Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Kelompok Tani

M
BERBAGI ILMU: Program Studi D-3 Keperawatan Kampus Kabupaten Trenggalek Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan PKM, dengan Kader Kesehatan dan Kelompok Tani Keluarga Pangreksa Adat Katobilan (KUPAT KATON) Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kamis (10/9).(M. BIMA FAISAL/RADAR TRENGGALEK)
BERBAGI ILMU: Program Studi D-3 Keperawatan Kampus Kabupaten Trenggalek Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan PKM, dengan Kader Kesehatan dan Kelompok Tani Keluarga Pangreksa Adat Katobilan (KUPAT KATON) Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kamis (10/9).(M. BIMA FAISAL/RADAR TRENGGALEK)

Advertisement

TRENGGALEK — Upaya meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) terus dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kabupaten Trenggalek Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk

“Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Kelompok Tani: Pengendalian Hipertensi dan Diabetes Mellitus melalui Edukasi, Gizi Seimbang, dan Pemanfaatan Pangan Lokal bagi Kader Kesehatan dan Kelompok Tani Keluarga Pangreksa Adat Katobilan (KUPAT KATON) Desa Wonoanti”.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat peran kader kesehatan dan kelompok tani sebagai penggerak perilaku hidup sehat di tingkat keluarga dan masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan pengolahan pangan sehat berbasis hasil pertanian lokal.

Advertisement

Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, memiliki karakter masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani. Kelompok KUPAT KATON tidak hanya aktif dalam kegiatan pertanian, tetapi juga memiliki semangat guyub dan gotong royong serta perhatian terhadap pelestarian nilai adat dan budaya lokal. Potensi sosial tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan program kesehatan berbasis masyarakat.

Program PKM ini berangkat dari kondisi kesehatan masyarakat yang masih menghadapi persoalan hipertensi dan diabetes mellitus. Data dalam dokumen program menunjukkan prevalensi hipertensi di Desa Wonoanti mencapai 47,7 persen dan diabetes mellitus 6,65 persen. Dokumen tersebut juga mencatat sekitar 43 persen penderita hipertensi dan 45 persen penderita diabetes mellitus belum menjalani pengobatan secara rutin.

Advertisement

Melalui kegiatan penyuluhan, Edi Yuswantoro, S.Kep., Ns., M.Kep. menyampaikan materi mengenai diabetes mellitus. Edukasi diarahkan pada pemahaman masyarakat tentang penyakit, faktor risiko, pentingnya pengobatan dan pemantauan kesehatan, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pencegahan komplikasi. Pendekatan edukasi dibuat agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga maupun anggota komunitas.

Sementara itu, Rahayu Niningasih, S.Kep., Ns., M.Kes. memberikan penyuluhan mengenai hipertensi. Materi menekankan pentingnya mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, menerapkan pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengikuti pengobatan secara teratur bagi masyarakat yang telah mendapatkan terapi.

Selain edukasi, kegiatan juga mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah. Kader kesehatan mendapatkan penguatan keterampilan untuk membantu pemantauan kesehatan masyarakat dengan pendampingan tenaga kesehatan. Pemeriksaan berkala diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendukung pencatatan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

Aspek gizi menjadi bagian penting dalam program melalui pelatihan pengolahan pangan sehat yang diberikan oleh Mimik Christiani, SST., M.Kes. Pelatihan memanfaatkan potensi hasil pertanian lokal, antara lain beras merah, jagung, rempah-rempah, dan sayuran, untuk diolah menjadi pangan yang mendukung pola konsumsi sehat dengan memperhatikan pembatasan garam dan gula.

Pemanfaatan pangan lokal memberikan nilai tambah karena intervensi kesehatan dapat dilakukan dengan sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kelompok tani diharapkan tidak hanya menjadi penghasil pangan, tetapi juga mampu memanfaatkan hasil pertanian untuk mendukung kebutuhan pangan sehat keluarga serta mengembangkan potensi produk olahan komunitas.

Advertisement
Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK

Artikel Terkait

Prodi D-3 Keperawatan Trenggalek  Dorong Cerdas PTM di Desa Salamrejo Melalui Pengembangan Posyandu ILP

Prodi D-3 Keperawatan Trenggalek Dorong Cerdas PTM di Desa Salamrejo Melalui Pengembangan Posyandu ILP

Poltekkes Kemenkes Malang kembangkan Posyandu ILP di Desa Salamrejo, Trenggalek untuk edukasi dan deteksi dini diabetes melitus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer