
DURENAN, Radar Trenggalek – Kerusakan struktur jembatan di kawasan persimpangan berlampu lalu lintas (traffic light) Kecamatan Durenan kini menjadi perhatian serius. Kondisi fondasi jembatan yang mengalami penurunan elevasi alias ambles memaksa pihak berwenang mengambil langkah darurat demi menjamin keselamatan para pengguna jalan.
Sebagai bentuk antisipasi cepat, area jembatan yang ambles tersebut kini telah dipasangi barisan pembatas jalan plastik (water barrier) berwarna oranye terang yang disusun melingkar. Pemasangan pembatas ini bertujuan melokalisasi area rawan dan mengalihkan arus kendaraan agar tidak melintasi titik jembatan yang strukturnya terus mengalami penurunan.
Camat Durenan, Zuhdan mengungkapkan, pengamanan lokasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas kondisi fisik jembatan yang kian hari kian mengkhawatirkan.
Menurut dia, jika dibiarkan tanpa pembatas dan peringatan yang jelas, potensi timbulnya kecelakaan lalu lintas di jalur penghubung antarkabupaten tersebut sangat tinggi.
"Langkah ini kami ambil sebagai bentuk antisipasi sementara. Sebab kalau diamati, semakin hari struktur jembatan itu jalannya semakin turun," ujar Zuhdan, Kamis (5/11).
Zuhdan menekankan, pihak pemerintah tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan para pengendara yang melintas. Langkah membatasi area ambles dengan water barrier dipandang sebagai pilihan paling rasional saat ini untuk menghindari dampak buruk yang merugikan masyarakat.
"Daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dan menimbulkan kecelakaan, tentu masyarakat yang harus menanggung akibatnya. Jadi sebelum ada pengerjaan fisik permanen dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, area ini kita batasi dulu untuk penanganan darurat," tegas Camat Durenan tersebut.
Terkait dengan perbaikan jalan dan jembatan secara permanen, Zuhdan menjelaskan, pengerjaan fisik kemungkinan besar belum bisa direalisasikan pada tahun anggaran berjalan ini. Hal itu disebabkan penetapan alokasi anggaran APBD perubahan untuk tahun ini telah selesai dibahas dan disahkan.
"Kalau melihat kondisi anggaran, untuk tahun ini kelihatannya belum ada pengerjaan fisik perbaikan karena APBD perubahan sudah di-dok. Rencananya, usulan penanganan permanen baru akan ditindaklanjuti pada tahun depan. Meskipun untuk kepastian jadwal pastinya, kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak Pemprov Jatim," lanjutnya.
Baca Juga: Fasalitas Penunjang JCH Belum Maksimal Untuk Penyelenggaraan Haji Butuh Dukungan dari APBD
Selain pemasangan water barrier, langkah pengamanan di lokasi simpang empat Durenan juga dilengkapi dengan instalasi penerangan khusus berupa lampu penanda (LED). Penambahan lampu LED ini dinilai sangat vital untuk menjaga jarak pandang dan kewaspadaan pengemudi saat melintas di malam hari.



