Trenggaleknjenggelek - Sebagai pemilik kucing, kita sering tergoda memberi makan setiap kali si meong datang mengeong.
Tapi tahu nggak sih, frekuensi makan kucing sebaiknya disesuaikan dengan usianya? Kalau salah atur, kucing bisa kelebihan berat badan, bahkan mengalami gangguan pencernaan.
Panduan Frekuensi Makan Berdasarkan Usia Kucing
Anak Kucing (0–6 Bulan): 4 Kali Sehari
Perutnya kecil, tapi energinya besar! Anak kucing butuh makan lebih sering karena fase ini adalah masa pertumbuhan paling aktif. Makanan khusus kitten yang tinggi protein dan lemak jadi pilihan utama.
Remaja (6–12 Bulan): 3 Kali Sehari
Mulai masuk fase “puber”, kucing remaja mulai bisa diajari disiplin makan. Masih bisa pakai makanan kitten, tapi sudah boleh bertahap dikenalkan dengan makanan dewasa.
Dewasa (1–7 Tahun): 2 Kali Sehari
Ini fase paling stabil. Memberi makan pagi dan malam dengan porsi seimbang akan bantu menjaga berat badan ideal. Jangan lupa, air minum harus selalu tersedia.
Senior (7+ Tahun): 2 Kali Sehari (dengan perhatian ekstra)
Kucing tua masih bisa makan dua kali, tapi kamu perlu lebih jeli. Pilih makanan khusus senior, dan perhatikan kondisi gigi serta pencernaannya.
Jangan Kebanyakan Ngasih Makan
Kucing memang tahu cara minta makan dengan ekspresi meyakinkan. Tapi sebagai pemilik yang bijak, kita perlu tahu batasannya.
Memberi makan berlebihan bisa memicu obesitas, yang ujung-ujungnya berisiko ke penyakit lain.
Selalu sesuaikan porsi dengan berat badan dan aktivitas harian kucing. Dan kalau ragu, konsultasi dengan dokter hewan adalah langkah terbaik untuk menyusun jadwal makan yang tepat. (sun)