TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM- Pantai Tanjung Penyu menjadi salah satu pilihan wisata di Malang Selatan yang menawarkan pasir putih, air laut jernih kehijauan, serta ombak relatif tenang. Berada di Dusun Tambak, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pantai ini juga dilengkapi area camping, gazebo gratis, fasilitas kamar bilas, hingga Bukit Matahari untuk menikmati panorama dari ketinggian.
Pantai Tanjung Penyu dapat ditempuh sekitar dua jam dari pusat Kota Malang. Akses menuju lokasi bisa melalui jalur lintas selatan atau JLS. Sebagian jalan menuju kawasan pantai disebut sudah cukup baik, meski terdapat beberapa bagian yang belum beraspal ketika mendekati lokasi.
Baca Juga: Seruling Laut Pantai Klayar Pacitan Bisa Menyembur hingga 10 Meter
Tiket Masuk dan Area Camping
Sesampainya di lokasi, wisatawan perlu membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Pengunjung yang ingin camping dikenakan tambahan Rp10.000.
Untuk kendaraan, tarif parkir sepeda motor sebesar Rp5.000, mobil Rp10.000, sedangkan bus besar Rp25.000. Area parkir di Pantai Tanjung Penyu juga cukup luas dan dapat menampung kendaraan rombongan.
Area camping tersedia di beberapa bagian pantai. Pengunjung dapat membawa tenda sendiri atau menyewanya di lokasi dengan harga mulai Rp70.000. Berbagai perlengkapan camping juga tersedia melalui tempat penyewaan.
Salah satu area camping berada tepat di dekat pantai sehingga pengunjung bisa mendapatkan pemandangan laut dari tempat mendirikan tenda. Harga tersebut, bisa berubah.
Baca Juga: Menelusuri Daya Tarik Pantai Drini, Surganya Wisata Keluarga dan Berburu Kuliner Murah
Pasir Putih dan Ombak Relatif Tenang
Daya tarik utama Pantai Tanjung Penyu adalah hamparan pasir putih yang halus. Air lautnya terlihat jernih dengan warna kehijauan. Ombaknya juga disebut relatif tenang sehingga pengunjung dapat bermain air dan berenang.
Meski demikian, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi laut. Pengelola menyediakan penjaga pantai atau lifeguard yang mengawasi aktivitas pengunjung. Batas aman bermain air juga ditandai dengan bendera merah di sepanjang bibir pantai.
Keunikan lain terlihat dari bebatuan karang besar di depan pantai yang bentuknya menyerupai penyu. Bentuk tersebut menjadi salah satu ciri khas sekaligus asal penamaan Pantai Tanjung Penyu.
Fasilitas Lengkap untuk Wisatawan
Pantai Tanjung Penyu memiliki sejumlah fasilitas yang menunjang aktivitas wisata. Pengunjung dapat menggunakan gazebo yang tersedia secara gratis. Jalur pejalan kaki juga sudah menggunakan paving block sehingga lebih nyaman dilalui.
Tersedia pula tempat penyewaan tikar, bean bag, payung pantai, tenda dan perlengkapan lainnya. Toilet serta kamar bilas juga cukup banyak dan dapat digunakan secara gratis.
Kebersihan pantai menjadi perhatian pengelola. Tempat sampah tersedia di sejumlah titik dan petugas kebersihan melakukan pembersihan kawasan pantai pada pagi hari.
Selain berenang dan bermain air, pengunjung dapat bermain voli pantai karena tersedia bola dan net. Pantai ini juga memiliki area penangkaran penyu.
Baca Juga: Pantai Karanggongso Trenggalek Tawarkan Banana Boat, Ini Keseruan Wahana Favorit Wisatawan
Naik ke Bukit Matahari
Wisatawan yang ingin melihat pantai dari sudut berbeda dapat menuju Bukit Matahari. Bukit tersebut tidak terlalu tinggi dan telah dilengkapi anak tangga sehingga lebih mudah didaki.
Dari atas Bukit Matahari, pengunjung dapat melihat area camping dan hamparan laut. Di kawasan ini juga terdapat tribun sunset yang disebut sebagai salah satu spot terbaru untuk menikmati matahari terbenam.
Namun, pengunjung tetap harus berhati-hati karena terdapat tebing yang cukup tinggi dan langsung menghadap laut.
Untuk urusan makanan, wisatawan tidak perlu khawatir. Pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari luar. Di dalam kawasan pantai juga tersedia sejumlah warung yang menjual bakso Malang, ayam geprek, rawon, soto hingga aneka ikan bakar.
Dengan kombinasi pantai yang bersih, fasilitas lengkap, area camping dan pilihan kuliner, Pantai Tanjung Penyu menjadi salah satu destinasi yang bisa dipertimbangkan ketika berwisata ke Malang Selatan.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber