Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sterilisasi Sebabkan Kucing Lebih Gemuk, Ini Penjelasan Dokter Hewan Unisma

Zaki Jazai • Jumat, 18 April 2025 | 19:33 WIB
Kucing
Kucing

Trenggaleknjenggelek-Kucing dengan tubuh gempal atau gemuk


kerap terlihat lebih menggemaskan. Namun, di balik tubuh montok tersebut, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah proses sterilisasi atau kebiri yang umum dilakukan pada hewan peliharaan.

Dokter Hewan Universitas Islam Malang (Unisma), drh Nurul Humaidah, membenarkan bahwa kucing cenderung mengalami peningkatan berat badan usai disterilisasi. Fenomena ini terjadi akibat penurunan kadar hormon testosteron, hormon yang berperan dalam mendorong aktivitas dan perilaku reproduksi kucing.

"Kalau jantan disteril, testisnya dikeluarkan. Testis itu yang biji dua menyerupai kacang. Di situ dihasilkan hormon testosteron atau hormon jantan," jelas drh Nurul Humaidah. 

Nurul menjelaskan, hormon testosteron mendorong kucing untuk melakukan aktivitas fisik secara berlebih. Setelah proses kebiri, pabrik hormon tersebut hilang sehingga tingkat aktivitas kucing pun menurun drastis.

"Hormon itu menghasilkan aktivitas yang berlebih. Ketika testis itu diangkat, secara langsung pabrik penghasil hormon itu tidak ada," terangnya.

Penurunan aktivitas ini menyebabkan makanan yang dikonsumsi tidak lagi dibakar melalui gerakan tubuh, melainkan disimpan dalam bentuk lemak.

"Dengan aktivitas yang sedikit namun makan tetap, maka makanan tadi akan diubah menjadi daging," lanjut dosen Fakultas Peternakan Unisma itu.

Meski kerap dikaitkan dengan kenaikan berat badan, sterilisasi tetap dinilai membawa banyak manfaat kesehatan. Pada kucing betina, sterilisasi dapat menghilangkan risiko infeksi rahim, sebuah kondisi yang berpotensi berbahaya bila tidak ditangani.

"Sterilisasi ada kaitannya dengan pencegahan penyakit. Kalau kucing betina dulu sering diinjeksi sehingga mengakibatkan timbul nanah, supaya tidak merambat ke mana-mana itu biasanya dilakukan pengangkatan uterus untuk pengobatan," jelasnya.

Selain untuk kesehatan, sterilisasi juga menjadi solusi penting dalam mengendalikan populasi kucing yang berlebihan. Menurut drh Nurul, praktik ini membantu mencegah berbagai masalah sosial dan kesehatan akibat lonjakan populasi hewan.

Ia menyarankan, prosedur sterilisasi sebaiknya dilakukan saat hewan masih berusia kecil, yakni sekitar satu bulan.

"Misalnya kucing, anjing, dan sebagainya memang dianggap jumlahnya terlalu banyak, dari awal kita bisa lakukan kastrasi itu ketika masih dalam usia kecil. Di usia satu bulan," pungkasnya.(jaz) 

Editor : Zaki Jazai
#gemuk #sterilisasi #kucing