TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Wisata Sumenep menawarkan pengalaman yang cukup lengkap, mulai dari menikmati suasana hotel bernuansa Madura, mencicipi kuliner khas, melihat peninggalan sejarah di Keraton Sumenep, hingga menjelajahi Pantai Slopeng dan Gili Labak.
Salah satu bagian perjalanan adalah menginap di Mize Hotel Sumenep. Hotel tersebut memiliki perpaduan konsep tradisional dan modern. Nuansa Madura terlihat dari penggunaan ornamen etnik, batik Madura, hingga gambar karapan sapi di area hotel.
Fasilitas hotel cukup beragam, mulai dari kolam renang, restoran, ballroom, ruang pertemuan, hingga spa. Hotel tersebut juga menyediakan sejumlah produk khas Madura seperti kain batik, rengginang, kerupuk ikan, aksesori, dan kaus bertema Madura.
Baca Juga: Seruling Laut Pantai Klayar Pacitan Bisa Menyembur hingga 10 Meter
Beberapa pilihan kamar juga diperlihatkan, mulai dari tipe yang lebih sederhana hingga Junior Suite. Fasilitas seperti televisi, kulkas kecil, hair dryer, shower dengan air panas, serta perlengkapan mandi tersedia di sejumlah tipe kamar.
Untuk kuliner, tersedia berbagai pilihan makanan. Sarapan menyajikan makanan manis, pastry, pancake, waffle, hingga menu berat seperti pasta, spaghetti, soto Madura, dan ayam kalasan.
Perjalanan wisata Sumenep kemudian berlanjut dengan mencoba kuliner lokal. Salah satunya kaldu kokot dan soto kikil yang disajikan bersama lontong serta sambal kacang. Ada pula pentol gepek yang dibuat dari tepung dan disajikan dengan sambal.
Dari tempat kuliner tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Slopeng. Pantai ini memiliki pasir yang disebut halus dan menjadi salah satu tempat untuk menikmati suasana laut serta matahari terbenam.
Baca Juga: JLS Tulungagung Tembus Pantai Sine, Rute Tambakrejo Disebut Lebih Nyaman?
Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan pusat kota. Masjid Agung atau Masjid Jami Sumenep menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi. Setelah itu, perjalanan diteruskan ke Taman Adipura dan Keraton Sumenep.
Keraton Sumenep menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan. Di kawasan ini terdapat berbagai peninggalan sejarah, termasuk bangunan keraton, pendopo, museum, serta benda-benda peninggalan masa kerajaan.
Salah satu yang menarik adalah Al-Qur'an yang disebut ditulis pada 1811 oleh Sultan Abdurrahman. Selain itu, Sumenep juga dikenal dengan tradisi pembuatan keris dan keberadaan para empu keris.
Pengunjung juga diperlihatkan Taman Sari yang memiliki sumber mata air. Kawasan tersebut dulunya digunakan sebagai tempat pemandian permaisuri atau putri keraton.
Baca Juga: Naik Bus ke Pantai Klayar Pacitan? Wisatawan Harus Jalan Sekitar 1 Kilometer
Destinasi berikutnya adalah Gili Labak. Perjalanan menuju pulau tersebut dimulai dari Pelabuhan Kalianget menggunakan perahu nelayan. Perjalanan laut memakan waktu hampir dua jam hingga pulau mulai terlihat.
Gili Labak menawarkan pasir putih dan air laut yang jernih. Dalam perjalanan tersebut, wisatawan juga menikmati aktivitas snorkeling dan melihat ikan di sekitar perairan.
Selain memiliki keindahan alam, kawasan Gili Labak juga dihuni masyarakat. Terdapat desa dan homestay yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama.
Setelah berkeliling Sumenep dan Gili Labak, perjalanan ditutup dengan menikmati fasilitas spa di hotel. Pilihan perawatan yang tersedia antara lain traditional massage, body glow, hingga perawatan wajah.
Pengalaman kemudian dilanjutkan dengan barbecue yang menyediakan berbagai makanan, mulai dari nasi, pasta, sayuran, ikan, hingga dessert seperti es campur, chocolate fountain, dan puding.
Rangkaian perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa wisata Sumenep tidak hanya menawarkan pantai. Sejarah, budaya, kuliner, akomodasi, hingga wisata bahari menjadi bagian dari pengalaman yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber