
POGALAN, Radar Trenggalek – Kondisi pasar tradisional di Bumi Menak Sopal kian lesu. Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Bendo, Kecamatan Pogalan, terpantau melambung tinggi.
Kenaikan harga yang terjadi ini membuat napas pedagang dan pembeli makin berat, mengingat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.
Lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai. Jika harga cabai dari tingkat petani sudah menyentuh kisaran Rp 50 ribu per kilogram (kg), harga jual cabai keriting di lapak pedagang Pasar Bendo meroket mulai dari Rp 70 ribu hingga menembus angka Rp 80 ribu per kg.
Kenaikan ini jelas menjadi pukulan telak bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Trenggalek.
Salah satu pedagang di Pasar Bendo, Nur, mengaku hampir semua kebutuhan dapur mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan.
"Cabai keriting di pasar jualnya sekitar Rp 70 ribu," ungkapnya, Senin (6/10).
Tak hanya cabai, komoditas minyak goreng juga terus merangkak naik. Harga minyak goreng rata-rata mengalami kenaikan seribu rupiah per liternya, bergerak dari Rp 20 ribu menjadi Rp 21 ribu, dan terus naik hingga Rp 22 ribu per liter.
Di sisi lain, pergerakan harga telur ayam ras sedikit memberikan kelonggaran dengan penurunan tipis dari Rp 24 diri menjadi sekitar Rp 23.500 per kg.
Baca Juga: Kapasitas Gudang Dievaluasi
Berdasarkan pantauan visual di lokasi menunjukkan aktivitas jual beli yang tetap berjalan meski terasa lebih sepi.
Di salah satu lapak peracangan, tampak keranjang-keranjang berisi tumpukan bawang merah, cabai, dan sayuran seperti mentimun siap jual, berjejer di bawah rentengan bumbu kemasan serta kopi saset.



