Wisata Guci Tegal Pascabanjir Bandang, Akses Rusak dan Sejumlah Pemandian Air Panas Masih Tutup

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Wisata Guci Tegal Pascabanjir Bandang, Akses Rusak dan Sejumlah Pemandian Air Panas Masih Tutup
Wisata Guci Tegal Pascabanjir Bandang, Akses Rusak dan Sejumlah Pemandian Air Panas Masih Tutup

TEGAL – Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih dalam tahap pemulihan setelah diterjang banjir bandang sekitar dua minggu lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah titik, termasuk jembatan penghubung menuju kawasan Baron Hill dan beberapa fasilitas wisata.

Kondisi Guci terlihat berbeda dibandingkan sebelum bencana. Pada akhir pekan yang biasanya dipadati wisatawan, kawasan wisata justru tampak lengang. Kendaraan dari luar kota yang biasanya memenuhi jalur menuju Guci juga terlihat jauh lebih sedikit.

Tiket Masuk Guci Sementara Gratis

Salah satu perubahan yang terlihat adalah pengunjung tidak dikenakan tiket masuk kawasan wisata. Di gerbang masuk, tidak terlihat petugas yang melakukan penarikan tiket seperti biasanya.

Sebelum bencana, tarif tiket masuk pada akhir pekan disebut mencapai Rp25.000 per orang. Saat ini, pengunjung dapat masuk secara gratis, meski terdapat warga yang menggalang sumbangan secara sukarela untuk membantu penanganan dampak bencana.

Sementara itu, tarif parkir mobil masih dikenakan sekitar Rp10.000.

Baca Juga: Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan

Sejumlah Penginapan dan Pemandian Masih Terdampak

Banjir bandang juga berdampak terhadap sejumlah hotel, vila, dan pemandian air panas di kawasan Guci. Tidak semua penginapan terdampak, karena beberapa tempat masih dapat beroperasi.

Berdasarkan informasi dari warga dan pengelola di sekitar lokasi, sejumlah tempat seperti Joglo Ageng, Gulala, dan Denaya masih memiliki akses air panas. Sementara Guci Forest masih dalam proses perbaikan terkait fasilitas air panasnya.

Beberapa pemandian seperti Duta Wisata, Onsen Guci, dan Guciana juga dilaporkan masih terdampak karena saluran atau sumber air panas mengalami kerusakan.

Jembatan Penghubung Rusak Parah

Kerusakan paling terlihat berada di kawasan sungai dekat Pancuran 13. Jembatan yang sebelumnya menghubungkan kawasan wisata dan pasar menuju Baron Hill serta kawasan di seberang sungai mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.

Bekas jembatan bahkan nyaris tidak terlihat karena tertutup material dan terdampak perubahan aliran sungai. Area tersebut juga masih dipasangi garis polisi dan sejumlah papan peringatan agar masyarakat tidak memasuki lokasi.

Menurut informasi warga, sudah ada proses pengukuran di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan rencana pembangunan kembali jembatan. Namun, waktu pelaksanaan pembangunan belum diketahui secara pasti.

Pancuran 13 Masih Dilarang untuk Aktivitas Mandi

Meski kondisi kawasan Pancuran 13 mengalami kerusakan, sumber air panas di sekitar lokasi masih mengalir. Hal tersebut membuat sejumlah pengunjung tetap datang dan mandi di area tersebut.

Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II

Padahal, terdapat papan peringatan dan larangan memasuki area terdampak. Aktivitas mandi di kawasan tersebut dinilai berisiko karena kondisi sungai dan lingkungan sekitar masih belum sepenuhnya aman.

Pengunjung disarankan tidak mengabaikan larangan yang telah dipasang demi menghindari risiko apabila terjadi banjir susulan atau perubahan arus secara tiba-tiba.

UMKM Guci Mulai Kembali Berjualan

Di tengah kondisi yang masih sepi, sejumlah pelaku UMKM tetap membuka dagangan mereka. Pedagang makanan, gorengan, jagung bakar, sate, siomay hingga penyedia jasa wisata berkuda masih dapat ditemui di beberapa titik.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan wisatawan tetap dapat berkunjung ke Guci meski sejumlah fasilitas wisata masih belum beroperasi normal.

Masyarakat yang datang juga dapat membantu perekonomian warga dengan membeli makanan atau produk UMKM lokal selama tetap memperhatikan kondisi keamanan kawasan.

Wisata Guci Diharapkan Segera Pulih

Guci merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Tegal yang dikenal dengan pemandian air panas dan suasana pegunungannya. Kerusakan akibat banjir bandang tentu memberikan dampak terhadap aktivitas wisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II

Pemulihan sejumlah fasilitas, terutama jembatan dan akses menuju lokasi wisata, diharapkan dapat segera dilakukan. Dengan perbaikan tersebut, aktivitas pariwisata Guci diharapkan kembali normal dan wisatawan dari dalam maupun luar daerah dapat kembali berkunjung.

Untuk wisatawan yang ingin menginap di Guci dalam waktu dekat, sebaiknya menghubungi pihak hotel atau penginapan terlebih dahulu untuk memastikan fasilitas air panas dan akses menuju lokasi sudah dapat digunakan.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Wisata Air Guci Forest Tegal Wisata Guci Tegal Tegal Guci Wisata Alam