Trenggaleknjenggelek – Sebanyak 432 calon guru di Kabupaten Trenggalek yang telah memiliki sertifikat pendidik (Serdik) dari Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan mendapat angin segar. Sertifikat tersebut bakal menjadi syarat utama sekaligus prioritas dalam proses rekrutmen guru ke depan, terutama pada formasi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menyampaikan hal itu usai melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Langkah tersebut menjadi upaya untuk menekan kekurangan tenaga guru yang masih cukup besar di Trenggalek.
“Prinsipnya kami minta agar 432 peserta calon guru dari PPG Prajabatan ini menjadi prioritas saat ada rekrutmen guru, terutama dalam seleksi PPPK. Mereka sudah punya sertifikat profesi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sukarodin, Rabu (22/10/2025).
Politisi asal Fraksi PKB itu menjelaskan, kebutuhan guru di Trenggalek saat ini masih tinggi, mencapai sekitar 1.114 orang. Jumlah itu belum termasuk guru yang akan memasuki masa pensiun pada tahun mendatang.
Namun, keterbatasan aturan pemerintah membuat banyak lulusan PPG Prajabatan belum bisa direkrut secara resmi. Mereka akhirnya hanya berstatus sebagai relawan di sekolah-sekolah.
“Di satu sisi kita kekurangan guru, tapi disisi lain ada aturan yang tidak membolehkan pengangkatan honorer baru. Akhirnya anak-anak PPG Prajabatan ini statusnya relawan,” terangnya.
Kondisi ini, lanjut Sukarodin, membuat banyak kepala sekolah berada dalam posisi dilematis. Mereka membutuhkan tenaga pendidik agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, tetapi terbentur regulasi yang melarang penerimaan tenaga honorer.
“Kalau tidak ada guru, anak-anak kita bisa tidak belajar. Maka banyak sekolah menerima relawan karena kebutuhan mendesak. Tapi kepala sekolah juga bisa disalahkan karena melanggar aturan,” imbuhnya.
Komisi IV bersama Sekda, BKD, dan Dinas Pendidikan Trenggalek telah menyampaikan persoalan ini kepada Kemendikbudristek agar segera dicarikan solusi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan meminta Kementerian PAN-RB menambah kuota rekrutmen guru di Trenggalek sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Pandangan kami jelas, kekurangan guru itu wajib diatasi. Maka kami minta pemerintah pusat memperhatikan hal ini dan memberi ruang bagi lulusan PPG Prajabatan,” pungkas Sukarodin.(Jaz)
Editor : Zaki Jazai