TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Bukit Merese menjadi salah satu destinasi wisata di Lombok yang menawarkan pemandangan perbukitan dan laut lepas. Berada di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kawasan ini berada satu area dengan Pantai Tanjung Aan. Meski pemandangannya tetap menarik saat musim kemarau, waktu kunjungan menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Bukit Merese dikenal dengan hamparan perbukitan luas yang menghadap langsung ke laut. Dari puncaknya, wisatawan dapat melihat air laut berwarna biru dengan pemandangan laut lepas yang terhubung dengan Samudra Hindia.
Namun, kondisi Bukit Merese bisa berbeda sesuai musim. Saat kunjungan pada musim kemarau membuat rumput di perbukitan terlihat kering. Padahal, ketika musim hujan, kawasan tersebut disebut akan berubah menjadi hamparan rumput hijau.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Guci Tegal yang Lagi Hits dan Populer, Punya Pemandian Air Panas hingga Curug
Akses Menuju Bukit Merese
Perjalanan menuju Bukit Merese dapat dilakukan menggunakan kendaraan hingga area parkir. Jalan akses menuju lokasi disebut masih dalam kondisi bagus. Meski demikian, mendekati pintu masuk terdapat bagian jalan yang berbatu dan berpasir.
Dari area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menuju bagian atas bukit. Jalurnya relatif landai dan dinilai masih aman untuk dilewati, meski terdapat beberapa bagian yang berbatu.
Jika perjalanan dilakukan sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah. Kondisi tersebut membuat cuaca terasa cukup terik, terutama karena kunjungan dilakukan pada musim kemarau.
Pengunjung yang datang pada siang hari disarankan memperhatikan perlindungan terhadap paparan matahari. Penggunaan sunblock atau pelindung UV menjadi salah satu tips yang disampaikan untuk membantu melindungi kulit.
Baca Juga: Wisata Guci Tegal Pascabanjir Bandang, Akses Rusak dan Sejumlah Pemandian Air Panas Masih Tutup
Sesampainya di area puncak, hamparan rumput yang mengering menjadi salah satu pemandangan yang terlihat. Kondisi tersebut membuat Bukit Merese tampak lebih gersang dibandingkan suasana ketika musim hujan.
Meski begitu, kondisi rumput tidak mengurangi daya tarik utama destinasi tersebut. Pemandangan laut tetap menjadi alasan wisatawan melakukan perjalanan menuju puncak.
Dari bagian selatan Bukit Merese, wisatawan dapat melihat laut lepas yang disebut langsung terhubung dengan Samudra Hindia. Air laut yang jernih dan berwarna kebiruan menjadi salah satu pemandangan yang paling menarik perhatian.
Sore Hari Disebut Waktu yang Lebih Nyaman
Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bukit Merese dengan suasana lebih nyaman, waktu kunjungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Waktu terbaik yang disarankan adalah setelah pukul 16.00 atau menjelang matahari terbenam.
Baca Juga: Wisata Guci Tegal Pasca Banjir, Pancuran 13 Kini Lebih Alami dan Akan Direnovasi
Selain suhu yang lebih sejuk dibandingkan siang hari, pengunjung juga berkesempatan menikmati pemandangan matahari terbenam dari atas bukit.
Bukit Merese pun menunjukkan daya tarik yang tidak hanya bergantung pada kondisi rumput hijau. Pemandangan laut lepas, akses trekking yang relatif landai, serta suasana kawasan perbukitan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber