Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tren Naik Gunung Anak Muda Meningkat Drastis, Media Sosial Jadi Pemicu Utama FOMO dan Motivasi Beragam

Eka Putri Wahyuni • Kamis, 13 November 2025 | 02:15 WIB

 

Anak muda makin ramai mendaki demi konten dan ketenangan diri.
Anak muda makin ramai mendaki demi konten dan ketenangan diri.

TRENGGALEK – Tren naik gunung di kalangan anak muda saat ini semakin populer.

dipicu oleh media sosial yang menampilkan keindahan alam Indonesia secara menawan.

Fenomena ini tidak hanya menarik generasi milenial, tetapi juga generasi Z, yang tertarik dengan pengalaman menantang, keindahan alam.

sekaligus kesempatan untuk membuat konten menarik di platform digital.

Tren Naik Gunung Anak Muda Populer dan Terinspirasi Media Sosial

Fenomena ini menjadi perbincangan hangat karena sebagian pendaki muda tampak didorong oleh tren ‘Fear of Missing Out’ (FOMO).

Banyak dari mereka mendaki bukan semata untuk berinteraksi dengan alam atau menguji diri secara batin, tetapi untuk mengejar konten media sosial yang sedang viral.

Media sosial memegang peran penting dalam menyebarkan foto-foto puncak yang memukau, sehingga memicu rasa ingin ikut serta demi tidak ketinggalan tren.

Selain FOMO, motivasi pendaki juga bervariasi.

Sebagian mencari pengalaman petualangan yang menantang, menikmati keindahan alam, atau memanfaatkan pendakian sebagai sarana self-discovery.

Aktivitas mendaki gunung menjadi momen untuk melarikan diri dari rutinitas harian, menemukan ketenangan, dan mengevaluasi diri di tengah kesunyian alam.

Baca Juga: Makna dan Perhitungan Weton di Jawa, Tradisi Leluhur yang Masih Lestari di Trenggalek

Gunung Populer dan Jenis Pendakian yang Diminati

Minat pendakian lebih tinggi pada gunung-gunung dengan jalur mudah dan aksesibilitas yang baik. Gunung Prau, Andong, Papandayan, Bromo, dan Ijen menjadi favorit karena menawarkan pemandangan yang memukau tanpa memerlukan persiapan ekstrem.

Keindahan sunrise dan landscape yang Instagramable membuat destinasi ini menjadi magnet bagi anak muda yang ingin merasakan pengalaman outdoor sekaligus memproduksi konten menarik.

Namun, tren naik gunung yang digerakkan oleh media sosial ini juga menimbulkan kekhawatiran.

Banyak pendaki baru yang kurang memahami persiapan yang tepat, mulai dari peralatan, kesehatan fisik, hingga etika menjaga lingkungan.

Akibatnya, risiko keselamatan meningkat, dan potensi kerusakan alam pun tidak bisa diabaikan.

Dampak Positif dan Negatif Tren Naik Gunung

Dari sisi positif, tren ini meningkatkan kesadaran anak muda akan pentingnya gaya hidup sehat, olahraga, dan menjaga kelestarian alam.

Pendakian gunung dapat menjadi sarana refleksi diri, sekaligus mempererat hubungan sosial jika dilakukan bersama teman atau komunitas.

Banyak pendaki muda melaporkan pengalaman spiritual dan mental yang memperkaya setelah mendaki, terutama ketika mereka berhasil menaklukkan tantangan fisik dan menikmati panorama alam yang menakjubkan.

Di sisi negatif, dorongan untuk mendaki demi konten media sosial dapat mengaburkan nilai esensial dari kegiatan ini. Beberapa pendaki cenderung mengabaikan aturan keselamatan, tidak mempersiapkan diri dengan baik, atau meninggalkan sampah di lokasi pendakian.

Aktivitas yang semestinya menjadi sarana self-discovery justru berubah menjadi ajang pamer dan kompetisi digital, sehingga merusak makna asli pendakian dan kelestarian lingkungan.

Kiat Aman dan Etis untuk Pendaki Muda

Para ahli menyarankan agar anak muda yang tertarik naik gunung memahami motivasi diri sebelum mendaki.

Persiapan fisik, mental, dan logistik adalah kunci utama untuk menjaga keselamatan.

Selain itu, menghormati alam dengan tidak meninggalkan sampah, mengikuti jalur resmi, dan menghargai budaya lokal di sekitar gunung menjadi bagian penting dari pengalaman pendakian yang bertanggung jawab.

Tren naik gunung akan terus populer selama media sosial menjadi sarana inspirasi.

Namun, yang perlu ditekankan adalah pentingnya kesadaran diri, keselamatan, dan penghargaan terhadap alam.

Dengan begitu, generasi muda dapat menikmati pengalaman mendaki dengan penuh makna, bukan sekadar mengejar popularitas digital.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#PENDAKI #gunung