TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM- Wisata Orong Bukal Lombok menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta petualangan. Destinasi yang disebut masih belum banyak diketahui wisatawan ini menyuguhkan panorama laut dari jalur trekking dengan empat pos. Selain pemandangan yang disebut mirip Raja Ampat dan Labuan Bajo, perjalanan menuju sejumlah titik pandang juga memiliki medan terjal yang perlu diwaspadai.
Perjalanan menuju wisata Orong Bukal Lombok dimulai dari kawasan Praya Barat. Perjalanan menggunakan sepeda motor tersebut ditempuh sekitar satu setengah jam dalam kondisi normal. Namun, ketika musim hujan tiba jalan akan menjadi rintangan untuk sampai ke tujuan.
Baca Juga: 6 Wisata Kuliner Jogja yang Lagi Viral, Ada Ayam Bakar hingga Rahang Tuna Jumbo
Trekking Dimulai dari Area Parkir
Setibanya di lokasi, pengunjung akan menemukan area parkir untuk sepeda motor dan mobil. Di sekitar pintu masuk juga terdapat loket tiket, warung makan, serta toilet.
Harga tiket masuk dibanderol Rp10 ribu per orang. Sementara biaya parkir sepeda motor Rp5 ribu. Setelah makan dan beristirahat, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menuju kawasan bukit.
Jalur trekking memiliki empat pos. Dari area awal menuju pos pertama diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit tanpa berhenti. Pada bagian awal, jalurnya masih relatif landai dengan pepohonan yang cukup rindang.
Pengunjung juga disarankan datang lebih pagi. Pantai ini memiliki batas kunjungan hingga sekitar pukul 17.00.
Baca Juga: Pantai Klayar Pacitan Punya Pasir Putih, Tebing Karang hingga Wisata ATV
Panorama Laut Mulai Terlihat dari Pos 1
Setelah berjalan sekitar 20 menit, perjalanan mencapai pos pertama. Dari titik tersebut, panorama laut mulai terlihat luas. Suasana semakin menarik karena jalur berada di kawasan yang dipenuhi pepohonan.
Dari pos pertama menuju pos kedua, jaraknya relatif dekat. Perjalanan disebut hanya membutuhkan beberapa menit. Namun, semakin jauh trekking dilanjutkan, kondisi jalur mulai berubah.
Menuju pos ketiga, medan menjadi lebih terjal. Beberapa bagian jalur menggunakan tali sebagai pegangan. Kondisi tanah yang licin setelah hujan juga membuat pengunjung harus lebih berhati-hati.
Pos 3 dan 4 Jadi Titik dengan Pemandangan Menarik
Pos ketiga menjadi salah satu titik yang menarik perhatian. Dari kawasan ini, pengunjung dapat melihat laut, tebing, serta panorama sekitar dari ketinggian. Terdapat pula sejumlah area yang digunakan untuk berfoto.
Baca Juga: Naik Bus ke Pantai Klayar Pacitan? Wisatawan Harus Jalan Sekitar 1 Kilometer
Perjalanan menuju pos keempat kembali menghadirkan medan yang cukup ekstrem. Jalurnya sempit, terdapat bagian yang menanjak dan menurun, serta beberapa titik membutuhkan bantuan tali untuk berpegangan.
Karena kondisi tersebut, pengunjung perlu memperhatikan pijakan dan tidak terburu-buru. Khusunya pada bagian bebatuan licin.
Sesampainya di pos keempat, suasana terlihat sepi. Tidak banyak pengunjung yang masih berada di lokasi karena waktu sudah mendekati sore. Cuaca juga mulai kembali mendung dan hujan berpotensi turun.
Waktu dan Keselamatan Perlu Diperhatikan
Pengalaman di wisata Orong Bukal Lombok menunjukkan bahwa destinasi ini bukan sekadar tempat untuk menikmati pemandangan. Trekking menjadi bagian utama perjalanan yang membutuhkan persiapan.
Pengunjung yang baru pertama kali datang sebaiknya mempertimbangkan kondisi jalur, waktu tempuh, serta cuaca. Membawa air minum dan perlengkapan trekking juga penting, terutama karena perjalanan menuju pos-pos berikutnya semakin menantang.
Dengan panorama laut dan suasana alam yang masih terasa asri, Orong Bukal menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman menjelajah destinasi alam Lombok dengan nuansa berbeda.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber