarak dekat tersebut membuat area pantai tetap terang benderang hingga malam hari. Penataan ini berdampak langsung pada omzet para pelaku UMKM lokal yang mengalami peningkatan penjualan seiring tingginya antusiasme pengunjung yang bertahan hingga pukul 21.00 WIB.
Pantai Sepanjang berjarak sekitar 59 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau 25 kilometer dari Kota Wonosari. Tarif retribusi masuk kawasan wisata dibanderol Rp 15.000 per orang. Biaya tersebut dinilai ekonomis karena tiket tunggal ini mencakup akses ke 24 objek wisata pantai di kawasan Gunungkidul, mulai dari Pantai Baron di sisi barat hingga Pantai Watu Lawang di sisi timur.
Fasilitas penunjang lainnya juga terus ditambah, salah satunya kehadiran rest area anyar di jalur akses utama yang diproyeksikan menampung 15 UMKM pusat kuliner dan oleh-oleh. Sementara untuk tarif parkir kendaraan dibanderol resmi Rp 3.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil pribadi, dan Rp 25.000 untuk bus pariwisata.
Sejumlah fasilitas dasar seperti aliran air bersih, wastafel di setiap unit warung, dan penanaman vegetasi pelindung kini telah terealisasi. Pemerintah daerah juga menjadwalkan kelanjutan proyek pembangunan struktur talud dan fasilitas pedestrian di sisi selatan pantai yang rencananya akan direalisasikan mulai bulan April atau Mei.
Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube