TEGAL – Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit untuk menikmati udara sejuk pegunungan dan pemandian air panas. Kondisi kawasan wisata ini juga mulai kembali normal setelah sebelumnya terdampak banjir.
Salah satu lokasi yang mengalami dampak cukup besar adalah Pancuran 13 Guci. Aliran air dan kondisi lingkungan di sekitar pancuran berubah setelah banjir, membuat sejumlah bangunan dan kolam pemandian mengalami kerusakan.
Meski demikian, kondisi Pancuran 13 kini justru terlihat lebih alami. Aliran sungai mengalir di antara bebatuan, sementara area di sekitar air terjun juga masih menyisakan sejumlah bekas material longsoran.
Pengunjung masih dapat menikmati aliran air panas di sekitar Pancuran 13. Namun, sejumlah fasilitas seperti kolam pemandian dan bangunan di lokasi tersebut masih ditutup karena mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi dari pengelola yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, kawasan Pancuran 13 direncanakan menjalani renovasi kembali pada Agustus. Renovasi diharapkan dapat mengembalikan fasilitas wisata sekaligus membuat kawasan tersebut lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.
Baca Juga: Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan wisata Guci, tiket masuk diberlakukan berdasarkan jumlah orang. Saat akhir pekan, harga tiket yang disebutkan mencapai Rp20.000 per orang.
Sementara itu, kendaraan seperti sepeda motor dan mobil tidak dikenakan tiket masuk tambahan.
Untuk wisata Guci Forest, tiket masuk yang disebutkan sekitar Rp28.000, dengan tarif parkir sepeda motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000.
Kawasan Guci juga memiliki berbagai pilihan tempat wisata lain, seperti Guci Forest, Golden Park, Pancuran 13, serta sejumlah pemandian air panas dan area penginapan.
Pemandangan Gunung Slamet Jadi Daya Tarik
Perjalanan menuju Guci menawarkan pemandangan alam yang menarik. Dari sejumlah titik, wisatawan dapat melihat panorama Gunung Slamet yang berdiri di kawasan pegunungan.
Udara sejuk dan suasana hijau di sepanjang perjalanan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang dari Tegal maupun daerah lain.
Selain objek wisata, kawasan Guci juga dipenuhi berbagai usaha masyarakat lokal. Wisatawan dapat menemukan warung, penjual oleh-oleh, makanan khas, hingga berbagai pilihan penginapan dan vila.
Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan
Pilihan penginapan di sekitar Guci cukup beragam, mulai dari homestay, wisma hingga vila yang dapat digunakan wisatawan individu maupun rombongan.
Dalam kunjungan tersebut, salah satu penginapan yang digunakan berada di kawasan Guci dengan tarif sekitar Rp160 ribuan per malam. Fasilitas yang tersedia antara lain kamar mandi dalam, televisi, colokan listrik dan Wi-Fi.
Dengan suasana pegunungan serta pemandangan kawasan Guci dari lantai atas, penginapan menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin bermalam dan melanjutkan perjalanan wisata keesokan harinya.
Meski Pancuran 13 masih dalam kondisi pemulihan, kawasan Guci secara umum tetap menawarkan beragam pilihan wisata alam. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung, kondisi fasilitas dan akses di lokasi sebaiknya diperhatikan karena beberapa titik masih dalam proses penataan dan renovasi.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir