Gunung Bromo: Berburu Sunrise dan Lautan Awan, Lanjut Melihat Kawah Aktif

Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:30 WIB
Gunung Bromo menawarkan sunrise, lautan awan, jeep hingga kawah aktif. Simak pengalaman seru wisata Bromo sejak dini hari.
Gunung Bromo menawarkan sunrise, lautan awan, jeep hingga kawah aktif. Simak pengalaman seru wisata Bromo sejak dini hari.

SURABAYA - Gunung Bromo menawarkan pengalaman wisata yang dimulai sejak dini hari, ketika wisatawan harus menembus kabut menggunakan jeep untuk mengejar sunrise di Penanjakan. Perjalanan kemudian berlanjut menikmati lautan awan, panorama Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru, sebelum ditutup dengan eksplorasi kawah aktif serta interaksi dengan masyarakat lokal di sekitar kawasan Bromo.

Menginap di Tengah Kebun Warga

Perjalanan dalam video kanal Fikri ZamRi dimulai setelah rombongan tiba di Bandara Surabaya dan disambut pemandu wisata lokal, Bang Rizki. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Bromo menggunakan layanan tur SFT Holidays.

Penginapan yang digunakan berupa homestay di kawasan Bromo. Salah satu daya tariknya adalah lingkungan sekitar yang masih didominasi lahan pertanian warga.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Benarkah SPP Menkeu Sudah Terbit? Ini Faktanya

Kebun kentang dan berbagai sayuran organik terlihat tumbuh subur di sekitar tempat menginap. Pada malam hari, suasana pegunungan yang sejuk menjadi kesempatan bagi rombongan untuk bersantai, mencicipi makanan instan, sekaligus berinteraksi dengan warga setempat.

Berangkat Pukul 03.30 untuk Mengejar Sunrise

Petualangan utama dimulai sekitar pukul 03.30. Rombongan menggunakan jeep untuk menuju kawasan Penanjakan. Perjalanan dini hari berlangsung melewati jalanan terjal dengan kondisi berkabut.

Sesampainya di area parkir, wisatawan tidak perlu khawatir jika membutuhkan makanan atau perlengkapan tambahan. Di sekitar lokasi terdapat kedai yang menyediakan makanan hangat dan kopi. Beberapa pedagang juga menawarkan perlengkapan seperti jaket, sarung tangan, dan syal untuk menghadapi suhu dingin.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Benarkah SPP Menkeu Sudah Terbit? Ini Faktanya

Menjelang pukul 05.00, suasana mulai berubah ketika cahaya matahari perlahan muncul di balik pegunungan.

Menikmati Sunrise dan Lautan Awan

Rombongan kemudian mencari titik yang lebih tinggi dan relatif sepi untuk mendapatkan panorama yang lebih leluasa. Dari lokasi tersebut, pemandangan gugusan pegunungan terlihat semakin jelas.

Salah satu momen yang menjadi daya tarik utama adalah kemunculan lautan awan atau cloud carpet. Hamparan awan terlihat seperti karpet putih yang menutupi bagian bawah kawasan pegunungan.

Ketika cuaca mendukung, wisatawan juga dapat melihat Gunung Bromo dan Gunung Batok. Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, turut terlihat dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Benarkah SPP Menkeu Sudah Terbit? Ini Faktanya

Pemandangan sunrise yang berpadu dengan siluet pegunungan menjadi salah satu alasan wisatawan rela meninggalkan penginapan sebelum matahari terbit.

Menyusuri Lautan Pasir Menuju Kawah

Setelah menikmati sunrise, perjalanan dilanjutkan menuju area parkir di kaki Kawah Bromo. Dari titik tersebut, wisatawan dapat berjalan kaki melewati hamparan pasir vulkanik.

Bagi pengunjung yang tidak ingin berjalan terlalu jauh, tersedia pilihan menggunakan jasa kuda. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju tangga yang mengarah ke bibir kawah.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Benarkah SPP Menkeu Sudah Terbit? Ini Faktanya

Semakin mendekati kawah, aroma belerang semakin terasa. Dari atas, wisatawan dapat menyaksikan langsung kepulan asap dari kawah aktif serta mendengar suara gemuruh yang berasal dari aktivitas vulkanik di dalamnya.

Menyaksikan Tradisi Lokal di Kawasan Kawah

Selain panorama alam, perjalanan menuju Kawah Bromo juga memperlihatkan sisi budaya masyarakat sekitar. Dalam video tersebut, terdapat tradisi lokal berupa melempar bunga ke arah kawah.

Aktivitas tersebut berkaitan dengan tradisi masyarakat Tengger yang memiliki hubungan erat dengan kawasan Bromo. Wisatawan tetap perlu memperhatikan aturan dan batas keselamatan ketika berada di sekitar kawah.

Perjalanan ke Gunung Bromo pada akhirnya bukan sekadar agenda menikmati pemandangan. Wisatawan mendapatkan rangkaian pengalaman mulai dari tinggal di lingkungan pertanian warga, berkendara dengan jeep pada dini hari, menyaksikan sunrise dan lautan awan, hingga melihat langsung kawah gunung berapi aktif.

Bagi pencinta petualangan, perjalanan tersebut membutuhkan kesiapan untuk bangun dini hari dan menempuh perjalanan yang cukup panjang. Namun, panorama alam yang ditawarkan menjadi pengalaman utama yang membuat perjalanan Bromo begitu menarik.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Benarkah SPP Menkeu Sudah Terbit? Ini Faktanya

Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila
Sumber : Sumber : Youtube Fikri ZamRi
Gunung Bromo Penanjakan Kawah Bromo Lautan Awan Sunrise Bromo