Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bisa Jadi Perdebatan di Trenggalek, Antara Manfaat dan Risiko Mengkonsumsi Telur Setengah Matang Bagi Kesehatan

Tim Redaksi • Kamis, 4 September 2025 | 04:55 WIB

 

Di Trenggalek, sarapan dengan menu telur sudah menjadi kebiasaan yang melekat di berbagai kalangan.
Di Trenggalek, sarapan dengan menu telur sudah menjadi kebiasaan yang melekat di berbagai kalangan.

 

TRENGGALEK - Di Trenggalek, sarapan dengan menu telur sudah menjadi kebiasaan yang melekat di berbagai kalangan.

Mulai dari telur ceplok, telur dadar, hingga telur setengah matang, masing-masing punya penggemarnya sendiri di Trenggalek.

Telur setengah matang kerap dipilih warga Trenggalek karena teksturnya yang lembut dan rasa gurihnya yang khas, sehingga memberi sensasi berbeda dibanding telur matang sepenuhnya.

Tak hanya di Trenggalek, telur setengah matang juga populer di berbagai negara.

Namun, hidangan ini memunculkan perdebatan terkait keamanannya, terutama karena potensi risiko terpapar bakteri Salmonella.

Meski demikian, di balik risikonya, telur setengah matang menyimpan beragam manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.

Manfaat Mengonsumsi Telur Setengah Matang

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi telur setengah matang:

1. Mendukung Penurunan Berat Badan

Telur setengah matang mengandung kalori yang rendah namun kaya akan protein, sehingga sering dipilih sebagai menu diet.

Kandungan proteinnya mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebih.

Baca Juga: Ayam Lodho, Kuliner Khas Trenggalek yang Kaya Rempah dan Penuh Tradisi

Selain itu, protein pada telur juga dapat memberikan energi yang diperlukan tubuh saat menjalani program diet, sehingga tubuh tidak mudah lemas.

2. Menunjang Kesehatan Jantung

Kandungan asam lemak omega-3 dalam telur setengah matang dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung.

Omega-3 berperan dalam menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengurangi peradangan pada jaringan jantung, dan mencegah terjadinya gangguan irama detak jantung atau aritmia.

3. Memperkuat Tulang dan Gigi

Telur setengah matang juga bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi karena mengandung vitamin D dalam jumlah yang cukup tinggi.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor secara optimal, yang keduanya sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

4. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Kandungan omega-3 pada telur setengah matang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Tingginya kadar LDL berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Untuk mendapatkan manfaat ini secara maksimal, disarankan mengonsumsi telur rebus daripada telur goreng, guna menghindari tambahan kalori dari minyak.

5. Menjaga Fungsi Jantung

Telur yang dimasak hingga putih telurnya mengeras namun bagian kuningnya masih sedikit cair juga mengandung selenium.

Mineral ini berfungsi melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat oksidasi.

Selain itu, kolin yang terdapat dalam telur dapat membantu mengatur kadar lemak darah, sehingga turut menjaga kesehatan jantung.

6. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Kolin dalam telur setengah matang dapat meningkatkan keragaman bakteri baik di dalam usus.

Perubahan ini berdampak positif terhadap kesehatan sistem pencernaan dan meningkatkan penyerapan zat gizi.

Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Food Science & Nutrition.

Risiko Mengonsumsi Telur Setengah Matang

Meskipun menawarkan berbagai manfaat, konsumsi telur setengah matang juga memiliki potensi bahaya, antara lain:

1. Paparan Bakteri Salmonella

Telur yang tidak dimasak hingga matang berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan bahkan keracunan makanan.

Oleh karena itu, penting untuk membeli telur dari sumber yang terpercaya guna mengurangi risiko kontaminasi.

2. Gangguan pada Sistem Pencernaan

Beberapa orang mungkin mengalami keluhan pencernaan, seperti perut kembung atau meningkatnya produksi gas usus, setelah mengonsumsi telur setengah matang. Respons pencernaan setiap individu berbeda-beda terhadap makanan ini.

3. Kandungan Kolesterol yang Tinggi

Kuning telur mengandung kolesterol cukup tinggi, yaitu sekitar 200 miligram per butir. Bagi orang sehat, jumlah tersebut mungkin tidak menimbulkan masalah.

Namun, bagi penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes, asupan kolesterol yang berlebihan dapat memperburuk kondisi kesehatan. (fri)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#telur setengah matang #sarapan #pagi #trenggalek