Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Karang Anom Masuk 3 Besar Lomba Gotong Royong Jatim, Sekda Trenggalek Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 6 Mei 2025 | 21:57 WIB
Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto saat menghadiri Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan.
Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto saat menghadiri Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan.

Trenggaleknjenggelek - Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek berhasil menorehkan prestasi dengan masuk sebagai tiga besar nominasi Lomba Gotong Royong Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025.

Meski demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto menegaskan bahwa bukan juara yang menjadi tujuan utama, melainkan bagaimana semangat gotong royong terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bukan juaranya yang penting, tapi tindak lanjut dan penerapan gotong royong itu seperti apa," ujar Edy saat menyambut tim penilai lapangan, Selasa (6/5/2025).

Ia menambahkan bahwa gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang harus tetap hidup di tengah tantangan zaman.

Menurut Edy, zaman dahulu masyarakat mengenal sistem keamanan lingkungan (siskamling), sedangkan saat ini banyak yang bergantung pada teknologi seperti CCTV.

"Penilaian ini menjadi pemicu bahwa gotong royong itu masih ada dan harus terus kita hidupkan," lanjutnya.

Tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur menilai tiga desa terbaik dari Trenggalek, Madiun, dan Bojonegoro.

Mereka kini memasuki tahapan penilaian lapangan sebelum diputuskan siapa yang menjadi juara pertama, kedua, dan ketiga.

Ketua Tim Penilai Lapangan, Tri Yuono yang juga menjabat sebagai Kabid Kemasyarakatan Desa PMD Jatim, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama.

Salah satunya adalah verifikasi terhadap data administrasi yang sebelumnya dikirim desa peserta.

"Kadang ada data yang tidak tercatat, tapi saat penilaian di lapangan ternyata sudah dilakukan. Itu jadi nilai plus," ungkap Tri.

Tri juga mengakui bahwa budaya gotong royong semakin langka, terutama karena pengaruh globalisasi dan perbedaan generasi.

"Gotong royong itu menyangkut nilai, norma, dan kultur. Saat ini kita menghadapi generasi yang kurang tertarik dengan nilai-nilai tersebut," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi Desa Karang Anom dan seluruh peserta lomba yang masih menjaga serta melestarikan semangat gotong royong.

Menurut Edy Soepriyanto, keikutsertaan Trenggalek dalam lomba ini setiap tahun adalah bagian dari komitmen untuk terus menumbuhkan nilai kebersamaan.

"Alhamdulillah setiap tahun kita ikut lomba ini. Ini bagian dari niat baik agar bisa jadi contoh bagi desa-desa lainnya. Keberhasilan ini harus menjadi keberlanjutan," pungkas Sekda Edy. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Desa Karang Anom #trenggalek #warga #gotong royong