Pancuran 13 Guci Tegal Rusak Diterjang Banjir, Pesonanya Kini Justru Terlihat Lebih Alami

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Pancuran 13 Guci Tegal Rusak Diterjang Banjir, Pesonanya Kini Justru Terlihat Lebih Alami
Pancuran 13 Guci Tegal Rusak Diterjang Banjir, Pesonanya Kini Justru Terlihat Lebih Alami

TEGAL – Kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati suasana alam pegunungan dan air panas alami di lereng Gunung Slamet.

Salah satu lokasi yang menjadi ikon kawasan tersebut adalah Pancuran 13 Guci. Namun, kondisi tempat wisata ini kini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bangunan dan sejumlah fasilitas di sekitar Pancuran 13 mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir bandang pada Januari 2026. Sejumlah bangunan yang sebelumnya tertata kini menyisakan bebatuan dan material yang terbawa arus.

Pancuran 13 sendiri dikenal karena keberadaan 13 pancuran atau guci yang menjadi sumber keluarnya air panas alami. Sebelum mengalami kerusakan, kawasan ini memiliki bangunan dan fasilitas yang lebih tertata sehingga menjadi salah satu spot favorit wisatawan.

Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi

Meski demikian, kerusakan tersebut justru membuat sebagian pengunjung menilai kawasan Pancuran 13 kini terlihat lebih alami. Aliran air panas yang berpadu dengan bebatuan serta lingkungan lereng Gunung Slamet memberikan suasana yang berbeda.

Air di kawasan Pancuran 13 juga tampak jernih dan terasa hangat. Pengunjung dapat menikmati pemandian air panas secara gratis di sejumlah area, termasuk Pancuran 13 dan Pancuran 5, setelah membayar tiket masuk kawasan Taman Wisata Guci.

Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan melewati kawasan pedesaan dengan jalan berkelok serta pemandangan Gunung Slamet yang cukup jelas. Di sekitar kawasan wisata juga terdapat berbagai pedagang yang menjual makanan, pakaian, sayuran, madu, hingga berbagai kebutuhan wisatawan.

Selain Pancuran 13, kawasan Guci memiliki sejumlah objek wisata lain seperti Guci Garden, Bukit Bintang, Taman Stroberi, dan Jembatan Kaca. Beberapa objek tersebut dikenakan tiket tambahan.

Baca Juga: Pemkab Trenggalek Dukung Indonesia Swasembada Bawang Putih Punya Lahan Potensial, Kurangi Ketergantu

Untuk memasuki kawasan Taman Wisata Guci, wisatawan dalam video tersebut membayar tiket sebesar Rp20.000. Sementara itu, sejumlah wahana di dalam kawasan memiliki tarif masing-masing.

Kondisi Pancuran 13 yang rusak juga membuat wisatawan harus lebih berhati-hati ketika berjalan di sekitar lokasi. Beberapa fasilitas seperti kamar mandi dan bangunan pendukung terlihat mengalami kerusakan, sementara material sisa banjir dan longsoran masih dapat ditemukan di sejumlah titik.

Meski fasilitasnya belum sepenuhnya kembali seperti kondisi sebelumnya, Pancuran 13 tetap ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan.

Keberadaan air panas alami, suasana pegunungan, serta pemandangan alam membuat Pancuran 13 tetap menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik di kawasan Guci.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, kondisi kawasan sebaiknya menjadi perhatian. Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga perlu berhati-hati karena masih terdapat sejumlah area yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Wisata Guci Tegal Wisata Tegal Pancuran 13 Guci pemandian air panas Guci guci tegal